Berkunjung ke Jepang (Bag. 2): Ke JAIST Merajut Kolaborasi

Jadi, tujuan utama kami ke Jepang adalah untuk membalas kunjungan rombongan fakultas School of Information Science JAIST (Japan Advanced Institute of Science and Technology) bulan April yang lalu. JAIST mengajak fakultas STEI-ITB untuk membangun kerjasama dalam bidang penelitian dan pendidikan. Dalam bidang pendidikan antara lain pertukaran mahasiswa antara ITB dengan JAIST (mahasiswa S2/S3 STEI-ITB dapat mengambil dual-degree di JAIST, begitu pula sebaliknya). Dalam bidang penelitian antara lain kerjasama riset antara kedua institusi, visiting professor, dan kerjasama konferensi ilmiah internasional.

Kampus JAIST (Sumber: www.jaist.ac.jp)

Kampus JAIST (Sumber: http://www.jaist.ac.jp)

FYI, JAIST itu sebenarnya perguruan tinggi yang relatif baru, dibangun pada tahun 1990. JAIST sering dianggap sebagai cara Jepang untuk “menyaingi” Korea dalam bidang pendidikan berbasis riset S2 dan S3. Ingat JAIST ingat KAIST (hanya beda J dan K). Ya, di Korea Selatan terdapat perguruan tinggi sains dan teknik ternama yaitu Korean Adcanced Institute of Science and Technology (KAIST). Saya dan rombongan dari ITB sudah berkunjung ke KAIST pada tahun lalu dalam rangka studi banding program S2 Keamanan Informasi di ITB (baca pengalaman saya berkunjung ke Korea University dan KAIST).

JAIST terletak di perfektur (semacam Propinsi) Ishikawa. Ibukota perfektur Ishikawa adakah Kanazawa. Nah, kampus JAIST terletak di kota kecil bernama Nomi, di selatan kota Kanazawa. Dari stasiun Komatsu kami naik taksi ke kampus JAIST. Ongkos taksinya (pakai argometer) adalah sekitar 6000 Yen (hi..hi..hi, mahal juga ya), padahal jarak tempuh stasiun Komatsu dengan Nomi hanya sekitar setengah jam. Kami sampai di JAIST pada sore hari. Lihat, daun-daun pohon maple dan pohon sakura sudah mulai memerah, pertanda musim gugur (autumn) sudah dimulai di Jepang.

Awal musim gugur (autumn) di Jepang. Daun-daun pohon maple dan  sakura sudah mulai memerah di kampus JAIST

Awal musim gugur (autumn) di Jepang. Daun-daun pohon maple dan sakura sudah mulai memerah di kampus JAIST

Foto narsis dengan Bu Hira dan Prof. Suwarno (Dekan STEI-ITB)

Foto narsis dengan Bu Hira dan Prof. Suwarno (Dekan STEI-ITB)

Fakultas di JAIST yang bersesuaian dengan kami di STEI adalah School of Information Science. Ke fakultas inilah kami berkunjung dan diterima oleh Dekannya bernama Prof. Tetsuo Asano.

School of Information Science, JAIST.

School of Information Science, JAIST.

Beberapa mahsisiswa JAIST sedang berjalan.

Beberapa mahsisiswa JAIST sedang berjalan.

Dekan STEI-ITB dan Prof Tetsuo Asano sedang berbincang.

Dekan STEI-ITB dan Prof Tetsuo Asano sedang berbincang.

Kampus JAIST terlihat sangat sepi, jarang terlihat mahasiswa lalu lalang seperti di kampus tanah air. Mungkin karena di sana tidak ada mahasiswa program S1 di JAIST, semuanya adalah mahasiswa S2 dan S3 dari berbagai negara (80% asal Jepang, selebihnya dari berbagai negara di dunia). Kalau ada mahasiswa S1 pasti ramai ya. Oh ya, kalau sudah berada di JAIST ya harus siap hidup menyepi jauh dari keramaian kota karena kampusnya terletak di pinggir hutan sub-tropis

Ini beberapa sudut lain kampus JAIST:

DSCF0917

Pohon-pohon maple dan sakura sepanjang jalan kampus yang sedang memerah daunnya di awal musim gugur.

