Lektor Kepala

Setelah menunggu diproses selama tiga tahun, akhirnya usulan kenaikan jabatan akademik saya ke Lektor Kepala sudah disetujui oleh Pemerintah (c.q Mendikbud). Alhamdulillah, penantian selama tiga tahun tidak sia-sia. Meskipun saya belum menerima SK kenaikan jabatan tersebut (baru berupa surel dari Wakil Rektor ITB Bidang Sumberdaya dan Organisasi), tapi berita tersebut cukup membahagiakan.

FYI, selain golongan pangkat seperti III-a, III-b, dst, dosen juga memiliki karir akademik berupa jabatan fungsional. Jabatan fungsional dosen itu ada empat tingkatan, yaitu Asisten Ahli, Lektor, Lektor Kepala, dan Profesor. Dulu ketika saya pertama menjadi dosen, jabatan fungsional itu ada lima, yaitu Asisten Ahli Madya, Asisten Ahli, Lektor, Lektor Kepala, dan Profesor, sebelum akhirnya disederhanakan menjadi empat saja seperti yang saya sebutkan sebelumnya. Saya sudah mengalami semuanya, mulai dari Asisten Ahli Madya, Asisten Ahli, Lektor, dan sekarang Lektor Kepala, tinggal Profesor saja yang belum (mimpi kali yee…, ha..ha..ha).

Untuk naik ke jenjang Lektor Kepala di ITB tidak mudah. Syaratnya harus sudah Doktor atau Ph.D (S3), lalu mempunyai karya ilmiah di Jurnal Internasional, selain itu jumlah angka kreditnya mencukupi dari tiga aspek Tridharma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat). Karena syarat yang ketat tersebut, banyak teman-teman saya yang masih berkualifikasi S2 atau sudah S3 tetapi jarang menulis makalah di jurnal internasional tidak bisa naik jabatan ke Lektor Kepala (baca tulisan saya pada tahun 2011 terdahulu: “Tingginya” Syarat Kenaikan Jabatan di ITB). Sekarang persyaratan di ITB itu diadopsi oleh Dikti menjadi aturan secara nasional sehingga berlaku pula bagi dosen-dosen di perguruan tinggi lain.

Saya agak “diuntungkan” karena saya mempunyai banyak publikasi makalah ketika menempuh pendidikan S3, baik di prosiding konferensi nasional, konferensi internasional, jurnal nasional, dan jurnal internasional. Makalah-makalah inilah yang sangat membantu kenaikan jumlah angka kredit. Saya dengar isu bahwa sekarang ini makalah yang sudah dipublikasikan selama pendidikan S3 tidak dapat dipakai untuk kenaikan jabatan fungsional, yang bisa dipakai hanya ijazah S3-nya saja. Benarkah?

Perlu waktu tiga tahun untuk menyelesaikan proses kenaikan jabatan di fakultas saya. Selama itu kah? Sebenarnya tidak lama, tiap fakultas bisa berbeda-beda waktunya, tergantung keaktifan pihak-pihak yang terlibat. Yang membuat lama itu adalah proses penilaian ulang makalah yang bisa memakan waktu berbulan-bulan. Karena kesibukan pemberi review, tidak jarang proses review makalah menjadi berlarut-larut. Proses kenaikan jabatan itu bisa bolak-balik seperti bola pingpong dari Senat Fakultas ke Rektorat lalu ke dosen yang bersangkutan; diperbaiki lagi, dinilai lagi, dst, sungguh ribet dan melelahkan. Tenaga administrasi yang mengurus kenaikan jabatan itu juga terbatas jumlahnya, padahal jumlah dosen yang diproses kenaikan jabatan jumlahnya banyak. Maka, sistem antrian pun berlaku, FIFO, First In First Out.

Kalau sudah menjadi Lektor Kepala maka nanti saya sudah boleh membimbing mahasiswa S3 sebagai Promotor Utama. Sekarang saya baru bisa sebagai co-promotor dulu. Tidak apa-apa, magang saja dulu.

Ada teman yang bilang selangkah lagi menjadi Profesor. Wah, masih sangat jauh. Saya merasa belum sangat layak untuk menduduki jabatan tertinggi tersebut. Belum pantas saja. Ilmu saya masih sedikit, karya keilmuan saya belum banyak. Sekarang mengalir saja dulu seperti air entah kemana nanti muaranya.

Pos ini dipublikasikan di Pendidikan, Pengalamanku, Seputar ITB. Tandai permalink.

9 Balasan ke Lektor Kepala

  1. Cony berkata:

    selamat ya pak!

  2. ikhwanalim berkata:

    selamat ya, pak rin🙂

  3. Ristina berkata:

    Selamat ya, pak

  4. aremontika berkata:

    Selamat, pak🙂

  5. slametsukanto berkata:

    selamat pak.. semoga tetap dilimpahkan barokah dan rahmat Alloh dalam menjalankan amanah.. aamiin..

  6. Mila Dhaksa berkata:

    selamat ya pak..

  7. Wah, selamat lho pak….😀

  8. Keren… selamat buat Bapak.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s