Caleg DPR dan DPD RI Pemilu 2014 Alumni ITB

Pemilu 2014 tinggal satu bulan lagi. Pada Pemilu 2014 ini kita tidak mencoblos partai, tetapi mencontreng caleg yang kita beri amanah menjadi angota legislatif. Rekan saya sesama dosen di STEI-ITB, Pak Waskita Adijarto, mencoba merangkum daftar caleg DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) dan DPD (Dewan Perwakilan Daerah) yang berasal dari ITB, yaitu mereka yang dulunya pernah kuliah di ITB atau dengan kata lain alumni ITB. Silakan lihat daftar dan profil (beserta foto) caleg DPR dan DPD alumni ITB di sini: http://caleg.kabarkita.org/daftar-caleg-2014-lulusan-institut-teknologi-bandung.

Jika diurut berdasarkan partai, maka komposisinya adalah sebagai berikut:

1. Demokrat 14 caleg
2. PDIP 13 caleg
3. Golkar 12 caleg
4. PAN 10 caleg
5. Gerindra 9 caleg
6. Hanura 9 caleg
7. PKPI 8 caleg
8. PKS 6 caleg
9. PPP 5 caleg
10. Nasdem 4 caleg
11. PKB 4 caleg
12. PBB 3 caleg

Terlihat dari daftar di atas alumni ITB paling banyak nyalon di Partai Demokrat (heran juga yach, he..he), selanjutnya PDIP dan Golkar, lalu PAN dan Gerindra. Yang nyalon di PAN mungkin karena faktor Hatta Radjasa, kalau yang nyalon di Golkar mungkin karena faktor birokrasi atau Aburizal Bakrie. Baik Hatta Radjasa maupun Aburizal Bakrie keduanya alumni ITB. Oh ya, untuk calon DPD sendiri ada 7 orang. Dari semua nama itu tidak satupun saya kenal secara pribadi, kalau mendengar namanya mungkin pernah sekilas.

Lalu, apakah karena mereka alumni ITB lalu saya atau Anda akan memilihnya? Saya pikir bukan karena almamaternya, tetapi lebih kepada integritas orangnya (calegnya). Jika sang caleg punya integritas diri yang baik, maka bukan tidak mungkin pilihan saya atau Anda jatuh kepadanya. Pertimbangan asal partai pengusung juga berpengaruh, sebab memori kita juga dipengaruhi oleh persepsi terhadap suatu partai. Partai politik yang mempunyai imaji yang tidak baik karena berbagai kasus yang menimpa partai tersebut tentu menjadi pertimbangan untuk memilihnya calegnya. Jadi memilih caleg untuk dicontreng pada Pemilu 2014 nanti tidak melulu obyektif, seringkali faktor subyektivitas ikut berperan.

Siapapun caleg yang terpilih nanti, khususnya dari alumni ITB, yang pasti dia harus jujur dan amanah sebagai wakil rakyat. Jangan sampai nanti ada celutukan bahwa alumni ITB di DPR atau di Pemerintahan yang ikut membuat negara ini menajdi bobrok. Janganlah.

Pos ini dipublikasikan di Indonesiaku, Seputar ITB. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s