Layanan “Excellent” dari Maskapai Asing

Seorang teman mengirimkan tulisan seseorang bernama Mardigu Wowiek dari Facebook. Tulisan tersebut berkisah pengalaman Mardigu mendapatkan layanan yang luar biasa dari Singapore Airlines (SQ) hanya gara-gara ketumpahan sedikit air teh hangat ke jasnya.

Mari kita baca tulisannya di bawah ini, setelah itu saya akan bercerita tentang layanan pramugari di maskapai kita.

~~~~~~~~~~~~

“Kedipan Mata Pramugari SQ”
Oleh: Mardigu Wowiek

Dalam sebuah perjalanan panjang beberapa tahun yang lalu. Saya kelelahan teramat sangat. Duduk di bangku pesawat senyaman apapun kalau lama pegel juga. Di tengah pekerjaan menumpuk, ditengah kelelahan perjalanan panjang tersebut, ada cerita menarik yang saya dapat dipesawat SQ yang saya naiki waktu itu.

Karena mendapat fasilitas dari klien maka saya mendapat tiket business class untuk penerbangan menggunakan Singapore Airline. Perjalanan Bangkok- Singapore menjadi sangat nyaman. Ruang lapang di business class Boing terbaru, makanan yang tak pernah berhenti belum lagi pelayanan lainnya. Namun karena deadline pekerjaan harus selesai. Laptop di meja belakang kursi pesawat tersebut tak pernah berhenti dipergunakan.

Tanpa terasa mata saya perih dan mengantuk. saya lelah sekali. Saya pun terlelap.

“aduh!”,Tiba-tiba saya terbangun karena ada siraman air kebaju saya. saat itu saya mengenakan jas overcoat karena dingin.

“Please forgive me sir..I’ m so sorry!”,seorang pramugari SQ tertunduk-tunduk sambil sibuk menyeka pakaian saya yang tersiram air. Teh hangat. Tepat di dekat pundak kiri.

Karena kaget, saya tak banyak bicara. Tangan saya pun sibuk menyeka tumpahan tersebut. terlihat pramugari tersebut sangat panik. “I’m sorry sir, my mistake..please apologize..”, katanya berulang ulang dan bolak balik dari pantry ke tempat saya duduk.

Setelah saya lihat-lihat kondisi jas tersebut, Saya merasa tidak masalah karena setelah saya perhatikan tak ada bercak pada coat tersebut. Saya pun memilih tidak mempermasalahkan. Lelah tubuh masih mendominasi badan saya jadi saya memilih melanjutkan tidur istirahat saya. Tak lama pramugari itu muncul lagi. Membawa teh hangat. Sambil berkata,” do you want something to drink? Or is there anything you need sir? “

Saya yang lelah memilih sesuatu yang cepat yaitu meng iya kana pa yang di bawa di baki nya tersebut, “tea should be find…”kata saya separoh tidur. Saya letakkan teh panas tersebut di meja depan, lalu bersiap merebahkan kepala kesamping untuk bisa tidur. Wajah pramugari tersebut masih gusar, saya menyadarinya walau sekilas melihat dari sudut mata yang mengantuk tersebut. Dia pasti merasa bersalah terbaca benar dari gerakan tersebut. Dan menurut saya, karena saya sudah tidak mempermasalahkan singkatnya saya mau istirahat sekarang.

Ternyata tak lama setelah gerakan galaunya dia ke dalam, muncullah seorang pramugari menghampiri tempat duduk saya. Ah..dia pramugari senior. Terlihat ada pin dibawah namanya, “Chatrine Tan” lalu dia berkata, . “Sir..?!”,dengan nada sopan..”we made terible mistake, our staff spilll over tea to your lovely coat. Please accept our apology”.

Saya tersenyum. “No problem..it’s nothing..”kata saya..”it didn’t make any stain at all on it though”.

“Well sir, we hope you could accept this..this is a voucher for loundry. You could do anywhere in the world on SQ expenses. Please accept it..”,dia membungkuk sambil memberikan amplop berlogo voucher laundry dari sebuah perusahaan laundry kenamaan. Saya bisa mencuci dimanapun dengan biaya di tanggung SQ.

“Waduh baik amat”, kata saya dalam hati. Selembar voucher dalam amplop dia serahkan dengan santun dan senyum. Badannya membungkuk dan memberi salam khas SQ, tangan dikatupkan didepan muka sambil setengah mengangguk dan bergerak melangkah mundur.

”Well thank you..”,saya menjawab

“Enjoy your rest sir”..katanya lagi mempersilahkan saya melanjutkan istirahat saya.

Saya tidak tahu berapa lama saya terlelap, seketika mendengar pengumuman di load speaker yang menyatakan pesawat akan mendarat. saya pun segera bersiap-siap. 10 menit kemudian, kapal mendarat, taxing beberapa saat kemudian terdengar announcement door may be open, pintu sudah boleh di buka.

Saya pun berkemas berdiri. Tanpa tahu dari mana kehadirnanya sang pramugari senior tadi, mrs Tan, sudah muncul di depan saya dan berkata..”Sir..could you please walk this way”. Dia menunjuk kesebuah arah jalan dengan santun.

Seperti domba di giring gembala saya mengikuti gerakan tangan dan ajakan tersebut. Saat itu saya merasa heran mengapa semua orang berhenti berjalan dan membuka jalan buat saya. Saya melewati beberapa orang yang duduk di depan saya . Hingga sampai ke dekat pintu kokpit dan pintu keluar paling depan dimana seakan seluruh pramugari berbaris kiri kanan saya.

Arahan jalan tersebut mengarah kesatu tujuan, dimana saya melihat tepat lurus dihadapan saya berdiri tegap seorang pria berwibawa berusia 50 tahunan dengan pakaian seragam biru tua jas baju putih didalamnya dengan lengkap tanda kepangkatan. Topi, jas, dengan 4 garis kuning di ujung lengan jas nya. Tangannya menjulur ke arahku.pastinya dia kapten pesawat ini. itu perkataan saya dalam hati.

“Mr Mardigu, i m Henry Chow, i m captain pilot of this plane, on behalf of my crew, my plane and my organization Singapore Airline please accept our deepest apology on what just happen to you”. Kalimat setelahnya saya lupa namun rasanya seperti seseorang yang sedang mendapatkan sebuah award. Atau kalau saya membayangkan jangan-jangan mendapatkan piala Oscar begini nih rasanya, agak ge er.

Wah..saya merasa melayang. Mendapat permohonan maaf secara formal dan santun begini. Gila…menurut saya, peristiwa tumpahnya sedikit teh adalah hal kecil yang terjadi namun mengapa sampai kaptennya turun tangan?!

Apapun itu, peristiwa permohonan maaf seperti ini bagi saya itu adalah sebuah service kepada pelanggan yang luar biasa. Bagi pelanggan seperti saya hal itu adalah sebuah penghargaan dan penghormatan yang luar biasa. Dalam hati saya berkali kali mengatakan, salut SQ.

dia pun melanjutkan perkataannya ,“Here are two ticket SQ with your name on it from singapore to jakarta roung trip valid for 1 year. Just to show you how sorry we are , please accept it,” katanya sambil membungkuk,

Wah..saya tergagap tidak bisa ngomong. Gerakan saya asli kikuk. Sambil mengambil tiket tersebut menjabat tangannya erat-erat dan mata saya kesana kemari mencari pegangan, tanda saya overwhelm.

Tanpa sengaja mata saya menatap mata pramugari yang menjatuhkan air teh tadi. mata ketemu mata tersebut membuat saya menangkap sebuah arti dari gerak mata dan gerak wajahnya. Karena aslim saya melihat pancaran tulus dimatanya. Dua telapak tangannya menutup didepan wajahnya memberi hormat. Kemudian dia mengedipkan mata kirinya sambil wajahnya dimiringkan ke kiri sedkit mengangguk dan memberi senyum dalam. saya mengangkap pesan itu. Kira-kira, ambillah..dan maafkan saya ya..

Tak terasa saya menetes air mata, dalam hati, saya ikhlas kok, gak marah, dan gak masalah. Eh diperlakukan seperti raja begini, jadi malu tapi tersanjung. Salut buat SQ, salut buat pramugari yang asaya lupa namanya, chief pramugari mrs Tan, dan kapten Henry Chow. All the best for SQ.Salut !# may peace be upon us

