Bapak Pemotong Rumput Datang Lagi

Ketika saya akan mengantarkan anak ke sekolah, seorang mamang pemotong rumput tiba-tiba nongol dan menawarkan jasanya untuk memotong rumput halaman rumah saya. “Potong, Pak?”, tanyanya. Saya melihat sekilas ke halaman, sebenarnya rumput di halaman belum terlalu panjang, kira-kira masih sebulan lagilah baru akan dipotong dan dibersihkan. Namun, saya pikir mungkin si mamang sedang membutuhkan uang sehingga dia datang untuk menawarkan jasanya membersihkan dan memotong rumput. Tahun lalu dia juga pernah datang memotong rumput, dan sekarang dia datang lagi.

Sebenarnya yang biasa memotong rumput adalah Mang Dhana, tukang beca langganan anak saya yang menjemputnya setiap kali pulang sekolah. Tapi kali ini urusan potong rumput saya berikan kepada mamang yang barusan. Tidak apalah bagi-bagi rezeki antara Mang Dhana dan mamang yang barusan. Dua-duanya orang kecil yang mencari pekerjaan secara halal, tidak mau mengemis, tidak mau mencuri. Kalau bukan kita yang membantu dengan memberinya pekerjaan, lalu siapa lagi?

Setelah sepakat dengan harganya, dia mulai mengeluarkan sabitnya. Cret..cret…cret.. rumput di halaman rumah saya yang tidak terlalu luas itu dipotongnya dengan gunting rumput yang tajam. Lihat, bajunya sama persis seperti tahun lalu ketika dia datang memotong rumput.

Rumput 1

Dia bekerja dengan tekun dalam diam. Rumput liar yang tumbuh disela-sela rumput manila dia cabut dan dia bersihkan. Dahan pohon yang sudah layu dia potong. Bunga-bunga dia bersihkan dari tanaman pengganggu.

Rumput 2

Setelah dua jam lebih merumput, pekerjaannya selesai. Hasilnya rapi dan saya pun puas memandang rumput di halaman yang sekarang bersih dan rapi lagi.

Rumput 3

****************

Si mamang memotong rumput ketika media ramai-ramai memberitakan kasus penangkapan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yang tertangkap tangan menerima uang suap. Jumlah uang suap yang diterimanya sekitar 3 milyar rupiah. Tiga milyar? Jumlah yang sangat-sangat besar bagi kebanyakan orang Indonesia. Kurang apa lagi gaji Ketua MK itu, per bulannya dia sudah mendapat gaji pokok 30-40 juta rupiah, belum lagi jika ditambah dengan tunjangan-tunjangan lain yang bila ditotal bisa mencapai 50 juta lebih per bulan. Sudah gajinya besar, korupsi lagi. Sementara orang kecil seperti Mang Dhana dan mamang pemotong rumput itu harus berkeringat luar biasa untuk mendapatkan uang tiga puluh ribu rupiah untuk memotong rumput halaman rumah saya.

Sungguh menyakitkan bagi orang kecil, mereka banting tulang siang malam untuk mencari uang yang tidak seberapa, sementara pejabat rakus mendapat uang dengan mudah dengan cara korupsi. Namun percayalah, si mamang memperoleh rezekinya dengan halal, sedangkan pejabat rakus meskipun hasil korupsinya besar namun hartanya tidak barokah karena haram cara mendapatkannya. Biarlah sedikit yang penting barokah.

.

Pos ini dipublikasikan di Romantika kehidupan. Tandai permalink.

3 Balasan ke Bapak Pemotong Rumput Datang Lagi

  1. Tulisan bapak selalu mengajak orang u/ merenung dan mensyukuri atas nikmatNya.😀

  2. lazione budy berkata:

    Di perumahanku, tukang potong rumput sudah disediakan oleh pengembang. Tiap 2-4 minggu sekali datang dan mereka akan memotong rumput yang sudah tinggi. Gratis.

    Yang MK itu emang gila.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s