Pengalaman Pertama Naik Batik Air

Tertarik dengan promosi maskapai Batik Air yang mengusung layanan full service, saya mencoba naik pesawat Batik Air dalam perjalanan rutin saya setiap tahun ke Manado. Kebetulan ketika melihat harga tiketnya di Internet lebih murah daripada Lion Air (maskapai induknya) untuk rute dan tujuan yang sama (Jakarta – Manado) –mungkin masih promo– maka saya langsung membeli tiketnya. Daripada naik Lion Air yang sama sekali tidak mendapat layanan apapun di dalam pesawat (bahkan air minum segelas kecil pun tidak dikasih), maka mengapa tidak memilih Batik Air saja dengan layanan premium selama perjalanan. Yang membuat saya lebih tertarik lagi memilih Batik Air adalah layanan Internet di atas pesawat dan boleh menggunakan ponsel selama perjalanan, dua hal yang tidak ditemui pada pesawat lain.

Pesawat Batik Air di Terminal 3 Bandara Soeta.

Pesawat Batik Air di Terminal 3 Bandara Soeta.

Batik Air berangkat dari Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Penumpang hari itu tidak terlalu banyak, kursi pesawat masih banyak yang kosong. Jadi saya bisa duduk di kursi mana saja yang nyaman tanpa ada penumpang lain di sebelah saya.

Membayangkan naik Batik Air maka pembandingnya adalah pesawat Garuda Indonesia, sebab keduanya menyediakan layanan penuh. Bayangan saya yang namanya layanan penuh itu adalah: 1) mendapat suguhan permen beraneka rasa dan aneka pilihan sebagai sambutan pertama, 2) tersedia suratkabar gratis, 3) mendapat suguhan makanan dan minuman, 4) ada sajian hiburan dengan TV layar sentuh di depan setiap kursi.

TV layar sentuh di depan setiap kursi penumpang.

TV layar sentuh di depan setiap kursi penumpang.

Baik, saya pun masuk ke dalam pesawat. Pramugarinya lumayan ramah-ramah. Setelah duduk cukup lama, kok layanan pertama tidak ada? He..he, tidak ada tawaran permen seperti di Garuda. Baiklah, tidak apa-apa, apalah artinya sebuah permen toh, ecek-ecek begitu.

Kecewa nomor dua adalah tidak tersedia surat kabar gratis untuk dibaca-baca selama perjalanan yang bete. Kalau di Garuda (lagi-lagi Garuda pembandingnya), baru saja kita masuk pintu pesawat, pramugari yang ramah menawarkan pilihan berbagai koran hari ini dari berbagai nama, ada Kompas, Republika, Media Indonesia, Bisnis Indonesia, dan lain-lain. Kalau pun tidak ditawarkan, koran-koran itu ditaruh di loker depan dan penumpang bebas memilih sendiri. Wah, nggak ada koran berarti belum layak disebut full service nih.

Kecewa nomor tiga adalah sajian hiburan TV yang tidak ada earphone-nya. Memang pilihan film, lagu, dan game yang tersedia cukup lengkap, tetapi kalau suaranya tidak bisa didengar ya untuk apa? Kayak film bisu gitu. Tiba-tiba ada pengumuman dari awak pesawat bahwa earphone dapat diperoleh dengan harga Rp25.000. Ho..ho..ho, ternyata earphone tidak gratis, harus beli. Duh dasar grup Lion, apa-apa jualan di pesawat, minuman harus beli, makanan juga beli. Tetapi di batik Air, earphone harus dibeli kalau Anda ingin menikmati hiburan TV layar sentuh.

Yang cukup “menghibur” adalah adanya layanan makanan berat dan minuman aneka pilihan yang ditawarkan oleh pramugari. Kalau saya nilai sih makanan yang disajikan biasa-biasa saja. Pada penerbangan 3 jam ini penumpang mendapat satu pax bihun goreng, yoghurt, dan sepotong kue. Minumannya bisa dipilih dari jus apel, jus jeruk, air putih, atau coca-cola.

