Berkunjung ke Jepang (Bag. 1): Naik Kereta dari Osaka ke Kanazawa

Seminggu ini saya dan beberapa teman dosen dari STEI-ITB berkunjung ke Jepang untuk melakukan visitasi ke beberapa universitas di sana. Universitas yang dikunjungi antara lain JAIST (Japan Advanced Institute od Science and Technology) di Kanazawa, Tokodai (Tokyo Institute of Technology) di Tokyo, dan Keio University, juga di Tokyo. Tulisan ini saya buat ketika masih berada di Jepang, dan akan saya bagi menjadi beberapa bagian.

Waaah, akhirnya impian saya berkunjung ke negeri matahari terbit itu kesampaian juga. Kami berangkat dengan pesawat Garuda dari Jakarta ke Osaka. Mengapa Osaka dan bukan ke Tokyo? Karena kota Osaka yang terdekat dengan Kanazawa (tempat perguruan tinggi JAIST). Pesawat Garuda dari Jakarta tidak langsung terbang ke Osaka, tetapi transit dulu di Denpasar, Bali. Jadilah kami menunggu di Bandara Ngurah Rai selama 3 jam lebih sebab pesawat berangkat dari Bali ke Osaka pada pukul 00.25 dinihari. Sebagian besar penumpang pesawat ke Osaka adalah turis Jepang yang habis berlibur di Bali.

Waktu tempuh dari Denpasar ke Osaka sekitar 6 jam 50 menit. Pesawat tiba di bandara Kansai Airport (he..he.., kalau di Indonesia Kansai itu nama salah satu merek cat, yaitu Kansai Paint) pukul 9 pagi waktu setempat (waktu di jepang dua jam lebih cepat daripada Jakarta). Bandara Kansai sangat megah, besar, dan modern. Uniknya, Bandara Kansai terletak di pulau buatan, 50 km dari kota Osaka.

Terminal kedatangan di Kansai Airport

Terminal kedatangan di Kansai Airport

Bandara Kansai menyatu dengan stasiun kereta api. Dari stasiun ini kita bisa naik kereta ke kota mana saja di Jepang. Untuk ke pergi ke Kanazawa, kami harus dua kali berganti kereta. Pertama dari Kansai Airport ke stasiun Shin-Osaka dengan kereta ekspres bernama Haruka. Kereta Haruka ini sangat bagus dan nyaman buat wisatawan dadakan kayak saya ini.

Kereta ekspres Haruka

Kereta ekspres Haruka

Narsis di depan KA Haruka di stasiun Kansai.

Narsis di depan KA Haruka di stasiun Kansai.

Stasiun Kansai Airport yang bersih dan nyaman.

Stasiun Kansai Airport yang bersih dan nyaman.

Kereta berjalan sangat cepat melewati pinggiran kota Osaka menuju stasiun Shin-Osaka. Yang “aneh” bagi saya adalah sepanjang jalan yang saya lalui saya jarang sekali melihat penduduk Jepang lalu lalang di luar. Jalanan sepi, jarang terlihat orang, juga tidak terlihat anak-anak bermain. Apa karena hari ini adalah hari libur menyambut festival musim gugur? Tapi kata teman saya yang lama tinggal di Jeoang, suasana sepi seperti ini memang tampak setiap hari, tidak hanya di Osaka tetapi juga di Tokyo. Tidak seperti di negara kita di mana orang-orang berlalu lalang atau duduk-duduk di warung atau nongkrong di pinggir jalan. Di Jepang orang-orang kalau tidak berada di dalam rumah ya bekerja di kantor/pabrik atau belajar di sekolah. Sepeda adalah alat transpor yang sangat banyak saya lihat. Sepeda diparkir di mana-mana tanpa takut dicuri orang.

Saya tidak menemukan warung atau pedagang kaki lima di sepanjang jalan, tetapi yang banyak ditemukan di setiap sudut jalan di Osaka adalah mesin jaja (vending machine) yang menjual minuman tanpa perlu dijaga. Cukup masukkan uang ke dalam mesin, pilih minuman, dan tekan tombol minuman yang kita inginkan.

Mesin jaja yang menjual minuman.

Mesin jaja yang menjual minuman.

Mesin jaja lainnya

Mesin jaja lainnya

Kami sampai di stasiun Shin-Osaka tiga jam kemudian. Di stasiun ini ramai dengan orang yang berdatangan dari mana-mana dengan kereta yang lain. Berhubung hari sudah siang, kami membeli nasi kotak yang disebut bento di sebuah kedai di dalam stasiun.

Kedai yang menjual bento.

Kedai yang menjual bento.

Duhhh… nasi kotak yang dijual di kedai ini sangat menawan dan sedap dipandang mata, penuh warna-warni. Kotaknya saja sudah bagus dan artistik, apalagi isinya. Aneka macam nasi, lauk pauk, dan sayur disusun dengan cita rasa seni yang tinggi. Bagi anda yang muslim harus hati-hati memilih menu bento, sebab ada menu bento yang mengandung pork. Untuk amannya, saya memilih nasi kotak bento yang lauknya sea food. Nasi kotak bento itu harganya tidak murah juga. Yang saya beli harganya 800 Yen atau hampir seratus ribu rupiah kalau di-kurs (1 Yen = Rp114).

Menu nasi bento yang saya beli.

Menu nasi bento yang saya beli.

Nasi bento yang ini sungguh sehat sebab tanpa minyak goreng (semua sayuran dan lauk serba dikukus). Setelah membeli bento, kami menunggu kedatangan kereta Thunderbird. Kereta ini yang akan membawa kami ke stasiun Komatsu di Kanazawa.

Kereta Thunderbird

Kereta Thunderbird

Semua tiket kereta api itu kami beli di stasiun Kansai Airport. Total harga tiket dua kereta api itu adalah 9500 yen, atau sejuta rupiah lebih. Bagi orang Jepang harga tiket kereta itu tergolong mahal, apalagi bagi saya sangat sangat mahal. Masa naik kereta api saja sejuta rupiah? Ha..ha..ha…

Setelah melewati sawah-sawah, desa-desa, dan menyusuri terowongan di bukit-bukit kami pun sampai di stasiun Komatsu di Kanazawa. Cerita selanjutnya akan diteruskan pada Bagian kedua.

Pos ini dipublikasikan di Cerita perjalanan. Tandai permalink.

5 Balasan ke Berkunjung ke Jepang (Bag. 1): Naik Kereta dari Osaka ke Kanazawa

  1. Wah,mupeng,pak rinaldi. Do’akan saya semoga bisa menyusul ke jepang,nggih,pak

  2. Catra berkata:

    ditunggu kelanjutan cerita nya pak.. sangat informatif sekal.. terutama untuk mass rapid transportasi nya

    anyway, anak2 disana maen2 nya gimana ya, gak menikmati bgt maen layangan di pinggir jalan. hehehe

  3. Jayus Karnedi berkata:

    Semoga perjalanannya menyenangkan Rinaldi..

  4. ceritariyanti berkata:

    Sebenarnya untuk transportasi bisa lebih murah walaupun mungkin waktunya jadi lebih lama, karena Bapak menggunakan yang limited express/express jadinya mahal🙂 ketika di Jepang saya menggunakan hyperdia.com untuk membantu perjalanan.

  5. hernawati berkata:

    salam kenal pak…sy hernawati …saya senang membaca cerita bapak ttg perjalanan bapak ke jepang..#terimakasih telah sharing pengalamannya pak..:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s