Orangtua Merokok, Anak pun Bisa Menjadi Perokok

Saya suka kesal melihat anak-anak SMP, bolos dari jam sekolah, lalu kumpul-kumpul di tempat yang jauh dari sekolah. Entah apa yang mereka bicarakan, namun yang membuat saya mengurut dada adalah di sela jarinya terselip rokok. Dihisapnya rokok dalam-dalam seperti orang dewasa yang berpengalaman merokok, lalu dihembuskan asapnya ke udara. Sambil duduk jongkok ngariung, mereka tidak henti-hentinya membicarakan apa.

Saya sudah beberapa kali menulis tentang anak-anak di bawah umur yang sudah mulai merokok. Menurut saya anak-anak yang merokok adalah ‘korban’ dari lingkungan pergaulan dan pendidikan orangtuanya. Pengaruh teman sangat kuat membuat anak yang tidak merokok menjadi suka merokok. Namun, orangtua juga berperan membuat anaknya menjadi perokok.

Saya sering mengamati bapak-bapak yang merokok di depan anak-anaknya, baik di rumah maupun di tempat umum. Kebiasaan bapak yang merokok itu menjadi pemandangan biasa bagi anak-anak mereka, sehingga dalam kepala si anak timbul kesan bahwa merokok itu adalah hal yang biasa. Suatu saat mereka akan mencoba meniru bapaknya. Tidak perlu tunggu waktu lama hingga jelang umur dewasa, keluar dari rumah dan bergabung dengan teman-temannya, mereka sudah mulai mencoba merokok.

Awalnya coba-coba, lalu menjadi suka, dan akhirnya menjadi kebiasaan yang sulit dihilangkan. Merokok itu kalau sudah menjadi kebiasaan mirip seperti candu, sehari tidak merokok saja ada perasaan yang kurang. Orang yang sudah kecanduan merokok sangat sulit untuk membuang kebiasaan merokok.

Yang saya khawatirkan dari anak-anak yang sudah mulai merokok adalah tindakan selanjutnya. Saya tidak berbicara soal dampak merokok terhadap kesehatan, itu sudah umum diketahui orang. Yang berbahaya adalah percobaan berikutnya. Setelah merokok, mereka mulai mencoba pengalaman baru untuk mereguk kesenangan yang lain. Narkoba! Ya, narkoba. Berdasarkan pengakuan orang-orang yang terjerat narkoba, mereka juga adalah perokok. Setelah narkoba lalu apa? Minuman beralkohol. Merokok, narkoba, dan minum minuman keras tidak dapat saling dipisahkan, ketiganya saling lengkap melengkapi. Semakin lama anak-anak muda itu semakin terjerumus ke dalam perbuatan yang menghancurkan masa depan mereka sendiri. Kita pun akan kehilangan satu generasi.

Pos ini dipublikasikan di Pendidikan. Tandai permalink.

3 Balasan ke Orangtua Merokok, Anak pun Bisa Menjadi Perokok

  1. Yudha P Sunandar berkata:

    bapak saya merokok, tapi anak2nya tidak. tampaknya kesimpulannya perlu direnungkan ulang.

    • rinaldimunir berkata:

      Memang ada satu dua kasus yang tidak demikian, ayahnya perokok namun anak-anaknya tetap tidak terpengaruh. Namun dari pengamatan yang saya amati secara umum, ayah perokok anaknya juga juga perokok.
      Judulnya saya perbaiki menjadi “Orangtua Merokok, Anak pun Bisa Menjadi Perokok” supaya tidak mispersepsi.🙂

  2. Finni berkata:

    Di Jakarta yang notabene penduduknya amat padat tentu saya lebih sering berpapasan dengan pejalan kaki yang sedang merokok (dan asap rokoknya tertinggal di sepanjangan jalan yang dilalui) daripada yang tidak. Seingat saya di Jepang (atau beberapa kota di Jepang?) Merokok di sepanjang jalan di larang keras karena asapnya mengganggu kenyamanan pejalan kaki lain (terutama yang tidak merokok). Merokok di ruang terbuka mungkin di bolehkah tapi alangkah baiknya si perokok wajib dalam keadaan statis (tidak dinamis) sehingga berkas asap rokoknya tidak memenuhi ruang udara pejalan kaki. Saya lihat yang merokok sepanjangan jalan sangat banyak sehingga makin lama kota Jakarta makin penuh dengan asap rokok bercampur asap kendaraan. (maaf jadi kepanjangan komennya). Semoga para perokok bias memikirkan ini bahwa merokok di udara terbuka kalo sambil bergerak dinamins ya sama juga boong. Tetap menganggu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s