Lalu Internet dan kebolehan menggunakan ponsel itu bagaimana? Ternyata omong kosong. Tidak ada, minimal untuk saat ini. Ketika chek-in di konter Terminal 3 saya kembali memastikan kepada petugas apakah ada wi-fi di atas pesawat. Jawab petugas di loket chek-in: ada. Wah, asyik, kata saya, jadi saya bisa memutakhirkan status di fesbuk dari atas pesawat, he..he.

Tapi apa nyana? Ternyata di atas pesawat Batik tidak ada Internet. Saya tanyakan kepada pramugari kok tidak ada wi-fi. Jawabnya, belum ada saat ini. Lho, jadi kapan? Tak tahulah. Lalu kebolehan menggunakan ponsel di atas pesawat seperti yang digembar-gemborkan? Itu berbenturan dengan UU No. 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan Pasal 54 bahwa menyalakan telelpon genggam di atas pesawat dapat mengganggu penerbangan dan siapa pun yang melanggar (menyalakan ponsel) dapat dikenakan denda 200 juta atau kurungan 2 tahun penjara. Kesimpulannya, jika Batik Air membolehkan penggunaan ponsel selama perjalanan, maka UU tersebut harus dibatalkan atau diubah terlebih dahulu.

Jadi, menurut saya Batik Air tidak benar-benar memberikan layanan penuh, semi layanan penuhlah. Masih tetap Garuda yang nomor satu dalam hal layanan. Namun dibandingkan Lion dengan harga yang tidak jauh berbeda, naik Batik Air boleh juga sebagai pilihan.

Pos ini dipublikasikan di Pengalamanku. Tandai permalink.

65 Balasan ke Pengalaman Pertama Naik Batik Air

  1. Brahmasta berkata:

    Oalah ternyata nggak se-premium itu ya. Beda banget dengan image yang saya dapat dari iklannya. Thanks for sharing Pak Rin.

  2. Panji Winata berkata:

    hoo sekarang easphone berbayar ya pak?hihi. Dulu saya naik batik air bulan may, earphone-nya masih ada dan gratis, begitu juga permen sambutannya, hehe. Ada apa ya gerangan earphonenya saja sekarang sudah pakai harus bayar 25 ribu, hihi.

  3. chrhad berkata:

    Setahu saya hanya di Indonesia penerbangan full service menyuguhkan permen sebelum lepas landas. Itu pun hanya penerbangan domestik Garuda Indonesia (di penerbangan internasional, Garuda Indonesia justru menyediakan jus jeruk 100mL). Di negara lain seperti China dan Australia, nggak dikasih tuh permen ataupun jus sebelum lepas landas, padahal maskapai full service.

  4. kami menawarkan pelayanan penuh hsnya promosi, usai promo layanan kami kurangi jadi setengah

  5. Heintje FM berkata:

    Ternyata janji belaka

  6. alih suhendar berkata:

    tapi lumayan sih ketimbang naik lion……yg sama sekali ga ada pelayanan…

  7. Rakha berkata:

    Untuk wi-fi on board itu emang belum ada sampai tahun depan kalau tidak salah …. Bahkan garuda pun belum memakainya dan hanya armada 77W yang akan ada wi-fi on board

  8. joko berkata:

    gue tertipu coy…

  9. ilman berkata:

    Nice post!! :))

    (ilmanmuttaqin.student.ipb.ac.id)

  10. PARYANTO berkata:

    WAAH KALO DIBANDINGKAN DENGAN GARUDA YA JELAS GAK SEBANDING DOONG

  11. router berkata:

    Garuda log dilawan

  12. haerul berkata:

    jangan janji2 aja kayak caleg saja hanya janji2 pas udah naik janjinya tdk ada ditepati..
    garuda tetap is the best..

  13. Jhonny Darmo berkata:

    Sekali matre, tetap matre… sekali pelit, tetap juga pelit. Earphone aja kok harus bayar.. Gimana Lion Group mau meningkatkan reputasi nya kalau kayak begini.. Mau full service, masih aja separo hati. Kayak ngga niat..

