Duku Palembang atau Duku Baturaja?

Habis musim rambutan terbitlah duku.🙂

Sewaktu melewati daerah Arcamanik kemarin, ada pedagang buah duku palembang yang menggelar dagangannya di dalam mobil bak terbuka. Pemandangan mobil bak terbuka penjual buah duku jamak ditemukan di Bandung saat ini. Melihat buah dukunya yang ranum-ranum, saya pun tertarik untuk membelinya.

duku palembang

Sekedar basa-basi saya bertanya apakah buah duku tersebut benar duku palembang (maklum ada juga buah duku lokal dari Ciamis yang bentuk dan tampilannya mirip dengan duku palembang, tetapi rasanya agak masam).

Saya: “Ini asli duku palembang, Bu?”
Pedagang: “Ini duku dari Baturaja, Pak”

Dalam hati saya berkata, bukankah Baturaja itu di Sumatera Selatan juga. Apa bedanya?

Ups, saya tersadar. Ya benar, buah duku tersebut tidak berasal dari Palembang (Sumsel), setahu saya tidak ada pohon duku di Palembang (CMIIW). Buah duku berasal dari daerah pedalaman Sumsel seperti Baturaja, Muaraenim, Ogan Komering, dsb. Namun orang awam kan tidak tahu Baturaja itu di mana, Muaraenim di mana, Ogan Komering di mana, tahunya cuma Palembang, jadi ya sudah disebut saja duku palembang saja (p kecil, bukan P besar).

Saya pernah melewati daerah pedalaman Sumatera Selatan, itu dulu zaman saya masih mahasiswa ketika pulang kampung dengan bus ke Padang. Sekarang sudah jarang orang pulang kampung dengan bus, biasanya ya naik pesawat saja yang ongkosnya tidak jauh berbeda bila naik bus. Nah, selepas Provinsi Lampung bus memasuki daerah Sumatera Selatan. Ketika melewati daerah Baturaja dan Muaraenim, banyak sekali pedagang buah duku di pinggir jalan Lintas Sumatera. Jalan Lintas Sumatera itu melewati hutan-hutan dan perkampungan dengan rumah yang jarang-jarang. Pohon-pohon duku yang berbuah sesekali terlihat di pinggir hutan. Pohon duku yang batangnya tinggi itu terlihat sudah berusia tua. Entah siapa yang menanam pohon duku itu, mungkin kakek moyang mereka, yang diwariskan turun temurun ke anak cucu mereka dan memberi manfaat (rezeki) hingga sekarang.

Kembali ke buah duku di Bandung tadi. Berton-ton buah duku palembang dari Sumatera Selatan menyerbu kota-kota di Pulau Jawa dan Sumatera. Mereka menjajakannya pada lapak-lapak buah dan mobil bak terbuka di pinggir jalan. Ketika saya beli kemaren harganya sudah turun Rp15.000/kg, beberapa minggu lalu masih Rp25.000/kg. Kalau mau lebih turun lagi, tunggu dua minggu hingga satu bulan lagi, harganya akan menjadi Rp15.000 per 2 kg seperti foto tahun lalu di bawah ini.

duku palembang 2

Orang Sunda menyebutnya buah dukuh (ada tambahan huruf “h” di belakang seperti halnya orang Sunda menyebut sepeda dengan sepedah, mama dengan mamah, dsb). Karena buah duku yang terkenal adalah duku palembang, maka kita harus jeli sebelum membeli. Banyak varian buah duku lokal dari daerah-daerah lain di Jawa Barat, tapi soal rasa jelas jauh berbeda dengan duku palembang. Pedagang yang tidak mau tahu tetap menyebutnya duku palembang meskipun buah dukunya tidak berasal dari Sumsel. Pedagang yang nakal mencampurkan buah duku palembang dengan buah duku lokal, hasilnya buah duku palembang yang sudah tidak murni lagi. Pedagang pada foto di atas menuliskan “Dukuh Asli Palembang” pada selembar karton untuk meyakinkan pembeli, sementara pedagang lain menuliskan “Dukuh Palembang asli Komering”. He..he, sudah Palembang pakai Komering lagi. Duku komering, duku baturaja, duku muaraenim, ya sama saja semuanya, tetap disebut duku palembang.

Pos ini dipublikasikan di Gado-gado. Tandai permalink.

9 Balasan ke Duku Palembang atau Duku Baturaja?

  1. Wah, pas sekalii, Pak Rinaldi. Barusan saja, minggu lalu saya beli duku di Palembang. Harganya di Pulau Jawa ternyata tidak jauh beda, yaa.. Di sana, duku kecil per kg Rp 15.000, sedangkan duku besar per kg Rp 20.000

  2. nengwie berkata:

    Setiap liburan, waktunya ndak pas terus, jdnya sudah bertahun2 ndak makan Dukuh 😔

  3. alneedya berkata:

    Kok duku nya sudah nyebrang ke Jawa Pak, di Pekanbaru blum ada. Salah satu ciri2 duku yang manis ada semburat warna orange atau peach di kulitnya..

  4. Yunus berkata:

    Pak Rin, mohon maaf OOT (krn sy tidak tahu email bapak). Mohon menuliskan mengenai perilaku pengendara mobil di kampus ITB. Menurut pengamatan saya belakangan ini sudah mulai keterlaluan dalam memacu mobilnya sehingga membahayakan pejalan kaki. Apakah pengemudinya dosen atau pegawai atau sopir dosen/pegawai, nampaknya tidak mengindahkan aturan kecepatan 20 km/jam. Mudah-mudahan menjadi perhatian ITB sebelum ada korban jatuh. Salam

  5. yusnidar berkata:

    Sedikit tambahan, untuk membedakan duku palembang dengan duku dari daerah lain. Duku palembang memiliki kulit yang tebal, kalau yang matang/tua, daging buahnya cenderung bening (tidak keruh/putih), dan jarang ada bijinya, kalau pun ada, bijinya kecil. Rasanya manis dan legit, rasanya tak pernah puas memakannya.

  6. shampo noni bsy berkata:

    wahh terimakasih telah berbagi pengalaman ya..
    jadi yang dimaksud buah dukuh palembang itu memang namanya bukan nama kotanya gan?
    terimakasih😉

  7. mhn info yg bisa pasok buah duku ke medan,minimal 500 kg max 1000 kg,hubungi kita bpk.joni 085372226773/081375626150/06177771067

  8. enak mana sih duku palembang sama duku baturaja?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s