~~~~~~~~~~~~~~

Pengalaman terbang yang luar biasa bagi Mardigu karena mendapatkan layanan terhormat bagai raja. Apakah karena dia penumpang bussines class sehingga mendapat layanan excellent seperti itu? Kalau dia penumpang kelas ekonomi apakah akan mengalami perlakuan yang sama? Hmmm…well, terlepas dari kelas di dalam pesawwat, saya memang pernah mendengar SQ sering mendapat award karena pelayanannya yang memuaskan di atas pesawat.

Saya baru dua kali naik pesawat maskapai asing, pertama dengan Korean Air ketika ada tugas ke Seoul pada akhir tahun 2012, dan kedua dengan Thai Airways ketika pergi ke Bangkok pada Agustus 2013 yang lalu. Keduanya menurut saya memiliki pelayanan di udara yang ramah dan memuaskan. Khusus Korean Air layanan pramugarinya lebih mengesankan saya, mereka tidak henti-hentinya hilir mudik membawa makanan dari awal penerbangan hingga akhir penerbangan. Maklum ini penerbangan panjang selama enam jam, maka layanan dan senyum ramah yang hangat membuat perjalanan panjang itu menjadi ringan.

Di Indonesia hanya maskapai Garuda Indonesia yang memiliki pelayanan yang memuaskan di atas pesawat. Maskapai lain memang tidak bisa dibandingkan dengan Garuda karena hampir seluruhnya low cost carrier, jadi tidak ada layanan makanan dan bacaan di dalam pesawat. Namun, penumpang kan tidak mencari makanan ketika naik pesawat, tetapi layanan ramah pramugari dari pramugari sudah lebih dari cukup.

Maskapai swasta yang umumnya low cost carrier itu tentu sudah mendidik pramugarinya dengan standard tertentu ketika melayani penumpang, namun tetap saja kita bisa melihat kadang-kadang sikap pramugari membuat penumpang kesal. Misalnya ada pramugari yang berkata keras menegur penumpang yang tidak membuka jendela ketika pesawat akan landing atau take off. Omong baik-baik kek kenapa, mungkin penumpang tersebut baru pertama naik pesawat sehingga dia tidak tahu. Itu baru satu contoh, masih banyak beberapa perilaku lainnya yang tidak mereka sadari telah melukai hati penumpang.

Yah begitulah, kalau membandingkan dengan kasus di SQ di atas mungkin masih sangat jauh bisa terwujud pada maskapai di tanah air.

Pos ini dipublikasikan di Gado-gado. Tandai permalink.

6 Balasan ke Layanan “Excellent” dari Maskapai Asing

  1. Perusahaan bagus itu selalu melyani melebihi harapan pelanggannya..

  2. Icha berkata:

    Hanya di business class aje…kalau di economy class,biasa biasa aje

  3. really excited🙂
    semoga di kelas ekonomi juga demikian..

  4. Devi berkata:

    Tepatnya kecerdasan SQ

  5. Beng berkata:

    Agreeee!!! SQ is the best airlines in the world…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s