  14. indra berkata:

    mungkin karena lagi harga promo kali ya pak🙂

  15. ferastyasti berkata:

    Pengalaman pertama menggunakan batik air hal yang sama seperti yang saya alami sepertinya. Dikarenakan promosinya yang membuat saya tertarik. Tapi pada akhirnya saya kapok dan tidak akan menggunakan batik air. Memang garuda tidak bisa ditandingi service nya. Hal ini dikarenakan saya biasa naik pesawat bertiga dengan suami dan anak yang saya yang masih berumur 3 tahun, seperti biasa anak saya pasti tidak dimakan makanan yang disediakan. Dan memang selalu seperti itu biasanya kalo garuda selalu saya take away dan tidak ada masalah. Untuk kali ini ada keganjilan saya ditanyakan dan pramugari bilang tidak boleh dibawa dgn nada yg tidak enak dan tidak ada kata maaf. Saya sangat kecewa karena makanan itu kan sudah hak dari pengguna jasa pesawat. Knp saya diperlakukan sperti pencuri. Saya hanya membawa yang hak saya. Tidak profesional hanya karena makanan membuat pengguna jasa kapok naik batik lagi. Layanan pramugari yang berbeda sekali lagi2 dgn garuda juga saya bandingkannya.

  16. Haryanto berkata:

    Wah, tadinya saya juga sempat tertarik mau coba ke Makassar pake Batik Air, akhir bulan ini. Tapi jadi ingat iklan minyak telon: ” untuk anak kok coba-coba”. Jadi terbang nanti saya gak mau coba-coba ah.. Hati saya masih tertambat di GARUDA INDONESIA… terlebih saya juga pemegang kartu Garuda Frequent Flyer. Maafkan saya Garuda, sudah sempat mau selingkuh…

  17. Heri ajos berkata:

    Semua ada benernya.. Bukan maksud saya ingin membela. Namun jangan pernah membandingkan dengan garuda karna harga tiket garuda sebanding dengan apa yg kita dapatkan. Namun jika dibandingkan dengan lion sendiri mungkin kita ada yg setuju apa yg kita dapat lebih dr lion sendiri. Apalagi temen2 yg terbang dengan anak anak yg untuk menghilangkan kebosanan dan kejenuhanny mrk bisa terhibur dengan adanya entertainment di pesawat batik air

  18. Haryanto berkata:

    Buat saya, GARUDA adalah pilihan pertama untuk bepergian ke kota dimana kota tersebut disinggahi oleh GARUDA, khususnya di dalam negeri. Saya sudah merasa percaya dan nyaman dengan GARUDA. Pilihan ke dua adalah AIR ASIA. Sial2nya kalo terpaksa ya pake LION atau maskapai lain yang menerbangi kota tsb. Adanya GARUDA Explore yang terbang ke kota2 kecil seperti ke Labuan Bajo dsb, memudahkan pelanggan setia GARUDA untuk ‘tetap’ terbang dengan GARUDA hingga ke pelosok tanpa harus berganti maskapai.

  19. S.AK berkata:

    Waduh.. Lion Grup khususnya Batik janjimu ibarat kapur tulis yg di tulis g lama di hapus dulu si saya sempat menikmatin permen, free earphon dan lunch. klo seperti history agan saat ini begitu kasian bngat anak ama istri aku minggu ini yg terbang naik Batik air..

  20. asha berkata:

    untung saya ga pernah naik pesawat…..

  21. asha berkata:

    skali naik cathay pasific…apa apa ditawari sampek kwenyang….

  22. david.selan@gmail.com berkata:

    Mantap,,, lanjutkan batik

  23. A,bo keddo berkata:

    Walah.. Untung saya belum bayar tiketnya, baru aja booking secara online. Kasian juga, apa ga ada cara lain utk mikat pelanggan selain berdusta.. Pertama mungkin BA malu krn bohong kedua kali saya yang malu goblok bener bs di bohongin dua kali..

