Pak Rasidi dan Purnabaktinya

Akhir bulan Oktober 2013 ini Pak Rasidi akan memasuki masa purnabakti di Informatika ITB, setelah mengabdi selama 23 tahun di Informatika (mulai ditugaskan di TU-IF sejak tahun 1990). Siapa mahasiswa Informatika ITB (IF-ITB) yang tidak kenal dengan pegawai Tata Usaha Informatika yang satu ini? Hampir semua mahasiswa IF-ITB pernah berurusan dengan beliau, terutama urusan surat menyurat. Mulai dari surat pengantar kerja praktek, surat keterangan sebagai mahasiswa IF-ITB, sampai urusan seminar dan sidang Tugas Akhir.

Pak Rasidi di depan meja kerjanya.

Pak Rasidi di depan meja kerjanya.

Pak Rasidi bukan sembarang pegawai TU, dia sangat baik bahkan terlalu baik kepada mahasiswa. Saking baiknya sehingga seringkali dia yang menelpon mahasiswa bila ada surat yang masuk untuk mahasiswa tersebut. Dia tidak pernah marah dan selalu sabar melayani permintaan mahasiswa yang malah tidak sabaran dan terkadang menganggap remeh pegawai TU. Kita semua membutuhkan pegawai TU. Tanpa kehadiran pegawai TU, mahasiswa tidak mungkin bisa menjadi sarjana. Siapa yang akan mengurus urusan adminstratif Anda di kampus? Begitu juga, tanpa pegawai TU urusan perkuliahan dan kenaikan pangkat dosen tidak mungkin dapat terlaksana dengan baik. Kita manusia semua saling membutuhkan satu sama lain.

Kembali ke cerita tentang Pak Rasidi. Satu kata untuk Pak Rasidi adalah: dedikasi. Dedikasi, kesabaran dan kebaikannya tidak akan pernah dilupakan mahasiswa kami. Masa-masa peak season adalah menjelang seminar dan sidang Tugas Akhir. Jika masuk peak season, Pak Rasidi sampai perlu lembur hingga pukul 12 malam di kampus untuk menyiapkan semua berkas untuk sidang. Sendirian di kantor. Kadang-kadang dosen penguji memberitahukan secara mendadak kalau tidak bisa menguji, maka Pak Rasidi harus menelpon malam-malam itu mencari dosen pengganti. Kadang-kadang jadwal sidang yang harus diubah karena permintaan dosen, maka Pak Rasidi menelpon mahasiswa memberitahukan perubahan itu.

Pernah suatu waktu setelah peak season Pak Rasidi tidak masuk beberapa hari. Sakit. Karena sering duduk dan menahan buang air kecil (toilet di kampus dikunci pada malam hari), maka Pak Rasidi mengalami encok dan saraf kejepit. Dia sampai susah untuk duduk dan harus diterapi beberapa kali sampai pulih kembali.

Namun alam tetaplah fana. Sebagaimana manusia lain umumnya, Pak Rasidi tidak bisa melawan kehendak alam. Setiap orang akan menua dan pada waktunya tiba ia harus menyingkir dari panggung kehidupan, digantikan oleh tenaga yang lebih muda. Pak Rasidi akan memasuki masa purnabakti dari kampus ITB, menikmati hidup barunya dengan tenang dan jauh dari rutinitas kampus yang tidak pernah berhenti beraktivitas.

Klik video di Youtube yang berisi penuturan Pak Rasidi ketika diwawancarai satu tahun menjelang masa purnabaktinya.

Pos ini dipublikasikan di Seputar Informatika. Tandai permalink.

12 Balasan ke Pak Rasidi dan Purnabaktinya

  1. afaizn berkata:

    Terima kasih Pak Rasidi atas jasa-jasanya
    maaf sudah banyak merepotkan selama ini

  2. Ismail Sunni berkata:

    All hail Pak Rasidi, HAIL….
    *pernah disms gara-gara nulis alamat kurang jelas🙂

  3. uchenk berkata:

    terimakasih pak rasidi..
    bapak bak pelita,
    penerang dalam gulita,
    jasamu tiada tara..

  4. 4ddie berkata:

    Terima Kasih Pak Rasidi,..
    mohon maaf telah banyak merepotkan 10 tahun lalu.
    btw, Pak Rasidi sudah kelihatan menua skr.

  5. otidh berkata:

    Jadi ingat dulu Pak Rasidi mau menunggu saya mengumpulkan buku TA sampai menjelang waktu maghrib karena dosen pembimbing baru bisa menandatangani buku setelah selesai kuliah jam 5.🙂

  6. Wah berarti saya masuk batch terakhir yang mengurus wisuda ke Pak Rasidi🙂

  7. Sentosa Traveler berkata:

    Terima Kasih Pak Rasidi

  8. si uman berkata:

    Wah, Pak Rasidi ternyata pensiun Oktober ini ya Pak, berarti bareng dengan Pak Ade (TU S2 IF) ya Pak😀

  9. rosa berkata:

    Terima kasih banyak Pak Rasidi, Pak Ade…. saya termasuk mahasiswa yang banyak kali merepotkan Bapak-bapak ini. Semoga selalu diberikan kebahagiaan olehNya di masa purnabakti mereka. Aamiin.

  10. dedy sutomo berkata:

    Love U full, Pak Rasidi, Jasamu tak pernah akan terlupa bagi kami🙂

  11. Terima kasih atas bantuannya selama mengurusi kami selama kuliah di IF.

  12. anwari berkata:

    Ah, Pak Rasidi pensiun. Jadi ga ada temen bercanda kalau lagi ada perlu di TU lagi deh. Selamat beristirahat Pak Rasidi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s