Kue Balok, Kue Legendaris “Urang Bandung” yang Laris

Dari sekian banyak jajanan khas kota kembang yang bertebaran di berbagai sudut kota Bandung, ada satu jajanan tradisionil yang tetap dicari dan memiliki banyak penggemar. Jajanan itu adalah kue balok. Kue balok adalah penganan yang secara penampilan mirip kue pukis, namun yang ini berbeda dari segi isi dan rasa. Jika kue pukis isinya lembut, maka kue balok isinya padat sehingga memakannya bisa mengenyangkan perut. Makanya tidak heran jika kue balok sering menjadi sarapan pagi orang yang tidak sempat makan.

Salah satu pedagang kue balok yang terkenal adalah kue balok di Pasar Cihapit. Pasar Cihapit sesuai namanya terletak di jalan Cihapit, Bandung. Di jalan ini ada pasar tradisionil, nah di pasar itulah ada pedagang kue balok. Jalan Cihapit juga terkenal sebegai sentra penjualan barang bekas.

Sekarang kue balok Cihapit punya cabang dekat rumah di Antapani. Namun untuk membelinya harus antri, apalagi pada malam hari (pedagang ini buka dari pagi sampai malam). Saking banyaknya yang ingin membeli, sampai-sampai harus pakai kupon segala. Akhirnya pagi hari sebelum ke kantor saya berhasil juga membelinya, kebetulan tidak banyak yang antri.

Pedagang kue balok Cihapit cabang Antapani

Pedagang kue balok Cihapit cabang Antapani

Pedagang kue balok

Pedagang kue balok


Saya pesan kue baloknya lima buah, per bijinya Rp 2000. Topping-nya bisa pilih dari kismis, keju, atau coklat. Aslinya kue balok itu tidak pakai topping, tetapi pengaruh jajanan modern membuatnya perlu menyesuaikan diri.

Saya mengamati proses pembuatannya, mulai dari menuangkan adonan ke cetakan hingga matang.

Adonan kue dituangkan ke atas cetakan.

Adonan kue dituangkan ke atas cetakan.

Tambahkan topping berupa keju, kismis, atau coklat.

Tambahkan topping berupa keju, kismis, atau coklat.

Untuk memasaknya diperlukan dua tungku arang, satu di atas dan satu di bawah cetakan. Jadi, dengan memasak begini kue akan matang merata dari atas ke bawah.

Tutup dengan tungku atas

Tutup dengan tungku atas

Dua tungku di atas dan di bawah cetakan.

Dua tungku di atas dan di bawah cetakan.

Proses memasaknya sekitar lima menit. Sesekali tungku yang di atas diangkat untuk mengintip apakah kue sudah matang atau belum.

Mengintip proses pematangan kue balok

Mengintip proses pematangan kue balok

Kue balok sudah matang

Kue balok sudah matang

Hmmm... kue balok siap disantap

Hmmm… kue balok siap disantap

Mau?

Pos ini dipublikasikan di Makanan enak, Seputar Bandung. Tandai permalink.

5 Balasan ke Kue Balok, Kue Legendaris “Urang Bandung” yang Laris

  1. mantap gan apa lagi di sajikan nya di malam hari sambil nongkrong sama temen’ mantap

  2. (@hadygnw) berkata:

    di leuwipanjang juga ada pak, cuma kalau di sini gak pakai topping apa2 alias masih tradisional banget. tiap sore banyak yang ngantri berebut pengen beli hihihi termasuk saya sendiri hehehe

  3. FB berkata:

    Mau dong Pak, hihi. Di ujung tunnel, kantin paling ujung sebelum Saraga, juga ada yang menjual kue balok, Pak. Namun saya belum mencobanya. Dari bentuknya mirip kue pukis, terlihat lebih besar dari segi ukuran.

  4. Kue Cokelat berkata:

    Saya juga pernah cobaik kue ini. Memang enak banget🙂

  5. Dadang Sutanto berkata:

    terimakasih banyak.., saya tanto rencana mau jualan kopi dengan kue balok ala bandung tradisional.., dimana kira2 bisa beli alatnya atau loyangnya… trmksh bnyak email address dadangtanto65@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s