Jalan-jalan ke Bangkok (Bagian 3): Mencoba Naik Skytrain

Dalam soal transportasi massal, kota Bangkok lebih maju daripada Jakarta. Selain busway, di sini ada tiga macam kereta api, yaitu subway, kereta di atas tanah, dan kereta di jalur layang (Sytrain). Yang terakhir ini mirip dengan monorail, namun relnya masih ganda.

Saya dengan latar belakang jalan jalur layang kereta api Skytrain

Saya dengan latar belakang jalur layang kereta api Skytrain

Stasiun Siam

Stasiun Siam

Setiap stasiun Skytrain dibangun secara modern. Stasiunnya sangat luas dan nyaman. Dari bawah kita naik ke aats dengan menggunakan tangga berjalan. Berikut ini foto-fotonnya.

230820133498

230820133499

230820133495

230820133496

Kereta Skytrain mirip seperti KRL di Jakarta. Penumpang ada yang duduk dan berdiri. Kita tidak usah khawatir stasiun tujuan sudah terlewati, sebab setiap akan berhenti di stasiun antara, selalu ada pengumuman yang menyebutkan kereta akan berhenti di stasiun apa, dalam Bahasa Thai dan Bahasa Inggris. Setiap gerbong dilengkap dengan rute kereta dan titik-titik stasiun antara.

Kereta skytrain.

Kereta skytrain.

Dua kereta skytrain berpapasan.

Dua kereta skytrain berpapasan.

Suasana di dalam gerbon kereta.

Suasana di dalam gerbong kereta, saat itu bukan pada jam-jam sibuk, keretanya tidak penuh.

Untuk menaiki kereta Skytrain, kita harus membeli karcis berupa kartu magnetik dari sebuah mesin jaja (vending machine). Mesin ini menerima uang logam (2, 5, dan 10 bath), serta uang kertas.

Mesin jaja untuk membeli karcis kereta.

Mesin jaja untuk membeli karcis kereta.

Pilih sendiri rute tujuan, lalu nanti ada informasi berapa Bath ongkosnya. Masukkan uang Anda ke dalam mesin jaja, boleh uang logam atau uang kertas. Jika ada kembalian, mesin akan mengeluarkan uang kembalian Anda. Praktis dan cepat. Namun mesin jaja ini tidak bisa diguankan untuk membeli tiket secara kolektif, jadi harus satu per satu.

230820133486

Kartu magnetik tersebut digunakan untuk membuka palang masuk secara otomatis, dan juga digunakan untuk keluar palang di stasiun tujuan (awas jangan sampai hilang kartunya selama perjalanan).

Palang otomatis yang hanya dapat dibuka dengan kartu magentik.

Palang otomatis yang hanya dapat dibuka dengan kartu magnetik.

Jika anda “curang”, yaitu membeli karcis untuk tujuan tertentu tetapi turun di stasiun lain yang lebih jauh, maka ketika Anda keluar stasiun dan memasukkan kartu magnetik tersebut untuk membuka palang, palang tidak akan membuka. Anda harus membayar kekurangan ongkos dengan mengisi kartu magnetik tersebut di loket yang dilayani oleh petugas.

Kapan ya Jakarta dan kota-kota besar di negara kita memiliki kereta modern seperti di Bangkok itu?

Pos ini dipublikasikan di Cerita perjalanan. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Jalan-jalan ke Bangkok (Bagian 3): Mencoba Naik Skytrain

  1. Pulau Tidung berkata:

    Perjalanan yang seru, sudah pernah ke Pulau Tidung ? lumayn murah untk bisa seru – seruan disana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s