Kesurupan dan Pesan dari Akhirat

Saya sudah sering membaca berita orang kesurupan karena diganggu mahkluk halus. Namun kali ini kesurupan atau kerasukan itu terjadi di lingkungan tetangga saya. Percaya atau tidak, namun itulah yang terjadi. Meskipun dunia medis atau dunia sains tidak mempercayai fenomena kesurupan itu karena secara akal sehat sukar dicerna, namun kenyataannya memang ada, dan kali ini terjadi di lingkungan kompleks saya tinggal.

Dua hari yang lalu pembantu di rumah tetangga, sebut saja namanya Bi Imas, tiba-tiba tubuhnya dimasuki makhluk halus. Tidak tahu makhluk halus itu siapa, entah jin entah setan. Waktu itu Bi Imas sedang menyapu daun-daun di bawah pohon besar di depan rumah majikannya. Dia berkerja sambil melamun karena ada masalah dengan majikannya, dan biasanya makhluk halus itu mengganggu orang yang sedang labil jiwanya. Tiba-tiba Bi Imas merasa pundaknya sangat berat seperti ditindih seseorang. Lalu apa yang aneh bin ajaib pun terjadi. Tiba-tiba dia menjerit-jerit, berteriak-teriak, dan berguling-guling di jalan.

Cerita belum selesai sampai di situ. “Bi Imas” bertingkah aneh-aneh, kadang dia merangkak seperti buaya, kadang mengaum seperti macan, kadang tertawa hi..hi..hi… seperti cerita-cerita film hantu yang ada di TV. Suaranya pun bukan suara Bi Imas yang asli, tetapi suara orang lain. Pembantu di rumah saya berinisiatif membacakan ayat-ayat Al-Quran ke telinga “Bi Imas” supaya makhluk halus itu pergi. Apa yang terjadi? Makhluk halus di dalam tubuh Imas itu berteriak-teriak begini: “panaass… panaass…, jangan baca Quran lagi”, begitu katanya.

Pembantu rumah saya menginterogasi siapa makhluk halus yang masuk ke dalam tubuh Bi Imas itu. “Bi Imas” menjawab bahwa dia adalah roh orang yang mati bunuh diri di rumah paling pojok. Memang dahulu di rumah pojok ada pembantu yang mati karena bunuh diri. Pemilik rumah pojok itu pindah dan menjual rumahnya, namun berbulan-bulan rumah itu tidak laku-laku karena calon pembeli takut mendengar cerita “horor” tersebut, apalagi berkembang cerita ada penampakan di sana. Sampai suatu hari ada orang Cina yang membeli rumah itu, sebelum akhirnya dibeli lagi oleh orang yang tinggal sekarang. Nah, pembantu yang mati bunuh diri itu rohnya berdiam diri di pohon besar di pojok jalan. Semua cerita tersebut disampaikan melalui mulut “Bi Imas”. Saya agak kurang percaya apa benar roh orang yang bunuh diri masih gentanyangan di dunia, sebab setahu saya orang yang sudah meninggal itu rohnya kembali ke alam ruh. Saya yakin itu adalah jin atau setan yang menyerupai atau mengaku-aku sebagai roh pembantu yang meninggal bunuh diri dulu.

Makhluk halus di dalam tubuh Bi Imas itu bercerita dia ingin “pulang” ke akhirat, tetapi rohnya ditolak di sana karena dia mati bunuh diri. Di Akhirat ditolak, di dunia juga tidak diterima, begitu katanya. Akhirnya dia menghuni pohon besar di depan rumah pojok. Katanya pula, dia suka “mengganggu” orang di rumah pojok itu, tempat dulu dia tinggal, tetapi tidak berhasil, sebab penghuni rumah pojok itu rajin mengaji dan sholat malam. Akhirnya dia mendatangi rumah majikan Bi Imas (yang letaknya di depan rumah pojok). Di rumah majikan Bi Imas itu dia senang berdiam di sana karena Bi Imas dan majikannya suka tidur di waktu maghrib. Hmmm…ada benarnya juga cerita pamali yang disampaikan orang-orangtua agar tidak tidur diwaktu maghrib, sebab setan suka mendatangi orang yang tidur diwaktu maghrib.

Sampai jam 12 siang Bu Imas kondisinya on-off on-off, kadang pulih kadang kesurupan kembali. Rupanya makhluk halus itu masih bertahan di dalam tubuhnya. Dia meminta minum, diberi satu gelas langsung habis, dia minta bunga mawar putih langsung dimakan begitu saja seperti orang kelaparan. Kadang dia menangis karena tidak ada orang yang mendoakan dirinya.

Pembantu di rumah saya kemudian memanggil Ustad yang tahu hal-hal ghaib untuk datang ke rumah. Makhluk halus itu rupanya senang dengan kedatangan Pak Ustad. Setelah ditanya-tanya oleh Pak Ustad, makhluk halus itu ingin dipindahkan ke tempat yang jauh. Dia minta pulang ke akhirat tetapi tidak tahu jalan pulang ke sana sebab gelap saja yang terlihat olehnya. Dia ingin dibukakan “pintu” oleh Pak Ustad, tetapi Pak ustad juga tidak tahu bagaimana caranya. Dia meminta kepada Pak Ustad ingin dipindahkan dari pohon tempat dia berdiam, karena di bawah poon sekarang menjadi tempat remaja di kompleks kami kongkow-kongkow sambil main gitar malam-malam. Gandeng (Bhs Sunda, artinya bising), kata makhluk halus itu yang merasa terganggu. Akhirnya Pak ustad meminta makhkuk halus itu keluar dari tubuh Bi Imas dengan cara menempelkan batu ke kening Bi Imas. Makhluk halus itu masuk ke dalam batu itu dan Bi Imas tersadar kembali. Batu itu dibawa oleh Pak ustad dan dibuang entah ke mana.

