Ibu Penjual Serabi Pinggir Jalan

Telusurilah jalan-jalan kota Bandung pada pagi hari, niscaya Anda akan melihat banyak pedagang kecil yang menjual serabi di pinggir jalan. Tungku-tungku serabi mengepulkan asap, orang-orang berkumpul di dekatnya menunggu serabi matang. Menikmati serabi hangat pada pagi hari yang dingin di kota kembang memang sebuah kenikmatan tersendiri. Sambil menunggu serabi matang mereka sekalian menghangatkan badan di dekat tungku serabi.

121220133711

Saya mendekati seorang ibu penjual serabi dengan gerobaknya. Dia ambil adonan serabi dari dalam ember, lalu dia tuang ke dalam cetakan serabi. Bara api di bawah cetakan membakar adonan serabi, menciptakan bau harum yang khas.

121220133709

Ditutup dulu supaya matang…

121220133708

Setelah beberapa lama, dibuka lagi tutupnya untuk mengecek kematangannya…

121220133710

Dia bukan penjual serabi yang sudah dimodifikasi menjadi jajanan yang terkesan modern. Tidak ada keju, coklat, sosis, dan berbagai topping yang mengesankan western. Serabinya tetaplah serabi tradisionil Bandung. Tidak semua orang suka jajanan tradisionil dimodifikasi hingga terkesan “naik kelas” dengan penambahan berbagai varian tambahan yang dikesankan modern. Sebagian orang tetap lebih suka mencari jajanan tradisionil yang masih asli.

Serabi si ibu hanya ada dua macam, yaitu serabi polos dan serabi oncom. Serabi polos rasanya sedikit asin, bisa dimakan langsung atau dicelupkan pada kuah gula merah. Serabi oncom adalah serabi yang memakai topping oncom Bandung dan adonan telur.

121220133707

Kue serabi yang sudah matang ditaruh di atas “meja pajang”, siap bikin ngiler orang-orang yang lewat. Satu buah serabi polos harganya Rp1000, sedangakn serabi oncom Rp1500. Tidak mahal untuk ukuran kantong orang kebanyakan.

Tahukan Anda, di dalam sebuah kue serabi itu tersimpan perjuangan seorang ibu yang mencari nafkah untuk anak-anaknya. Semoga barokah bu….

Pos ini dipublikasikan di Seputar Bandung. Tandai permalink.

4 Balasan ke Ibu Penjual Serabi Pinggir Jalan

  1. ayodiki berkata:

    Kalo saya suka beli surabi di pasar dadakan samping monumen Perjuangan, deket DipatiUkuru🙂

  2. Zainum Hamad berkata:

    Kalau di Malaysia kueh ini nama nya Sarabai atau Serabe…Dimakan bersama kuah manis atau kuah kari..

  3. alrisblog berkata:

    Perjuangan ibu itu yang saya salut. Dulu waktu di kampung kalo pagi kami suka beli serabi, Bapak saya suka makan serabi ditemani teh manis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s