  24. Gamis Baru berkata:

    layanan premium batik air bagus juga kok,
    nyaman dan menyenangkan,
    sip pokoknya

  25. fahriandy berkata:

    Saya saat ini naik batik air dr jkt, kbetulan kelas bisnis. Pelayanan cukup wah kok, mulai dari check in yang di prioritaskan untuk memilih seat dipesawat,
    dintar ke monas louge (kafe untuk menunggu) sambil mkan minum sepuasnya n wifi free tanpa bayar sepeser pun, sampe boarding pass aja dibelikan (uang sendiri ya) jadi ga usah capek antri beli boarding pass,
    apa mungkin maksudnya inilah perbedaan fasilitas yang dijanjikan antara kelas ekonomi n bisnis?
    tapi kalau bicara masalah wifi diatas pesawat itu mustahil, krn dalam ketinggian tsb tidak ada signal paaak.. Buuuu…
    okelah,mudah2n bisa jd masukan bagi anda yang berfikir negatif or positif….

    • Fikry Hadi berkata:

      ya kalau hanya membandingkan dengan sertvice yang ada ya gak fair juga kalau tidak membangdingkan harga Batik dengan Garuda. sya juga pelanggan Garuda yang baik tp harga Garuda untuk jelas ekonomi saja jauh diatas Batik hampir 100% lebih mahal lihat saja Jkt -PKU Garuda kls ekonomi 1,3 jt sedang Batik 730 ribu nah bagaimana dengan kelas Busnis sdh gak bisa dibandingkan harganya. Saya memang menyukai juga service yang baik tp kl kondisi pesawat Garuda jelas dibawah Batik dengan pesawat yang baru dan Crew yang rata rata diatas Garuda / Jangan terbuai dengan full service tapi harga yang tidak sebanding dengan service tsb

    • Nebel berkata:

      Boarding pass kok beli??
      Yakin naik kelas bisnis kalau bikin statement “beli boarding pass”

  26. Ulfajatatur berkata:

    Maaf numpang promo kebetulan saya kerja di agen travel, mungkin ada yg butuh tiket murah untuk setiap maskapai, bisa menghubungi saya di nomer telp 031 3984686 atau bisa juga sms di nomer 087 854 086 000 Jatatur Outlet Gresik, terimakasih🙂

  27. bagus prakoso berkata:

    hai sebelumnya,, sesama traveller nih ya. kebetulan saya sering penerbangan ke yogya dan surabaya. dan saya kenal baik dengan batik air ini. dibandingkan garuda indonesia ya saya lebih memilih batik air. bayngkan jangan dari iklan. seharusnya “ada harga ada rupa” saya yakin kalau masalah itu pasti bener.

    oh iya sedikit pengalaman saya. penerbangan saya tgl 4 oktober jatuhnya hari sabtu. nah itu saya naik ekonomi class nya 600rb dan bisnisnya 880rb untuk business class. jelas saya pilih business lah ya. masalah pelayanan? saya rasa mampu mengungguli garuda indonesia di segmen jakarta – yogyakarta. apalagi saat itu idul adha kan? nah si garuda aja harga economynya 1.130.000 sedangkan businessnya pasti diatas 3jt. jatuhnya 3.040.000. apalagi penerbangan itu jam 5.40. para penumpang antusias hingga penerbangan paling awal saja, seat langsung full. mungkin saat ini yang harus jadi keyakinan adalah “ada harga ada rupa” kalau masalah iklan sih bisa aja “ngibul”.. kebetulan kemarin penerbangan saya yang ke 8x bersama batik dan itu menggunakan business terus. karna kalau saya berangkat jumat maupun sabtu kan harganya maskapai lain lagi melonjak,, sedangkan batik air punya harga yang relatif murah. walaupun pulang hari minggu, saya pake business class juga. sering saya dapet dibawah 1 juta saya. makanya saya senang menggunakan batik air. bukan masalah saya riya ataupun pamer ya mas. maaf sebelumnya, hanya cerita pengalaman. hehehe.. salam traveller

    • haryanto berkata:

