Menyusuri Dasar Ngarai Sianok di Bukittinggi

Tulisan ini oleh-oleh waktu pulang kampung ke Bukittinggi minggu lalu. Siapapun orang yang berwisata ke kota Bukittinggi dipastikan akan mengunjungu dua obyek utama di kota itu, yaitu Jam Gadang dan Ngarai Sianok. Ngarai Sianok terletak di Jalan Panorama. Dari pinggir jalan Panorama kita dapat menyaksikan keindahan Ngarai Sianok.

Ngarai Sianok berpagar Gunung Singgalang.

Ngarai Sianok berpagar Gunung Singgalang.

Menikmati Ngarai Sianok dari pinggir sudah biasa, tetapi menyusuri dasarnya adalah pengalaman yang baru bagi saya. Di dasar Ngarai Sianok saat ini ada obyek wisata baru yaitu Janjang Koto Gadang. Janjang artinya tangga dan Koto Gadang adalah nama nagari yang terletak di dasar Ngarai Sianok. Janjang Koto Gadang itu dibuat berbentuk seperti Tembok Besar di Cina, meliuk-liuk mendaki dan menurun di dasar ngarai.

Pintu masuk ke Janjang Koto Gadang dengan sebuah prasasti peresmian.

Pintu masuk ke Janjang Koto Gadang dengan sebuah prasasti peresmian.

Untuk mencapai Janjang Koto Gadang itu bisa melalui dua cara. Pertama melalui jalan beraspal yang menurun dari Panorama, kedua melalui Lubang Japang (goa Jepang). Saya dan anak-anak memilih melalui Lubang Japang.

Inilah beberapa foto dasar Ngarai Sianok yang biasanya dilihat dari atas. Sawah hijau menghampar luas. Perpaduan tebing ngarai yang tinggi dan sawah-sawah yang menghijau menghasilkan pemandangan yang sangat menawan.

DSCF0752

DSCF0753

DSCF0754

Yuk jalan terus menyusuri jalan setapak yang beraspal. Janjangnya belum tampak. Sepanjang perjalanan kita dapat melihat sungai yang mengalir di lembah.

DSCF0759

Dari atas jembatan gantung yang bergoyang (yang menghubungkan dua sisi ngarai), kita dapat melihat aliran sungai yang membelah lembah ngarai. Diyakini sungai di dasar ngarai inilah yang jutaan tahun lalu membelah bukit-bukit sehingga terbentuk ngarai dengan tebing-tebing yang curam.

DSCF0760

Di seberang jembatan gantung itulah kita mulai menapaki Janjang Koto Gadang yang berkelok-kelok, mendaki dan menurun.

DSCF0763

DSCF0766

Berhubung hari itu adalah Hari Jumat dan sebentar lagi waktu shalat Jumat akan masuk, saya tidak meneruskan perjalanan sampai ke ujung janjang. Cukup sampai di sini saja.

Pos ini dipublikasikan di Cerita perjalanan. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Menyusuri Dasar Ngarai Sianok di Bukittinggi

  1. Deri Muldianto berkata:

    coga bana sanak. liburan bisuak taragak lo nak pai situ nyo.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s