Trotoar Ramah Tuna Netra

Di beberapa ruas jalan di kota Bandung saat ini sedang ada pembangunan trotoar (jalur pedesterian) yang ramah bagi penyandang tunanetra.

Ubin-ubin di trotoar diganti lalu dipasang ubin penanda khusus bagi penyandang tunanetra yang berjalan kaki dengan alat bantu tongkat. Warnanya kuning dan ada karakter timbul seperti huruf braille. Di bawah ini foto ubin trotoar yang baru dipasang di Jalan Ganesha (depan Kampus ITB).

231020133608

231020133607

Saya tahu itu ubin khusus untuk kaum tunanetra ketika saya berkunjung ke Tokyo (Jepang) bulan lalu. Di sana saya melihat semua jalur pedestrian selalu ada ubin kuning ini. Saya sempat heran ini untuk apa maksudnya, ternyata baru tahu itu untuk kaum tunanetra sebagai pandaun dalam berjalan kaki.

Belum semua trotoar jalan di kota Bandung memasang penanda khusus buat kaum tunanetra itu. Saya baru melihat di Jalan Ganesha dan Jalan Cibatu (Antapani). Mudah-mudahan semua jalan memiliki jalur penanda ini sehingga kota Bandung ramah bagi penyandang cacat fisik sepeti kaum tunanetra itu.

Pos ini dipublikasikan di Seputar Bandung. Tandai permalink.

5 Balasan ke Trotoar Ramah Tuna Netra

  1. masya allah, Pak.. saya baru tahu ubin kuning itu buat tuna netra, padahal udah pernah ngeliat sebelumnyaa🙂

  2. Urang Bandung berkata:

    Pak, sekali-sekali coba Pak Rin pergi ke ujung masuk jalan Cihampelas yang ada pertigaan ke arang Ciumbuleuit. Coba Pak Rin lihat ubin tuna netra ini di jalan Cihampelas sebelah kanan jalan. Adik saya tertawa2 melihat ketidakseriusan pemkot memasang ubin ini cuma sebagai formalitas belaka, karena tiba2 tiang listrik ada pas di tengah2 jalur ubin ini. Bagaimana ya kalau memang ada penyandang tuna netra berjalan lalu tiba2 braaak! menabrak tiang listrik?

    Kalau sempat ke sana, foto ya Pak, biar disebar di media internet ini.🙂
    (Moga2 sudah diperbaiki)

  3. ed sumardi berkata:

    Bener pak, pada umumnya di setiap trotoar di setiap ruas jalan tokyo, umumnya jalan-jalan utama mempunyai panduan untuk tunanetra tersebut. Sebegitu seriusnya mereka, kalau saya perhatikan, jika ada perbaikan atau pekerjaan yang menyita ruang pejalan kaki, petugasnya tetap mengadakannya dalam bentuk portable berbahan karet. Petugas jaga juga selalu siap membantu jikalau ada tunanetra yang akan melewatinya,.. 24 jam!

  4. Ping balik: She Sketches Soul

  5. Ping balik: Pedesterian yang Ramah | Catatanku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s