      Hmmm… boleh juga dicoba. Cuman kendalanya mungkin di jadual Batik Air yang gak banyak pilihan. Sementara jadual GA unt rute CGK-JOG atau SUB banyak pilihan. Selain itu knapa saya prioritaskan Garuda, krn saya member Garuda Miles, jadi setiap terbang dgn GA saya bisa mengumpulkan reward. So far masih pilih GA…

  28. Promium Jersey berkata:

    Batik Air dan Garuda menurut saya masih beda kelas. Terlalu jauh rasanya membandingkan antara kedua maskapai tersebut. Meski demikian Batik Air patut diapresiasi lah

  29. Amelia berkata:

    hahahhaahha

  30. Suciati berkata:

    Setuju….hidup Batik Air

  31. Andre Stepang berkata:

    1845 Mahasiswa di Negeri Seribu Warung Kopi Says thank you for this great read!! I definitely enjoying every little bit of it I have you bookmarked to check out new stuff you post

    • Haryanto berkata:

      Tgl 13 dan 15 Desember 2014 lalu, akhirnya saya coba juga naik Batik Air, route CGK-SUB pp. Pesawatnya baru A320-200 winglet, interiornya masih bau pabrik dan bersih. Hanya ini yang OK. Hiburan Video (VOD) di tiap kursi bisa tayang tapi seperti film bisu karena tdk disediakan headset di tiap kursi spt Garuda. Untung saya bawa earphone HP, jadi lumayan bisa dengar audionya. Pilihan menu VOD (film, musik dll) sangat terbatas. Snack box yang disajikan juga sangat sederhana, berisi 1 roti dengan kualitas buruk dan segelas plastik air mineral. Tidak ada tawaran minuman gratis (juice, kopi, teh) spt di Garuda. Mending Air Asia yang menjual makanan hangat dan enak, meskipun harus bayar. Soal seragam pramugari, sebetulnya cukup baik, namun karena kebayanya terbuat dari bahan putih tipis tembus pandang, maka ketidakkerapihan sedikit saja di bagian dalamnya akan tampak dari luar. Sebaiknya kebayanya jangan tembus pandang spt Lion atau Garuda. Pengalaman sekali ini sudah cukup bagi saya untuk tetap kembali loyal ke Garuda.

  32. Author berkata:

    4512 Kebaya Modern Says thank you for this great read!! I definitely enjoying every little bit of it I have you bookmarked to check out new stuff you post

  33. Selepan Padi berkata:

    Hmm…yang paling rekomended teteup garuda atuh pak

  34. Ping balik: Touring Banda Aceh-Calang With Auto United | Aceh Walker

  35. iwan setiawan berkata:

    Dgn harga yg lebih murah batik lebih baik dr garuda

    • Haryanto berkata:

      Kalo saya kurang sependapat… Pelayanan di udara saja Garuda jauh lebih berkualitas. Buktinya Garuda sering meraih award baik tingkat lokal mau internasioanl. Dan yang terbaru adalah meraih 5 star rating sebagai salah satu penerbangan terbaik di dunia berdasarkan survey versi SkyTrack.

      • noni berkata:

        duh norak amat sih ini si bapak haryanto dari tadi

      • Haryanto berkata:

        Maaf, Sdri. Noni, apa yang Anda maksud dengan norak? Saya hanya mengungkapkan apa yang saya alami. Soal GARUDA meraih predikat 5 STAR bersama tujuh airlines kelas dunia lainnya kan memang kenyataan. Soal saya memilih GARUDA itu kan hak saya sebagai konsumen. Silakan kalau Anda memilih Batik, itu hak Anda. Saya berhak menilai Batik sesuai pengalaman saya dan saya berhak berpendapat. Kalau Anda tidak setuju itu juga hak Anda.Terima kasih,

  36. Ping balik: Age of Ultron Full Movie Trailer Leaked | World Cred

  37. Tita berkata:

    apapun komentar bpk2/ibu2 disini saya suka membaca sharingnya, kita ambil positif nya aja.