*******************

Seram? Ya, saya pun merinding mendengar cerita dari pembantu di rumah saya. Waktu kejadian saya tidak berada di rumah, tetapi sedang ada di kantor. Saya tahu ada kejadian ini karena ketika saya menelpon ke rumah, pembantu di rumah mengabarkan Bi Imas sedang kesurupan dan orang-orang ramai berdatangan. Pembantu rumahlah yang menceritakan kejadian itu tanpa ditambah dan dikurangi. Saksi-saksinya adalah tetangga rumah kami. Percaya atau tidak percaya tetapi nyata terjadi.

Saya percaya bahwa alam gaib itu ada. Saya percaya ada jin, setan, roh, dan sebagainya. Saya masih tetap yakin bahwa yang mengganggu Bi Imas tadi adalah setan atau jin yang menyerupai roh pembantu yang mati bunuh diri itu. Al-Quran sudah menjelaskan bahwa setan itu dari bangsa jin, tetapi jin yang durhaka. Jin juga ada yang sholeh dan ada yang jahat, mungkin jin jahat inilah yang suka mengganggu Bi Imas dan bertengger di pohon besar dekat rumah pojok.

Kejadian dua hari yang lalu juga membawa hikmah dan menurut saya adalah pesan-pesan dari alam akhirat. Makhluk halus yang bercokol di dalam tubuh Imas itu ternyata merasa kepanasan jika mendengar ayat-ayat Al-Quran. Oleh karena itu benarlah anjuran dari para ulama agar rumah kita selalu dihiasi dengan pembacaan ayat-ayat Al-Quran, karena jin atau setan tidak mendatangi rumah yang orang-orangnya selalu sholat dan mengaji.

Pesan berikutnya adalah jangan tidur pada waktu maghrib, karena setan atau jin akan mengganggu orang yang suka tidur pada jam-jam sholat.

Andaipun keyakinan saya salah bahwa makhluk halus itu bukan setan atau jin, tetapi benar-benar roh orang yang mati bunuh diri, rupanya roh orang yang mati bunuh diri tidak diterima di alam akhirat. Karena itu janganlah sampai sanak saudara kita meninggal dengan cara syu’ul khotimah seperti itu.

Wallahu alam, Anda boleh percaya atau tidak percaya dengan kejadian ini. Aneh tetapi nyata. Semoga kita selalu lebih mendekatkan diri dan memasrahkan diri kepada Allah SWT saja.

Pos ini dipublikasikan di Agama. Tandai permalink.

8 Balasan ke Kesurupan dan Pesan dari Akhirat

  1. Furqon Sidki berkata:

    ada catatan di atas yang belum masuk pemahaman saya, setan nya di pindah ke dalam batu.
    selebihnya bagus

  2. muslim berkata:

    apakah “ustad” tersebut adalah semacam paranormal? karena ustad yg manusia biasa tidak bisa melakukan hal-hal gaib

  3. yans berkata:

    ini ada tips bagus pak, kalo2 ada orang kesambet.
    kita sendiri katanya bisa.

    http://agussetiawan-onpapers.blogspot.com/2012/02/tips-dan-metode-menangani-orang-yang.html

  4. Sigis berkata:

    Keyakinan bapak Rinaldi bahwa roh orang mati itu ga mungkin kembali ke dunia itu sudah benar. Yang merasuk itu pasti jin jahat dan dia memanfaatkan momen itu untuk menipu manusia agar percaya ada kekuatan gaib yang bisa mempengaruhi manusia. Ujung-ujungnya agar manusia syirik terhadap Allah subhanahuwata’ala. Penjelasan di Al Qur’an dan hadits sudah cukup jelas tentang ruh,mulai awalnya sampai kemana akhirnya. Tidak mungkin ruh orang mati gentayangan.

    • derma @ksara berkata:

      coba jelaskan sesuai alquran & hadits seperti apa ruh dari awal sampai akhirnya…..?, bagai mana ruh orang mati yang baik dan yg tidak baik.

      Yg diketahui dalam Hadits & Alqur’an sbb:
      Maka Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Tulislah catatan hidupnya didalam neraka Sijjin di kerak bumi yang paling dasar.” Kemudian ruhnya dilemparkan ke bumi.

      Lalu Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam membaca firman Allah subhanahu wa ta’ala lagi, “Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ketempat yang jauh.” (Qs. Al-Hajj : 31)

      Tidak ada penggambaran ruh secara eksplisit pada Alqur’an, kecuali Tuhan memeberikan indikasi tentang sedikit pengetahuan ttg ruh :
      Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”. (Qs.17:85)

      Sedikit pengetahuan yang diberikan Allah sdh cukup utk menjelaskan perjalanan ruh, namun yang menjadi urusan Allah adalah haqikat ruh. Selebihnya hadits banyak menjelaskan ttg ruh yang tertahan di bumi karena hutang, dosa-dosa dsb
      Ruh tdk dapat kembali kepada Tuhan bila tidak ditempatkan oleh manusia di tempat yang benar sebagai amna Alqur’an menegaskan :
      “Kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar?” (Qs.56:87).

      Dengan sdikit pengetahuan yang diberikan Allah sbgmana (Qs.17:85), berarti manusia dituntut untuk mengetahui tentang keberadaan nyawa sebagai ruh nya.

  5. andhika berkata:

    subhanallah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s