Si Singa Udara (Li*n Air) yang Bikin Keki

Membaca berita penumpang Lion Air jurusan Jakarta – Padang yang terkatung-katung di bandara Cengkareng karena penundaan yang sangat kelewatan (12 jam), membuat saya teringat pengalaman naik maskapai yang sama dua minggu lalu. Waktu itu saat peak season sebab bertepatan dengan long weekend libur Idul Adha (libur 4 hari dari Sabtu sampai Selasa).

Pesawat saya rencananya akan berangkat pukul 05.00 pagi. Dari Bandung saya naik bis Primajasa pukul 01.15 dan sampai di bandara Cengkareng pukul 03.45. Waahh, pagi buta itu bandara sangat padat dengan orang-orang yang akan bepergian liburan Idul Adha. Untuk masuk ruang chek-in saja antrianya luar biasa panjang.

Saya sampai di konter antrian pukul 04.00. Setelah menunggu 15 menit akhirnya saya sampai di depan konter. Petugas menanyakan kepada saya apakah saya sudah chek-in. Pertanyaan yang aneh, lha ini saya mau chek-in. Dia berdiskusi dengan temannya di sebelah, lalu kembali lagi kepada saya dan mengtakan bahwa pesawat sudah boarding dan chek-in ke tujuan saja sudah ditutup.

Apa? Sudah tutup? Ini kan masih 45 menit lagi, masih lama. Aturannya kan 30 menit sebelum boarding maka konter chek-in ditutup. Saya komplain dan tidak terima. Saya diarahkan ke petugas di kantor duty manager. Petugas di sana tetap tidak bisa melakukan chek-in kepada saya. Alasannya pesawat sudah boarding. Boarding dipercepat satu jam sebelumnya untuk menghindari antrian pesawat lepas landas berhubung hari itu peak season. Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng memang sudah over load, baik jumlah penumpang maupun jumlah penerbangan yang pergi dan datang, sehingga untuk lepas landas saja pesawat harus antri lama.

Baik, saya paham tentang antrian pesawat yang lama untuk lepas landas itu. Masalahnya, saya dan penumpang lain yang gagal terbang tidak diberitahu kalau chek-in dan boarding dipercepat. Salah saya juga sih kenapa datang satu jam sebelumnya, bukan dua jam sebelum berangkat seperti tertera di tiket. Tetapi menurut saya Lion Air juga salah, mengapa mereka tidak memberitahukan bahwa chek-in dipercepat, misalnya melalui SMS. Untuk apa gunanya nomor telpon calon penumpang diminta saat pembelian bila bukan untuk pemberitahuan jika ada hal mendadak. Dalam hal ini Sriwijaya Air patut dicontoh, maskapai ini selalu memberitahukan kepada calon penumpang apabila ada hal mendadak seperti penundaan terbang.

Setelah cukup lama komplain, saya diberikan solusi untuk terbang dengan pesawat sore, yaitu pukul 18.00. Semua jadwal penerbangan setelah jam 5 pagi sudah penuh, yang tersisa kosong hanya yang jam 18.00. Tidak ada pilihan lain, saya terpaksa menerimanya karena tidak ingin mengecewakan orang di kota tujuan jika saya tidak datang. Memang acara saya Sabtu siang di sana menjadi batal karena penundaan ini, tetapi setidaknya saya masih bisa bertemu pada hari Minggu.

Untung saja tiket saya tidak hangus dan tidak ada penambahan biaya dengan pemindahan ke jam 18.00 itu, tetapi menunggu selama 12 jam lagi bagi saya sangat lama dan sangat berat, karena kondisi badan saya saat itu sedang drop (sakit flu). Menunggu di lounge selama 12 jam tidak memungkinkan bagi saya, maka dengan berat hati saya mencari hotel di dalam bandara untuk beristirahat di dalam kamar sampai menunggu jam 18.00. Terpaksa deh keluar uang lima ratus ribu lebih untuk istirahat selama beberapa jam saja di hotel bandara.

Sungguh saya menyesalkan cara kerja maskapai singa udara ini. Saya sangat dirugikan. Tidak hanya saya, banyak juga penumpang lain dengan tujuan berbeda gagal terbang meskipun masih satu jam sebelum waktunya pesawat berangkat. Ada yang bilang ini trik si singa udara untuk menjual kursi penumpang dengan alasan telat chek-in. Nggak ngerti saya. Ada yang bilang kasus-kasus delay Lion Air disebabkan ekspansi Lion Air yang meningkat pesat tidak diimbangi dengan peningkatan infrastruktur bandara dan kemampuan manajerial maskapai. Jadi deh begini akibatnya.

Sayangnya pilihan naik pesawat tidak banyak, si singa udara masih tetap saja dipilih karena pilihan lain pada jam yang diinginkan tidak banyak tersedia. Lion Air adalah maskapai dengan frekuensi penerbangan paling banyak dan tujuan kota-kota yang mencakup hampir semua kota di tanah air, karena itu calon penumpang mau tidak mau memilih maskapai ini. Meskipun banyak kasus-kasus delay yang terjadi pada si singa udara, namun orang-orang tetap saja memilihnya, suka atau tidak suka, karena pilihan yang ada sangat terbatas.

Pos ini dipublikasikan di Pengalamanku. Tandai permalink.

4 Balasan ke Si Singa Udara (Li*n Air) yang Bikin Keki

  1. Andre berkata:

    iya saya juga pernah alami

  2. bocah petualang berkata:

    Sebenarnya ga semua juga salah si singa, infrastruktur udara kita memang sudah tidak memadai. Mungkin perlu dipertimbangkan utk membuka bandara 24 jam di beberapa kota dengan frekuensi penerbangan yg sangat padat.

  3. Yahya berkata:

    Saya juga mengalaminya 2 mingu lalu, sesuai waktu yg tercantum pd tiket Lion Air jakarta ke Gorontalo tepatnya tanggal 9 Oktober 2013, catatan dr travel pkl 04.00 ceck in dan take off pkl 05.00, saya ikut antri pkl 04.00 di meja nomor 20, tiba giliran saya, kata petugasnya sdh close, saya diarahkan ke meja 12, saya ikuti, saya serahkan tiket dan hanya diberi catatan 04.20 dan ada kode lain saya tdk paham, kemudian saya diarahkan oleh petugas LIOn Air ke counter rescedule, ternyata banyak juga yg antri masalah yg sama, saya dijadualkan pada hari berikutnya, kamis 10 Oktober 2013 jam yg sama dan tdk ada penambhan biaya, tapi persoalannya menunggu seharian, pulang ke jakarta, biaya penginapan tangung sendir, setelah cari info ternyata hari rabu itu semua penerbangan ke gorontalo sdh terisi saya curiga tiket atau seat saya digunakan atau dijual kpd org lain, saya mengadu kpd siapa petugas lion air cuek semuanya, seolah olah kesalahan pada penumpang

  4. liamarta berkata:

    Saya juga pernah pak, sehari sebelum keberangkatan diinformasikan bahwa jadwal penerbangan yang saya pilih (jam 6 pagi, PKU-BTH) dicancel dan saya diminta reschedule ke jam 10 pagi. Padahal waktu itu saya mau menghadiri acara pernikahan sahabat saya, tapi karena jadwal direschedule saya jadinya terlambat datangšŸ˜¦

    Tapi ya maskapai ini bisa dibilang masih ramai peminat karena mereka termasuk maskapai dengan harga yang affordable dan pilihan jadwal yang lumayan banyak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s