  38. Haryanto berkata:

    Luar biasa promo Batik Air. Bayangkan di negara RI yang kodisi perekonomiannya masih seperti ini. Batik Air justru menghamburkan uang untuk menarik calon penumpang dengan iming-iming hadiah undian mobil tiap bulannya dengan puncaknya dengan grand prize 1 rolls royce.. luar biasa. Silakan buka http://www.batikair.com/promotion. Saya jadi ingat era kejayaan Sempati Air yang dulu juga gemar promo undian berhadiah…

  39. Sebastian berkata:

    Diakui memang Garuda masih yang terbaiklah di Indonesia, karena Garuda sudah berpuluh tahun mengudara, tapi patut di apresiasi juga buat Batik Air yang beroperasi tahun 2013, walau masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki. Tapi pengalaman terbang dengan Batik Air dari Cengkareng ke Menado sangat menyenangkan dan terlebih harganya yang sangat terjangkau. tiket one way Garuda bisa dipakai buat tiket PP Batik Air dengan pelayanan yang cukup bagus di bandingkan Lion Air. Tapi salut juga sama Lion Group ini, untuk full service ada Batik Air, untuk LCC ada Lion Air dan untuk daerah terpencil ada Wings Air dan sekarang untuk di Luar negeri sudah ada Malindo Air dan Thai Lion Air dan untuk sekolah Pilotnya ada AAA : Angkasa Aviation Academy dan Sekolah Pramugari dan untuk Catering Batik Air ada Lion Boga dan perusahaan ini juga menyediakan ribuan perumahan di Balaraja buat para pegawainya. Jadi salut buat Lion Air.

  40. Haryanto berkata:

    Mei 2015 keluarga kakak saya ke Sby menggunakan Batik Air dari Jakarta. Sebelum berangkat saya sudah share pengalaman saya ke mereka. Tapi saya pikir mungkin juga sudah ada perbaikan. Ternyata sepulang dari Sby, kakak saya bercerita bahwa apa yang saya ceritakan itu benar. Sepanjang perjalanan video di tiap2 kursi bisa bejalan dengan pilihan musik dan film tapi TIDAK tersedia headset. Jadi seperti nonton film bisu. Kue yang disajikan ala kadarnya dengan air minum mineral tanpa ada tawaran air minum pilihan dari cabin crew (kopi, teh, juice dll).
    Penerbangan kembali ke Jakarta, mereka menggunakan Garuda Indonesia dan everybody happy…
    Garuda we love you… dan terima kasih dengan kartu Garuda Miles silver yang baru saya terima.

    • fikry hadi berkata:

      sepertinya Pak Haryanto ini seorang pramugara ya kok menggebu gebu sekali ya walaupun demikian dengan kehadiran Batik Air dengan harga terjangkau dapat mengerem harga Garuda yang selama ini melambung tinggi, lihat saja anak perusahaan Garuda , City Link sudah merugi besar krn sepi penumpang di Halim akibat hadirnya Batik AIr disana.

  41. Ardi berkata:

    ini si haryanto sales garuda atau sirik atau gimana yaa..
    perasaan komen nya menjatuhkan batik air mulu, promo undiah hadiah aja dikomen juga wkwkwk lucu padahal banyak perusahaan lain yg hadiahnya lebih besar..
    boleh lah kita ber opini satu dua, kalo berlebihan malah keliatan komen anda kurang bagus.
    bijaksanalah dalam ber pendapat..

    • haryanto berkata:

      Bukan. Saya hanya penumpang biasa yang kebetulan sering menggunakan Garuda dan yang saya sampaikan adalah realita pengalaman pribadi.
      Soal hadiah mobil mewah, saya tidak/belum menemukan program serupa di perusahaan penerbangan lain.