Pohon-pohon maple dan sakura sepanjang jalan kampus yang sedang memerah daunnya di awal musim gugur.

Kantin Yu Yu di dalam kampus.

Kantin Yu Yu di dalam kampus.

Makan siang dulu di kantin Yu Yu dengan menu Jepang. Nasinya enak seperti di restoran HHB di Indonesia.

Makan siang dulu di kantin Yu Yu dengan menu Jepang. Nasinya enak seperti di restoran HHB di Indonesia.

Pemandangan kampus JAIST dari atas.

Pemandangan kampus JAIST dari atas gedung fakuktas Information Science.

Di dalam kampus terdapat asrama mahasiswa dan flat (apartemen) tempat tinggal para dosen serta keluarganya. Mobil-mobil mereka diparkir berjajar di luar.

Flat tempat tinggal dosen. Tampak di latar belakang hutan. Katanya beruang hitam pernah keluar hutan dan masuk ke kampus JAIST

Flat tempat tinggal dosen. Tampak di latar belakang hutan. Katanya beruang hitam pernah keluar hutan dan masuk ke kampus JAIST

Flat dosen JAIST

Flat dosen JAIST

Di fakultas School of Information Science itu saya berjumpa dengan orang hebat Indonesia yang menjadi Associate Assistant Professor di sana. Siapa lagi kalau bukan Dr. Khoirul Anwar, si penemu teknik Standard International ITU untuk tkenologi 4G LTE. Khoirul pernah muncul dalam acara Kick Andy di Metro TV beberapa waktu yang lalu. Dia adalah alumni Teknik Elektro ITB. S2 dan S3-nya di Nara Institute of Technology (NAIST), di Jepang juga.

Kami bertemu Khoirul di labnya (Computer Systems and Networks Group). Di bawah ini beberapa fotonya.

Foto bersama di dalam lab-nya pak Khoirul Anwar.

Foto bersama di dalam lab-nya pak Khoirul Anwar.

Sudut-sudut lab Pak Khoirul. Mahasiswa S2 dan S3 mendapat ruangan sendiri.

Sudut-sudut lab Pak Khoirul. Mahasiswa S2 dan S3 mendapat ruangan sendiri.

Bertemu Rahmi Youwan (mahasiswa Informatika ITB angkatan 2010) dan Ridwan (S2 IF-ITB) yang mendapat kesempatan magang di JAIST selama 1 bulan dan 2 bulan.

Bertemu Rahmi Youwan (mahasiswa Informatika ITB angkatan 2010) dan Ridwan (S2 IF-ITB) yang mendapat kesempatan magang di JAIST selama 1 bulan dan 2 bulan.

Hari sudah menjelang sore, kami pun pamit dari lab Pak Khoirul. Tulisan selanjutnya dilanjutkan besok.

Pos ini dipublikasikan di Cerita perjalanan. Tandai permalink.

7 Balasan ke Berkunjung ke Jepang (Bag. 2): Ke JAIST Merajut Kolaborasi

  1. agus berkata:

    informasi yg sngt bagus (STEI-ITB akan buka dual degree dg JAIST untuk mhs S2/S3). Pak Rinaldi, S2/S3 dual degree ini kpn mulai pembukaannya, syaratnya apa sj ya ? Skemanya bgm ? Untuk S3, apk 1 thn di ITB kemudian 2 thn di JAIST ? Apk hal yg sama (dual degree ini) akan dibuka jg anatara STEI-ITB dg Tokodai (Tokyo Tech), atau dg Todai (Univ Tokyo) ? Trm ksh.

  2. Eko Yuniarsyah berkata:

    Koreksi pak Munir, kalau dilihat web-nya JAIST, Dr. Khoirul Anwar masih Assistant Professor, belum associate.

  3. Garien berkata:

    Maaf pak Rinaldi, apk STEI sdh buka dual degree dg JAIST ?
    Sbg informasi, S3 elektro FT UI sdh meluluskan doktor dual degree dg shizuoka-university.
    ini link-nya : http://www.ui.ac.id/berita/ft-ui-cetak-dua-doktor-double-degree-pertama-kerja-sama-ui-shizuoka-university.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s