Bandung Berselimut Kabut

Ketika saya bangun pagi beberapa hari yang lalu, saya melihat pemandangan yang sudah langka di Bandung, yaitu kabut yang cukup tebal turun di kompleks perumahan saya. Musim hujan yang belum berakhir telah membuat kelembapan udara semalam sebelumnya cukup tinggi, alhasil pagi harinya saya melihat pemandangan yang mempesona ini. Saya merasa seperti berada di kawasan Puncak Bogor atau di kawasan pegunungan yang selalu berselimut kabut tebal.

Kabut tampak dari lantai dua rumah saya

Kabut tampak dari lantai dua rumah saya

Pemandangan lainnya dari lantai dua

Pemandangan lainnya dari lantai dua

Saya keluar rumah lalu memotret pemandangan lainnya. Di depan rumah saya ada tanah lapang, jadi kabut terlihat jelas turun di sana. Rumah-rumah di seberang lapangan sampai tidak kelihatan karena tertutup kabut.

Kabut di lapangan depan rumah

Kabut di lapangan depan rumah

Kabut tebal

Kabut tebal

Tititi-titik uap air membasahi kamera ketika saya memfoto jalanan di depan rumah.

Tititi-titik uap air membasahi kamera ketika saya memfoto jalanan di depan rumah.

Dulu ketika saya masih mahasiswa di ITB saya sering melihat kabut turun di lapangan bola di tengah kampus. Di tengah kampus ITB saat itu ada lapangan bola (sekarang sudah menjadi bangunan empat Labtek kembar). Karena kuliah selalu dimulai pukul 7 pagi, maka saya selalu datang pagi ke kampus dan melihat kabut menyelimuti kampus Ganesha. Sungguh indah sekali melihatnya, serasa berada di alam pegunungan.

Kabut turun di Bandung sebenarnya bukan hal yang aneh, karena kota Bandung terletak di atas dataran tinggi pegunungan. Namun, dengan meningkatnya jumlah penduduk, pertumbuhan jumlah industri/pabrik, bertambahnya jumlah bangunan, polusi udara dari ratusan ribu kendaraan bermotor, membuat suhu kota Bandung sudah tidak sejuk dulu lagi. Hareudang, kata orang Sunda, yang artinya Bandung sudah mulai panas. Oleh karena itu, turunnya kabut yang diikuti penurunan suhu udara adalah sesuatu yang sudah langka terjadi. Alamdulillah, kabut itu masih mau mampir ke kompleks perumahan saya.

Pos ini dipublikasikan di Seputar Bandung. Tandai permalink.

3 Balasan ke Bandung Berselimut Kabut

  1. Andik Taufiq berkata:

    Dulu, ketika berangkat kuliah pagi, sempat merasakan ada uap air keluar kalau sedang menghembuskan napas. Sekarang mungkin jarang dijumpai di Bandung, kecuali kalau sehabis hujan yang terus menerus. Itupun mungkin baru “biasanya” muncul.

  2. kaprilyanto berkata:

    Wah di Riau berselimut asap ;(

  3. Devi berkata:

    beruntung kalau memberi udara yang memang bersih..tapi semoga bukan fatamorgana indah.. karena bukannya malah ngeri, ada apa dengan cuaca, pada kenyataannya polusi dan kendaraan semakin meningkat..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s