Jam Dinding Kenangan

Sewaktu memperbaiki jam tangan di sebuah toko jam di Jalan ABC Bandung, mata saya tertumbuk pada sebuah jam dinding yang dijual di toko itu. Jam dinding bermerek SE*KO itu sudah lama saya cari, karena saya memang ingin memilikinya. Jam dinding itu membawa saya kenangan pada jam dinding di rumah almarhum ibunda di Padang. Setiap saya pulang ke Padang, jam dinding itulah yang mengingatkan saya pada almarhum kedua orangtua saya.

Jam dinding yang saya ceritakan ini mempunyai nada melodi sebagai tanda waktu. Melodi itu berbunyi setiap 15 menit sekali dengan panjang yang terus meningkat. Ketika jarum panjang tepat pada angka 3, ia berbunyi seperempat melodi. Ketika jarum panjang tepat pada angkat 6, jam berbunyi setengah melodi. Seterusnya ketika jarum panjang tepat pada angka 9, ia berbunyi 3/4 melodi, dan akhirnya ketika jarum panjang tepat pada angka 12 ia mengeluarkan melodi satu putaran penuh dan diakhiri dengan bunyi lonceng sebanyak angka yang ditunjuk jarum pendek. Jadi ketika jam menunjukkan angka 9 tepat, lonceng akan berdentang sebanyak sembilan kali, persis seperti dentang lonceng jam menara atau jam tegak seukuran lemari. Kata penjual jam di toko, jam dinding SE*KO yang saya minati itu memang versi dinding dari jam lemari. Bunyi melodinnya ada dua macam, yaitu Webminster dan Wettington.

Jam dinding SE*KO yang baru saya beli

Jam dinding SE*KO yang baru saya beli

Kata alamarhum ibu saya, jam merek SE*KO itu dibelinya di sebuah toko jam di Padang. Tahunnya tidak ingat lagi, tetapi kalau tidak salah selepas pulang dari Haji (tahun 1990-an kalau begitu). Harganya cukup mahal, sekitar ratusan ribu. Harga yang mahal itu sebanding dengan kualitasnya yang bagus. Jam merek SE*Ko memang merek jam yang terpercaya, hingga sekarang jam dinding tersebut masih berfungsi dengan baik, tidak pernah lambat, dan angka waktunya selalu tepat.

Ibuku menjadikan bunyi jam itu sebagai referensi waktu sholat. Misalnya kalau sudah berdentang 12 kali maka itu tandanya waktu sholat Dhuhur sebentar lagi akan masuk. Ibu sudah siap-siap berwudhu ke kamar mandi, lalu menggunakan telekung (mukena) dan berjalan menuju masjid yang jaraknya sekitar 200 meter dari rumah. Ibuku selalu sholat berjamaah di masjid, demikian pula ayahku.

Setiap kali ke Padang dan duduk melamun di rumah yang sudah sepi, maka suara melodi dan dentang jam dinding selalu membuat saya teringat dengan almarhum ibu.

Kini di Bandung saya sudah memiliki jam dinding yang sama. Suara melodi dan dentangnya akan selalu mengingatkan saya kenangan kepada ayah bunda yang sudah berada di alam sana. Semoga Alalh SWT melapangkan kuburnya, menghapuskan segala dosa-dosanya, dan memasukkan mereka ke syurga. Amiin ya rabbal ‘alamiin.

Pos ini dipublikasikan di Renunganku. Tandai permalink.

6 Balasan ke Jam Dinding Kenangan

  1. langitlembayung berkata:

    Itu memang jam kenangan pak. Rumah orang tua saya punya satu sejak saya kecil dan diletakkan di ruang tengah. Bapak saya menempel pasfoto nya waktu muda di situ, beserta tempelan stiker nama anak2nya. Jadi sewaktu saudara saya bertambah, tulisan di jam itu ikut bertambah :’)

  2. Devi berkata:

    ‘i’ nya di photo kenapa gak diganti bintang juga😀.. Btw.. merk ini memang okeh, keluarga saya juga konsumen setia.

  3. pakosu berkata:

    Rata-rata dulu di kampung saya (Muaralabuh) kalau membeli jam memang merek seiko ini. Disamping fungsi utama sebagai petunjuk waktu, bunyi nada suara dijadikan patokan untuk pengingat waktu sholat terutama zuhur dan subuh. Orang tua saya dulu juga begitu.

  4. ane malah serem suaranya…

  5. Irfan Yudhistira berkata:

    Malah di kampung saya, jam ini ditaruh di masjid & dijadikan sebagai penanda waktu se kecamatan. Soalnya bunyi melodi nya disalurkan ke amplifier masjid kmudian suaranya keluar lewat corong menara masjid. Akhirnya bisa didengar oleh masyarakat di sekitar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s