Pak JK Lawan Tangguh Pak Jok

Mumpung tahun politik dan menjelang Pileg dan Pilpres, maka saya jadi lebih sering menulis tentang politik. Politik bagi saya tidak harus dijauhi, karena politik menentukan bangsa ini mau dibawa kemana. Siapa yang menjadi wakil rakyat dan siapa yang akan memimpin bangsa ini sangat menentukan arah bangsa ini ke depan.

Meski belum digelar dan tanpa bermaksud mendahului takdir, Pilpres 2014 menurut saya sudah selesai apabila capres yang muncul adalah nama-nama yang beredar saat ini: Pak Jok(owi), Pak Prabowo, dan Pak ARB (Aburizal Bakrie). Diatas kertas sudah bisa diprediksi pak Jok yang akan menang, sebab Pak Prabowo dan Pak ARB kalah jauh dari Pak Jok. ARB elektabilitasnya rendah, salah satunya karena faktor lumpur Lapindo sebagai titik lemahnya dan sasaran empuk serangan pihak lawan. Pak Prabowo juga sama, beliau tidak bisa menyaingi Pak Jok akibat “dosa” masa lalunya pada tahun 1998 terkait kasus penculikan dan pembunuhan aktivis mahasiswa oleh Kopasus.

Kalau Pak Prabowo dan pak ARB tetap maju terus, maka mereka akan buang-buang uang saja. Percuma. Tapi kalau hanya Pak Jok saja yang elektabilitasnya paling jauh meninggalkan capres yang lain, lalu apa menarik lagi Pilpres? Pak Jok harus punya lawan tangguh agar persaingan Pilpres seimbang, tetapi nama-nama lawan tangguh itu belum muncul juga. Sebenarnya ada Pak Anies Baswedan yang secara kualitas lebih bagus dari pak Jok, tetapi Pak Anies belum resmi menang konvensi Partai Demokrat. Demokrat juga sangat kecil peluangnya mencalonkan capres sendiri karena raihan suaranya merosot tajam akibat kasus korupsi elitnya.

Jika boleh mengusulkan, saya menjagokan Pak Jusuf Kalla (JK) sebagai Capres yang terbaik. Pak JK adalah tokoh yang disegani, namanya populer di Indonesia Timur karena dia berhasil mempersatukan rakyat Indonesia bagian timur yang beraneka suku dan agama itu. Prestasinya yang menonjol adalah merukunkan konflik Ambon dan Poso yang berbau SARA. Dia turun tahta sebagai Wapres dengan cara yang khusnul khotimah (baik). Setelah tidak menjadi Wapres lagi dia tetap dirindukan banyak orang, malah dia masih tetap sibuk dalam berbagai aktivis sosial antara lain Palang Merah Indonesia (PMI) dan Dewan masjid Indonesia (DMI).

Dari segi kualitas Pak JK lebih unggul dari Pak Jok. Baru-baru ini Survei Pol-Tracking Institute merilis hasil survey pakar yang terdiri dari 330 Guru Besar (profesor). Menurut hasil survey pakar tersebut, Pak JK secara personal unggul dari Pak Jok (baca ini: Ungguli Jokowi, Ini Kelebihan JK dan Kualitas Personal Jusuf Kalla Lebih Baik Dibanding Jokowi).

Dikutip dari sini:

Pada aspek integritas, JK mendapatkan nilai 7,83 sementara Jokowi 7,80. Aspek kompetensi dan kapabilitas, JK diberikan nilai 7,66 diikuti Jokowi 7,58. Pada aspek visi dan gagasan, JK mendapatkan nilai 7,71 sedangkan Jokowi 7,59.

Begitu pula pada aspek leadership skill dan keberanian mengambil keputusan. JK unggul dengan nlai 7,93, dan Jokowi 7,83. Pada aspek pengalaman dan prestasi memimpin, JK diberikan nilai 7,79 sementara Jokowi 7,68. Aspek kemampuan memimpin dan mengelola koalisi parpol pendukung, JK mendapatkan nilai 7,46 sementara Jokowi 7,38.

Namun, pada aspek kemampuan menjalankan pemerintah dan memimpin negara terutama di bidang penegakan hukum/pemberantasan korupsi dan bidang ekonomi/peningkatan kesejahteraan, Jokowi mengungguli JK.