  42. wongjae berkata:

    di batik nawarin earphone nya pake speaker sih mending.. daripada di sriwijaya,, nawarin mainan anak-anak, keliling dari belakang ke depan, balik lagi ke belakang,, udah kaya di bis AKDP

  43. Bucel berkata:

    iya pak Haryanto maaf sebelumnya, komen bapak sepertinya agak sedikit kurang enak dibaca gmn gitu… untuk batik air dan garuda, sudah terlihat jelas lah pak perbedaan kelas antara keduanya… jadi jangan terlalu dibesar2kan lah perbedaannya dan agak menjatuhkan batik begitu wkwk namanya juga business pak business itu selalu melakukan marketing yang dimana marketingnya dilakukan dgn besar2an untuk mendapatkan customer…
    And seperti yang kita tahu, garuda memang sudah berpuluh2 tahun menjadi pesawat no 1 komersil di indonesia, dan batik air baru buka 2tahunan yaa.. agak dimaklumi saja (yes walaupun mereka sudah berusaha semaksimal mungkin for being a full service flight but with low cost), seperti prinsip-prinsip lainnya bahwa harga menjamin kwalitas, and congrats for ur garuda miles silver that youve got yah pak…🙂 saya ikut senang

  44. Wma berkata:

    Kalau menurut saya Batik Air tidak bisa disamakan dengan garuda sebagai perbandingan, lha dari harga aja udah beda jauh..
    Batik air mengusung penerbangan premium namun dengan harga terjangkau, kalau d bandingkan garuda ya kalah, tapi kalau dibandingin dengan penerbangan sekelas dengan range harga yang sama, Batik Air menurut saya menjadi pilihan unggul.
    Tanggal 2 agustus 2015 kemarin saya melakukan perjalanan dr CGK-KNO dgn kels ekonomi dgn harga skitar 860rb, beda 50rb dr Lion, Saat itu penerbangan pukul 9.20 pagi dan tepat waktu banget, bahkan d pukul 9 spertinya pesawat sudh siap brgkat namun menyesuaikan jadwal pesawat harus berangkat sesuai jadwal.
    Oh iya ruang tunggu utk boarding juga bersih dan nyaman, tiba dalam pesawat brrrr.. Ac udah dingin nyala full, layar tv masing2 bangku satu meski headset bawa sendiri, dan ada juga tersedia colokan usb (buat charge smartphone), permen dan koran memang tidk tersedia, namun makanan yg d twarkan enak kok, saat itu saya mendapat pilihat nasi daging atau nasi goreng(saya pilih nasi daging) yg rasanya enak🙂 dan mendapat jus jeruk serta air mineral, oh iya.. Dapat pptongan buah (semangka, melon dan anggur),
    Dan yang paling penting adalah tempat duduknya lega, lapang, dan bersih. Saat itu menjadi salah satu penerbangan yang memuaskan dengan harga menyenangkan.

    Kesimpulannya :
    Batik air merupakan penerbangan low budget dengan pelayanan paling memuaskan, gak bisa disamakan dengan Garuda yang jelas harganya beda jauh.

  45. Dylan Kaunang berkata:

    hehehehe tanggal 18 july pas lebaran kemarin saya naik batik juga dari MDC to CKG ID 627 dengan pesawat Airbus A320-200 Business Class , yang saya tidak sukai dari batik adalah pelayanannya tidak ramah seperti Garuda Indonesia . Saya saat itu mendapat pesawat yang saya rasa tidak sehat karna bagian Sayap Kanan bunyi dan tidak di cek oleh pihak maskapai , padahal bunyi cukup keras sampai ke kabin bagian depan .. sehingga beberapa penumpang termasuk saya cukup khawatir dan panik tapi itu semua tidak di respon oleh Pihak Pilot maupun Co-Pilot dan hanya berkomentar itu tidak apa apa hanya problem biasa . semenjak itu saya lebih baik naik garuda biarpun lebih mahal kurang lebih mahal untuk kelas Business Classnya

  46. rifwi berkata:

    Yaa namanya harga murah ingin pelayanan lebih, naik merpati aja kali yakkk….
    Malindo di negeri tetangga punya lion group jg premium service tapi bagasi hrs bayar lg ada choice kyk AirAsia.

