Trias Corruptica = Execu-thieves + Legisla-thieves + Judica-thieves

Judul tulisan di atas adalah lontaran Budiarto Shambazy, seorang wartawan harian nasional, yang merupakan plesetan dari asas pemisahan kekuasaan yang sangat terkenal, trias politica. Trias politica itu ada tiga unsur, yaitu kekuasaan eksekutif (executives), kekuasaan legislatif (legislatives), dan kekuasaan yudikatif (judicatives).

Saat ini Indonesia mengalami krisis moral pada ketiga pemegang kekuasaan tadi. Pemegang kekuasaan eksekutif seperti bupati, walikota, gubernur, bahkan juga menteri sudah banyak terlibat kasus korupsi. Anggota DPR atau DPRD yang duduk di lembaga lesgislatif sudah tidak terbilang ditangkap lalu diadili karena kasus korupsi. Sudah berapa banyak para hakim dan jaksa –yang dianggap sebagai “wakil Tuhan” di bumi dalam menegakkan keadilan– dari lembaga yudikatif yang harus masuk bui karena menerima uang suap dari pihak yang terlibat perkara. Kasus terakhir yang mengguncang negeri ini adalah penangkapan Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mokhtar, yang tertangkap tangan menerima uang suap dari peserta Pemilukada.

Mereka-mereka yang terlibat korupsi itu pantas disebut pencuri (mencuri = thieve). Mereka memperkaya diri sendiri dengan mengambil uang negara (yang notabene uang rakyat) atau menyalahgunakan wewenang dan kedudukannya dengan menerima uang sehingga berlaku tidak adil dalam megambil keputusan yang terkait dengan jabatannya. Maka, plesetan trias politica menjadi trias corruptica adalah sebuah ironi yang ada benarnya. Executive diplesetkan menjadi execu-thieves, legislative menjadi legisla-thieves, judicative menjadi yudica-thieves.

Sungguh, kepercayaan masyarakat kepada ketiga lembaga pemegang kekuasaan itu mencapai titik nadir. Kita kehabisan kata-kata untuk berbicara setelah lembaga peradilan sebagai sandaran terahkir untuk mencari keadilan dan penegakan hukum ternyata bagian dari masalah korupsi itu sendiri.

Entah mau dibawa kemana negeri ini dengan banyaknya kasus korupsi yang sudah mendarah daging. Untung saja masih lebih banyak orang yang baik dan bersih di negeri. Masih ada harapan.

Pos ini dipublikasikan di Indonesiaku. Tandai permalink.

2 Balasan ke Trias Corruptica = Execu-thieves + Legisla-thieves + Judica-thieves

  1. Innalillahi wa inna ilaihi ra’jiun.. padahal beliau belum lama menjabat sebagai ketua MK, ya, Pak..

  2. Muhammad Bakri berkata:

    Integritas itu sudah hilang pak. Berganti menjadi oportunis dan serakah. Kalau dilihat dari tunjangan mereka, sebenarnya sudah bisa dikatakan hidup mewah. Tapi sekali lagi iblis menggoda hati yang lemah. Apalagi terlembagakan, mudah sekali untuk mencuri. Maksudnya pencurian itu sudah diatur dalam undang-undang. Bagaimana caranya supaya bisa mencuri dengan cara halus dan cerdas. Astagfirullah. Hanya bisa istigfar pak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s