“Jokowi diberikan penilaian pada angka 7,77, diikuti Mahfud MD 7,64, dan JK 7,56,” kata Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute, Hanta Yuda di Jakarta, Ahad (23/3).

Dari satu sisi Pak Jok populer karena pendekatannya yang kerakyatan (blusukanisme) selain itu sederhana dan rendah hati. Titik lemah Pak Jok adalah mendustai janji-janji kampanyenya pada waktu Pilgub DKI, lalu belum ada prestasi yang menonjol selama menjadi Gubernur DKI selain blusukannya itu. Pak Jok menjadi besar karena pemberitaan media ( media darling), bukan karena prestasi-prestasinya.

Menurut saya Pak JK adalah lawan tangguh buat Pak Jok. Bagi yang tidak suka dengan Pak Jok, Pak Parbowo, dan Pak ARB, maka Pak JK adalah calon kuat yang mampu bersaing ketat dengan Pak Jok. Analisis saya dari sudut pandang kultural adalah begini. Pak JK memang bukan orang Jawa, tetapi tentu tidak semua orang Jawa suka dengan Pak Jok. Pemilih dari Jawa adalah 60% dari total pemilih (yang diasumsikan akan memilih Jokowi karena kedekatan suku), tetapi harus diingat 60% itu termasuk suku Sunda yang secara emosional tidak punya kedekatan dengan Pak Jok. Pemilih dari etnis Sunda sangat besar yaitu sepertiga dari penduduk Pulau Jawa. Tentu saja tidak semua orang Indonesia Timur suka dengan pak JK, tetapi bagi orang di belahan Indonesia bagian barat (Sumatera, Kalimantan, dan sebagian Jawa), nama Pak JK sudah melekat di dalam hati.

Kekurangan Pak JK adalah usianya yang mulai sepuh, selain itu dia tidak punya kendaraan politik. Pak JK memang sesepuh Golkar, tetapi Golkar sudah mencalonkan Pak ARB. Namun saya membaca perkembangan politik terbaru bahwa jika elektabilitas ARB tetap saja stagnan, maka setelah Pileg 2014 pencapresan ARB akan dievaluasi kembali. Bukan tidak mungkin ARB diganti dengan calon lain, siapa tahu penggantinya Pak JK.

Jika skenarionya ternyata Golkar tidak mencalonkan Pak JK sebagai pengganti ARB, maka saya mengharapkan skenario kedua, yaitu didukung oleh koalisi berbagai parpol tengah yang jumlah suaranya jika ditotal mencapai syarat threshold untuk capres (20%). Jika JK dicalonkan oleh koalisi berbagai parpol ini, maka peta persaingan Pilpres 2014 akan sangat seru. Apalagi jika wapres yang diusung untuk JK adalah Pak Mahfud MD atau Bu Risma, maka pasangan ini menjadi sangat kuat.

Jika JK jadi maju sebagai capres, maka Pilpres 2014 akan menjadi sangat menarik, tidak hanya “dimonopoli” oleh Pak Jok. Mungkinkah? Wallahu alam, Dia yang lebih tahu daripada saya.

Pos ini dipublikasikan di Indonesiaku. Tandai permalink.

8 Balasan ke Pak JK Lawan Tangguh Pak Jok

  1. bukanbocahbiasa berkata:

    WOW…. Analisa yang dahsyat Pak! Pak JK jadi “media darling” di Kompas TV kok Pak. Sayangnya, banyak masyarakat yang nggak terlalu suka TV-TV yang berisikan tayangan edukatif macam Kompas TV. Terus terang, kalo Pak JK maju, saya juga support beliau. Tapi, lebih keren jika pasangan cawapresnya Bu Risma (Walikota Sby) aja Pak. Nggak tahu, tapi saya tak terlalu simpatik (lagi) dgn Pak Mahfud MD. Biasalah, faktor feeling aja, haha.

  2. ades17 berkata:

    Kalau JK jadi cawapres nya Jokowi gimana Pak?

  3. affajri berkata:

    Salam hangat untuk Pak JK

  4. masbroaris berkata:

    sya ikut dukung pak JK

  5. angelita berkata:

    PAK JK

    solusi sehat dan langsing invite 753DC3C1
    085755196333

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s