  47. Ryu berkata:

    Enak tuh naik Batik Air,,,,, jakarta – batam pp selalu batik air….

  48. Penyair Senja berkata:

    Belun naik peswat sudah kecewa. Sy besok mau ke Palembang transit di Hlp. Karena di websitenya tdk ada info hrg kelebihan bagsi per KG maka sy tlplah call centre Batik, ada 5X tlp hr ini masing kurang lebih 20 menit per tlp tp tdk 1 pun tersambung, selallu dijawab mesin penjawab “agen sibuk” jd ini maskapai yg tdk ada tempat calon penumpang bertanya.
    Kedua saat ini sdh masuk waktu CI via web (24 jam sebelum) namun sdh beberapa kali mau CI selalu gagal. Ini maskapai apa? Maskapai galau? Katanya bukan LCC, kalo full service kok begini? Parah. Sebetulnya sy pengen nyoba aja naik ini biasanya Garuda. Tp karena Garuda membedakan penerbangan jarak dekat dan jauh (Padang Cgk ada TV, Cgk Plm gx ada TV) jd sy coba Batik. Alhasil, blm terbang sdh kecewa.

    • Hari berkata:

      Soal pelayanan, Garuda masih jauh lebih profesional, baik di darat (saat booking, call center, online booking, customer care/service dll) maupun di udara. Lebih mahal memang tapi untuk sebuah kepuasan kan wajat kalau kita harus dibayar lebih…

  49. Uwak berkata:

    Sy pernah naek batik air dgn harga tiket yg ada sekitar 1.2jt, bbrp kali juga sy naik garuda dgn harga tiket 1.1 -1.3 juta.
    Ternyata harga 1.2 itu sy dpt bisnis class.
    Jika sy membandingkan layanan yg saya peroleh dgn harga 1.2 jt antara batik air dgn garuda.
    Sy lebih memilih batik air. Jelas layanan bisnis class batik air lebih baik dari layanan ekonomi kelas Y garuda.
    Namun saat sy bokek dgn punya duit kisaran dibawah 400rb… tentu penilaian sy utk memilih tidak termasuk garuda. Layanan yg bisa sy peroleh dgn kocek segitu kl gak naek bis, ya lion atau batik air, ya kadang ada nam air atau city link harga segitu. Ya silakan aza compare utk kemudian dipilih mana yg lebih enak.
    Kira2 gitu lah.

    • Penyair Senja berkata:

      Sy kalau pas lg bokek, yah Citilink atau Sriwijaya. Ada seskali lion air, sempit banget duduknya. Yp untuk pemerbangan full service sy memilih Garuda Ekonomi untuk penerbangan jarak jauh (Padang Cgk) dan Batik Bisnis untuk penerbangan jarak dekat (Cgk Palembang). Alasannya yah jelas Garuda lebih unggul, TAPI Garuda membedakan armada untuk penerbangan kurang dr 1 jam.

  50. Adri berkata:

    harga tiket Batik Air dan Garuda Indonesia terpaut cukup banyak untuk yg promo Batik Air. Apalagi yg executive class nya. Bawa earphone sendiri kalo naek Batik. Hari gini earphone bukan barang mahal dan barang susah dicari. Anda beli smartphone, dapet earphone. Cari di pasar malem juga buanyak. Meal dan snack antara GA dgn ID mirip2. Hanya saja, utk layanan snack, di GA masih dapet minuman berwarna, ketimbang di ID yg hanya air mineral. Layanan executive class juga mirip2. Maaf, ngga usah menggebu-gebu menyatakan preferensi anda, anda jadi mirip kayak salesperson. Satu-dua kali juga cukup. Everybody here knows how to read, and they have read your point, sir.

  51. ANurwahidR berkata:

    Yang paling penting sih, kita berdoa gan. Supaya selamat sampai tujuan.

  52. jb berkata:

    Klo saya sih milihnya mana maskapai paling aman. Nggak peduli mau di kasi makan atau enggak. Pilihan tetep Garuda. Mending nggak makan daripada di pesawat was-was gitu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s