Iklan 3 Menit yang Mengharukan

Saya mendapat tautan video di Internet dari seorang teman. Kisah di dalam video itu sangat mengharukan -bahkan bikin mata jadi mewek alias nangis. Iklan yang dibuat sebuah perusahaan telekomunikasi Thailand itu menceritakan the power of giving (pinjam istilahnya Ustad Yusuf Mansur), bahwa kekuatan memberi itu tidak mengharapkan kembali atau balas jasa. Video iklan ini mendapat apresiasi yang luas di seluruh dunia, karena bahasa visualnya mampu menyentuh lubuk hati yang terdalam.

Dikisahhan dalam video iklan tersebut tentang seorang anak yang kedapatan mencuri obat dari sebuah toko di sebuah pasar yang ramai. Pemilik toko mengejar anak itu dan memintanya untuk mengembalikan obat tadi. Melihat keributan kecil di depan toko obat, seorang bapak penjual makanan (mie ramen) merasa iba. Dia menghampiri anak dan pemilik toko tadi, lalu menanyakan apakah ibunya sakit sehingga dia mencuri obat dari toko. Anak itu mengangguk pelan. Bapak penjual mie ramen lalu membayar obat yang diambil anak tadi. Tidak hanya itu, dia juga meminta anak perempuannya membungkuskan sop ramen dan memberikannya kepada anak tersebut untuk ibunya yang sakit.

Tiga puluh tahun kemudian, ketika sedang melayani pembeli, bapak yang dermawan tersebut tiba-tiba pingsan karena menderita penyakit radang otak. Dia dibawa ke rumah sakit dan harus dioperasi untuk menyelamatkan nyawanya. Namun ongkos operasi sangatlah besar, anak perempuannya tidak sanggup untuk membayar biaya operasi itu. Hampir saja dia menggadaikan warung ramennya untuk membayar ongkos operasi bapaknya.

Di tengah keputus-asaan, sesaat terbangun di samping ayahnya di rumah sakit, anak perempuan itu menemukan secarik kertas yang menyatakan bahwa biaya operasi sudah ditanggung seseorang. Ternyata seseorang yang dermawan itu adalah dokter rumah sakit yang menangani operasi ayahnya. Dokter tersebut merasa kenal dengan bapak yang sakit dan anak perempuannya itu, merekalah yang dulu pernah menolong dirinya ketika dia mencuri obat untuk ibunya sakit. Katanya di dalam surat itu, biaya operasi si bapak sudah dibayar 30 tahun yang lalu, oleh sebotol obat dan sebungkus sop ramen.

Sungguh mengharukan melihat video iklan yang sederhana ini, sarat makna dan sangat menyentuh perasaan. Anda dapat menontonnya di Youtube dengan meng-klik video di bawah ini. Saya suka dengan tagline dalam iklan itu: giving is the best communication.

Pos ini dipublikasikan di Renunganku. Tandai permalink.

9 Balasan ke Iklan 3 Menit yang Mengharukan

  1. asalinmushaffa berkata:

    Reblogged this on asalinmushaffa and commented:
    suka banget…haru…

  2. lazione budy berkata:

    Wonderfull!
    Iklan yang menyentuh.

  3. peta berkata:

    “giving is the best communcation..” :mewek:

  4. Just Atte berkata:

    Keren! Iklan Thailand itu bermakna, ga kayak di Indonesia yang ngutamain sensasi.

  5. Muhammad Bakri berkata:

    Iklan yang mengharukan pak.. It’s true. Giving is the best communication.

  6. Alris berkata:

    Mungkin ini versi lain berbentuk iklan dari kisah nyata yang pernah terjadi di amrik sana, biaya operasi ginjal seorang gadis telah dibayar lunas dengan segelas susu puluhan tahun lalu.
    Iklan perusahaan telekomunkasi Indonesia banyak yang gak masuk akal.

  7. Imron Rosyadi berkata:

    kalo iklan di Indonesia,,, “aku gak punya pulsaaaa…” *gakbangetdeh

    senada dengan iklan rokok, di Indonesia, rokok yang tidak menunjukkan bahaya kanker,impotensi dan gangguan janin. tetapi membengkokkan persepsi masyarkat (terutama generasi muda) dengan gaya hidup perlente, sporty dan gaul.

    semoga segera ada perubahan peradaban di Indonesia ini.
    🙂

  8. galihyudhi berkata:

    Reblogged this on Galih's Personal Blog and commented:
    Sangat bagus dan menyentuh…lebih bermakna dari kebanyakan iklan-iklan di Indonesia…

  9. Ping balik: Pahlawan Tak Dikenal Ada Dimana-mana | Catatanku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s