Menemukan Mushola di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok

Bandara Suvarnabhumi di Bangkok, Thailand, sangat megah. Sebagai bandara transit ke berbagai negara, bandara Suvarnabhumi didesain sangat modern, luas, nyaman, dan memenuhi hampir semua kebutuhan orang-orang yang berlalu lalang di sana, tak terkecuali mushola yang saya temukan di lantai 5 bandara. Tapi, sebelum cerita tentang mushola tadi, yuk saya ceritakan dulu bandara yang saya kunjungi beberapa waktu yang lalu ketika menghadiri sebuah konferensi internasional di Bangkok.

Bandara di negara kita memang belum apa-apanya jika dibandingkan dengan bandara Suvarnabhumi. Saya mendarat di bandara ini dari Jakarta dengan pesawat Thai Airways. Tidak banyak yang saya foto ketika datang, tetapi ketika kembali lagi ke Jakarta dua hari kemudian, saya bisa mengabadikan sudut-sudut Bandara Suvarnabhumi.

Terminal keberangkatan yang luas. Foto Raja Thai dalam ukuran besar terpampang di mana-mana. Rakyat Thai sangat mencintai rajanya.

Terminal keberangkatan yang luas. Foto Raja Thailand dalam ukuran besar terpampang di mana-mana. Rakyat Thailand sangat mencintai rajanya.

Ruang chek-in yang lapang, Para pengantar boleh masuk hingga ke dalam, mirip dengan konsep yang dipakai Bandara Kuala Namu, Medan.

Ruang chek-in yang lapang, Para pengantar boleh masuk hingga ke dalam, mirip dengan konsep yang dipakai Bandara Kuala Namu, Medan.

Papan informasi keberangkatan pesawat

Papan informasi keberangkatan pesawat

Ruang Chek-in dengan konter yang berjejer

Ruang Chek-in dengan konter yang berjejer

Narsis dulu di ruang chek-in

Narsis dulu di ruang chek-in

Patung penjaga. Patung apa nih ya?

Patung penjaga. Patung apa nih ya?

Pemeriksaan sekuriti di bandara Suvarnabhumi sangat ketat. Semua isi tas harus dikeluarkan, termasuk laptop. Ikat pinggang harus dibuka, handphone pun diperiksa (siapa tahu ada bom, ha..ha). Saya yang ingin membawa air kemasan dari tanah Thai ke atas pesawat terpaksa harus merelakan beberapa botol minuman kemasan dibuang ke tong sampah di depan petugas sekuriti. Peraturan penerbangan internasional memang melarang membawa minuman lebih dari 100 ml.

Selesai pemeriksaan sekuriti, selanjutnya pemeriksaan di loket imigrasi. Nah, di sini kejutan yang saya temukan. Petugas imigrasi yang melihat paspor saya kemudian menyapa dalam Bahasa Indonesia. “Acara apa ke Bangkok, Pak? Liburan? “, tanya petugas tersebut sambil tersenyum. Saya kaget setengah mati, kenapa pula petugas imigrasi tersebut bisa berbahasa Indonesia. Saya lihat badge namanya, ternyata nama berbau Islam, Abdul apa gitu, sayang saya saya tidak mencatat nama lengkapnya.

“Dari Pattani ya?”, tanya saya menyelidik kepada petugas yang sibuk mencocokkan paspor saya dengan data di dalam komputernya. Pattani adalah kawasan di selatan Thailand yang berbatasan dengan Malaysia, penduduk di sana mayoritas beragama Islam. Orang Pattani masih dari ras melayu, mereka masih bisa berbahasa Melayu seperti Melayu Malaysia.

“Bukan”, jawabnya. “Kakek saya berasal dari Aceh”, kata Pak Abdul lagi. “Mereka merantau ke sini dulu”, lanjutnya.

“Sudah menjadi warga negara Thailand?”, tanya saya.

“Iya”, jawabnya sambil menyerahkan paspor saya. Selesai.

Saya tidak bisa bercakap-cakap lama dengan Pak Abdul karena orang di belakang saya sudah menunggu giliran. Selesai pemeriksaan imigrasi, saya dan teman menuju lantai ruang boarding. Berjalan-jalan di lantai dua bandara ini rasanya membuat betah. Toko-toko duty free berderet-deret menjual aneka produk Thailand. Thailand memang pandai mengemas aneka buah-buahan unggulan mereka menjadi manisan, ada manisan mangga, manisan jambu bangkok, manisan semangka, dan lain-lain. Padahal apa yang dijual di Bangkok juga dapat kita temukan di negara kita sendiri. Bedanya, Thailand pintar mengemasnya.

Patung yang merepresentasikan cerita rakyat Thai di lantai ruang tunggu.

Patung yang merepresentasikan cerita rakyat Thai di lantai ruang tunggu.

Toko-toko duty free.

Toko-toko duty free.

Toko-toko Duty Free

Toko-toko Duty Free

Hari sudah menunjukkan pukul 13.00, pesawat kami baru berangkat pukul 15.00. Saya dan teman berniat menunaikan shalat Dhuhur dan Ashar dengan niat jamak. Tapi, ke mana mencari mushola di bandara asing ini. Apalagi Thailand adalah negara dengan mayoritas penduduknya beragama Budha, apakah mereka masih terpikir menyediakan mushola untuk sholat di bandara yang megah ini?

Ternyata dugaan saya salah. Seorang rekan dosen dari UGM Yogyakarta yang ikut pulang bersama kami dan sering mengunjungi bandara ini mengatakan ada mushola di lantai lima. Kami pun naik lift menuju lantai lima. Ternyata memang benar ada mushola di Bandara Suvarnabhumi. Ruang mushola itu diberi nama Muslim Prayer Room.

