Mengunjungi Lembah Harau di Kabupaten 50 Kota

Dalam perjalanan ke Sumatera Barat akhir tahun yang lalu, kami rombongan dosen-dosen STEI-ITB mengunjungi obyek wisata Lembah Harau. Lembah Harau adalah obyek wisata andalan Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat. Lembah Harau terdiri dari tebing-tebing tinggi curam dengan kemiringan 90 derajat. Tebing-tebing tersebut disusun dari batu granit. Di bawahnya terdapat lembah datar yang berupa sawah, sungai, dan beberapa rumah pemukiman penduduk.

Lembah harau dari balik kaca bus

Lembah harau dari balik kaca bus

Tebing-tebing itu memanjang berliku-liku, panjangnya mungkin berkilo-kilometer. Lanskap alam yang hadir sungguh menakjubkan, terbayang juga kengerian jika berdiri di atas tebing yang tinggi itu. Menurut cerita rakyat 50 Kota, nenek moyang mereka turun dari puncak tebing Lembah Harau itu dan berkembang biak menghasilkan generasi yang sekarang. Benar tidaknya cerita tersebut wallahu alam.

Sebuah sungai mengalir di dasar lembah.

Sebuah sungai mengalir di dasar lembah.

Hamparan rumput dan sawah di bawah tebing

Hamparan rumput dan sawah di bawah tebing

Betapa kecil manusia di bawah tebing tersebut.

Betapa kecil manusia di bawah tebing tersebut.

Foto lainnya

Foto lainnya

Foto lainnya (2)

Foto lainnya (2)

Mungkin foto-foto jepretan saya di atas tidak terlalu berhasil memperlihatkan keindahan Lembah Harau, di bawah ini saya tampilkan foto Lembah Harau yang saya ambil dari sini.

Foto keindahan Lembah Harau (Sumber: http://jalanblog.wordpress.com/2013/01/30/1972/)

Foto keindahan Lembah Harau (Sumber: http://jalanblog.wordpress.com/2013/01/30/1972/)

Di tebing-tebing yang tinggi itu terdapat sejumlah air terjun, salah satu air terjun yang cukup besar saya abadikan di bawah ini.

Salah satu air terjun di Lembah Harau

Salah satu air terjun di Lembah Harau

Kolam di bawah air terjun

Kolam di bawah air terjun

Pengunjung air terjun

Pengunjung air terjun

Di dekat air terjun ini banyak kios yang menjual makanan, salah satunya pedagang durian ini. Durian lokal dari Kabupaten 50 Kota ini harganya murah-murah, satu buah hanya Rp10.000, jika dua buah Rp15.000. Semua durian adalah durian yang jatuh dari pohon, rasanya manis dan legit. Saya puas sekali makan durian di sini🙂.

Pedagang durian dekat air terjun

Pedagang durian dekat air terjun

Ada juga pedagang tanaman berupa anggrek hutan dari Lembah Harau. Salah satu tanaman yang menarik perhatian saya adalah pakis monyet. Tanaman pakis ini mempunyai bulu-bulu tebal berwarna oranye yang mirip dengan bulu monyet, seperti foto di bawah ini.

Tanaman bunga dari hutan Lembah Harau.

Tanaman bunga dari hutan Lembah Harau.

Kalau mau menjelajah Lembah Harau kiranya perlu waktu satu hari, sebab tebing-tebing itu masih panjang lagi. Mungkin yang tersembunyi lebih indah lagi dari yang dilihat sekarang, namun sayang karena hari sudah sore kami pun segera meninggalkannya. Semoga suatu hari nanti saya bisa kembali ke Lembah Harau.

Beberapa foto dan informasi lain tentang Lembah harau dapat ditemukan di sini, di sini, di sini, dan di sini.

Pos ini dipublikasikan di Cerita perjalanan. Tandai permalink.

4 Balasan ke Mengunjungi Lembah Harau di Kabupaten 50 Kota

  1. noeroelfaizah berkata:

    wah…ini d daerah sy pak, bapak asli payakumbuh jg kah?
    salam kenal pak, payakumbuh emg lgi musim durian😀

  2. ikhsan berkata:

    salam kenal pak.
    saya ingin memberitahukan kalau harau emang tempat yang indah intuk wisata.
    maka dari itu, kita hadir pak.
    A Journey Advanture : Bike To Harau. terima kasih

  3. salsabila berkata:

    Oi itu kampuang den tu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s