Mata Lepas Badan Terkurung (Mencari Bahagia)

Kucing anggora pada foto di bawah ini sungguh malang nasibnya. Setiap hari dia selalu berada di dalam kurungan sangkar. Hanya tidur dan makan saja yang dapat dia lakukan sepanjang hari. Matanya nanar menerawang ke luar, memandang orang yang lalu lalang di depannya setiap hari. Nasibnya sama seperti burung di dalam sangkar atau anjing yang selalu diikat setiap hari.

kucing

Meskipun selalu diberi makanan enak dan kandangnya bagus, namun sejatinya dia tidaklah bahagia, saya rasa. Mengapa? Karena kebebasannya telah direnggut oleh tuannya. Seperti sebuah bait lagu, mata lepas badan terkurung. Jauh berbeda nasibnya dengan nasib kucing kampung, meskipun kucing kampung sederhana namun memiliki kebebasan yang didambakan setiap makhluk hidup. Apa yang lebih membahagiakan di dalam hidup ini selain kebebasan? Nasib kucing ningrat memang tidak selamanya menyenangkan.

Dalam kehidupan manusia di dunia ini, ada pula orang yang bernasib seperti kucing malang di atas. Meskipun hidup dengan berkelimpahan harta, atau hidup dalam gemerlap pujaan banyak orang karena menjadi bintang kehidupan, namun dia tidak merasa bahagia. Mulut boleh tertawa, tetapi hati menangis. Badan mungkin bisa bebas bepergian ke mana saja, tetapi jiwa seperti terkurung. Harta yang melimpah, karir yang bagus, dan pekerjaan yang mapan bukanlah jaminan kebahagiaan.

Apa yang dicari oleh manusia di dalam hidup ini? Pertanyaan itu saya ajukan kepada mahasiswa disela kuliah. Hampir semuanya menjawab bahwa yang dicari itu adalah kebahagiaan. Bahagia bagi seseorang artinya bisa relatif dan bermacam-macam. Bagi orang miskin, bahagia itu jika punya uang yang banyak. Bagi orang sakit, bahagia itu jika memiliki kesehatan. Bagi orang yang jatuh cinta, bahagia itu adalah jika bertemu sang kekasih.

Banyak cara orang mencari bahagia. Ada yang mendatangi dukun atau paranormal agar hatinya tenteram. Ada yang bersemedi di dalam gua empat puluh hari empat puluh malam agar mendapat ketenangan batin. Ada yang pergi ke ajengan dan meminta wirid untuk diamalkan.

Semua bahagia yang saya sebutkan di atas sifatnya fana alias sementara saja, karena yang dicari hanya kebahagiaan selama hidup di dunia. Manusia seharusnya meyakini ada kehidupan sesudah mati. Jadi, bahagia itu seharusnya merupakan satu paket yaitu bahagia di dunia dan di akhirat. Untuk mencapai bahagia hidup di dunia dan di akhirat itu, maka jalan satu-satunya adalah agama.

Dalam konteks keislaman, bahagia dunia dan akhirat itu hanya dapat dicapai dengan amal sholeh. Perbanyaklah amal sholeh, taatilah Allah dan Rasul-Nya, jangan menyekutukan-Nya, patuh menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, berpegang teguh kepada Al-Quran dan Sunnah Nabi. Selalulah berbuat baik dan kebajikan selama hidup di dunia sebagai bekal pahala untuk kehidupan akhirat. Semuanya dilakukan untuk mencari ridho Allah semata. Dalam konteks ajaran Islam, harta, jabatan, karir, nama tenar, dan sebagainya, tidak dibawa mati. Yang dibawa ke alam kubur adalah amal sholeh selama hidup di dunia.

Sudahlah engkau beramal sholeh hari ini?

Pos ini dipublikasikan di Agama, Renunganku. Tandai permalink.

2 Balasan ke Mata Lepas Badan Terkurung (Mencari Bahagia)

  1. Diah Mitasari (Mita) berkata:

    Setuju….

  2. mawarkuningku berkata:

    seandainya semua orang bisa berpikir dunia ini hanya tempat ‘mampir’ saja, tentunya hidup akan jadi damai. tapi sayangnya mereka banyak berpikir akan hidup selamanya di dunia. jadi ujung-ujungnya yang harta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s