Mushola yang saya temukan di Lantai 5

Mushola yang saya temukan di Lantai 5

Saya dan teman menunaikan sholat jamak Dhuhur dan Ashar di dalam mushola. Orang dari berbagai bangsa terlihat sholat di dalamnya, ada orang Afrika, orang Pakistan, India, Turki, dan kami orang Melayu Indonesia. Rasanya seperti bersaudara saja ketika bertemu orang-orang aneka bangsa tetapi dibalut dalam satu akidah dan keyakinan di dalam mushola ini. Wajar jika Pemerintah Thailand menyediakan ruang khusus mushola di Bandara Suvarnabhumi, sebab orang yang pergi dan datang di bandara ini berasal dari berbagai bangsa dan agama.

Jamaah dari berbagai bangsa yang sholat di dalam Mushola

Jamaah dari berbagai bangsa yang sholat di dalam Mushola

Selesai sholat, kami menuju gerbang keberangkatan (gate). Sengaja saya pilih pulang dengan maskapai Garuda, tidak dengan Thai Airways lagi. Bagaimanapun saya tetap cinta dengan Garuda Indonesia. Nasionalisme, gitu🙂.

Koridor ruang tunggu keberangkatan sangat megah. Barangkali Bandara Kuala Namu di Sumatera Utara yang bisa disejajarkan dengan Bandara Suvarnabhumi dalam hal kemegahannya.

Koridor menuju gerbang keberangkatan

Koridor menuju gerbang keberangkatan

Pemandangan yang luar biasa ke arah landasan parkir pesawat

Pemandangan yang luar biasa ke arah landasan parkir pesawat

Wow, keren!

Wow, keren!

Menakjubkan!

Menakjubkan!

Gate D5, GA867. Ini dia gate untuk Garuda Indonesia

Gate D5, GA867. Ini dia gate untuk Garuda Indonesia

Menunggu

Menunggu

Satu kata untuk Bandara Suvarnabhumi adalah: luar biasa! Saya bermimpi Bandara Soekarno-Hatta semegah ini. Mudah-mudahan.

Pos ini dipublikasikan di Cerita perjalanan. Tandai permalink.

14 Balasan ke Menemukan Mushola di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok

  1. Andik Taufiq berkata:

    memang recommended mushola di sana Pak.. baru kali itu saya berkaca-kaca ketika disapa “assalamu’alaikum” oleh ta’mir masjidnya… sedikit pengalamannya sempat saya ceritakan di sini http://andiktaufiq.wordpress.com/2014/02/05/senyum-yang-mulai-hilang/

  2. otidh berkata:

    Alhamdulillah ya Pak, bandara Bangkok sudah menyediakan tempat ibadah khusus untuk muslim. Di Jepang kabarnya juga sudah mulai mengakomodasi kebutuhan umat muslim juga. Di Bandara Narita saya baca katanya sudah membangun mushola dan menyediakan restoran halal. Dan itu bakal diikuti oleh bandara-bandara internasional lain di Jepang. Semoga langkah Jepang ini bisa diikuti negara-negara besar lainnya.🙂

    http://www.republika.co.id/berita/video/umat/14/01/21/mzpg86-bandara-narita-dilengkapi-mushala

  3. liamarta berkata:

    megah sekali bandaranya.. saya belum pernah kesana, tapi jadi ingin kesana nih, Pak!🙂

  4. paramaputrizki berkata:

    bandara yg bagus. mirip dengan bandara kualanamu *seperti yg telah bapa jelaskan* semoga bandara2 di Indonesia bisa menyusul lebih baik lagi AAMIN🙂

  5. Siwi berkata:

    MasyaAllah keren sekali..semoga bandara-bandara kita bisa menyusul ketertinggalan ini, minimal nampak lebih bersih dan rapi, aamiin

  6. sari berkata:

    Menemukan tempat ibadah di negeri yang bukan mayoritas muslim pasti merupakan kebahagiaan yang luar biasa ya pak…

  7. Finni berkata:

    Di Bangkok juga terdapat hotel khusus muslim yang dikelola orang Thailand keturunan melayu yang muslim. Makanan dari hotel insyallah lebih terjamin kehalalannya dan sudah dilengkapi mushalla juga. Senang rasanya warga Thailand cukup welcome ke Muslim karena sehari2 sudah sering bergaul dengan muslim Thailand. Oiya acara televisi di Thailand juga ada yang khusus menayangkan ceramah agama Islam (dlm bahasa Thailand) dan kajian Al-qur’an. Saya rasa muslim Thailand cukup konsisten dalam menjalankan nilai-nilai Islam dan menyiarkannya walau sebagai kaum minoritas🙂

  8. Gits Iwan berkata:

    Bandara yang cantik, kapan ya saya bisa kesana ?

  9. Joko santosa berkata:

    sebuah bandara Internasional Suvarnabhumi yang semegah itu ada sebuah Surau/Mushola di Bangkok sudah mulainya kebangkitan Islam babak ke dua telah di mulai

  10. Agus pino berkata:

    Sudah 4 kali sy ke thailand, baru tau ada mushola di bandara suvarnabhumi. Sbelumnya sy sholat dipesaw kalau kalau mau balik ke jakarta. Terimakasih infonya mas

  11. Amienez berkata:

    Alhamdulillah, akhir Agustus dari sana, sbg muslim saya bersyukur di bandara sekelas Suvarnabhumi ada musholla. Tempatnya bersih, terawat, lumayan luas. Ada 1 lantai di bawah terminal keberangkatan.

  12. Aimizumizu berkata:

    terimaksih infonya. karen kebtulan saya juga bakal layover disini.

    aimizumizu.blogspot.com

  13. Ping balik: Merasakan Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta yang Baru | Catatanku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s