Pilihan Capres Menurut “Orang-Orang Kecil” Di Sekitar Saya

Ini masih cerita tentang Pemilu ya. Siapa presiden yang akan dipilih oleh orang-orang kecil di sekitarmu pada Pilpres 2014? Saya akan menceritakan pilihan Presiden orang-orang kecil yang berinteraksi dengan saya. Orang-orang kecil yang saya maksud adalah loper koran langganan, tukang antar gas, penjual tahu keliling, dan pramukantor (office boy). Menarik juga mengetahui siapa capres yang akan dipilih oleh mereka. Apakah mereka terpengaruh oleh hasil-hasil lembaga survey yang selalu mengopinikan bahwa Jokowilah yang elektabilitasnya paling tinggi dan diprediksi akan menag?. Apakah pilihan mereka juga sama?

******************

Suatu pagi loper koran langganan mengantarkan koran ke rumah seperti biasanya. Hari itu saya membayar uang langganan bulanan. Sembari menulis kwitansi, dia bertanya kepada saya.

Loper koran langganan: “Milih siapa nanti, Pak.”

Saya: “Yang tegas, berani, dan berwibawa.”

Loper koran: “Sama pak, saya juga pilih Prabowo.”

Heran, padahal saya tidak menyebut nama lho, tapi kok tukang koran itu tahu saja. Selanjutnya dia menjelaskan kenapa dia memilih Prabowo. Alasanya mungkin naif bagi sebagian orang, tetapi itulah pandangan dia (tidak saya kemukakan di sini alasannya).

****************

Suatu siang di kantor, ketika saya naik lift ke lantai empat, seorang pramukantor (OB) juga ikut di dalam. Dia sedang membawa sebuah majalah TEMP* edisi terbaru yang cover-nya menggambarkan capres yang disebut satria berkuda (Prabowo menunggang kuda). Majalah itu pesanan seorang teman yang meminta tolong kepadanya dibelikan di kios koran. Tertarik dengan cover majalah itu, saya pun iseng-iseng bertanya siapa “jagoannya”.

Say: “Eh pak, nanti milih siapa, nih?”

OB: “Yang ini pak” (sambil tangannya menunjuk gambar seorang satria berkuda di majalah TEMP* edisi terbaru).

Saya: “Kenapa?”

OB: “Tegas orangnya. Sekeluarga saya akan milih dia”.

Apakah kebanyakan orang kecil di sekitarmu berpikiran sama dengan OB tadi? Artinya, ketegasan dan kewibawaan adalah pesona yang pertama dinilai mereka ketimbang visi dan misi, program, pencitraan, blusukan, apapun itu. Visi misi dan program mungkin hanya konsumsi yang orang-orang “pintar”, sedangkan bagi orang kecil seperti dia yang dilihat adalah sisi lain (ketegasan dan keberanian) yang selama ini mungkin tidak ada pada presiden sekarang yang dikenal peragu.

*******************

Gas di rumah saya habis. Saya pun menelpon tukang gas langganan untuk mengantarkan gas ke rumah. Sembari dia memasang gas, naluri rasa ingin tahu saya pun muncul, sekadar ingin tahu saja.

Saya: “Siapa jagoan mang waktu Pilpres nanti?”

Tukang gas: “Ya Prabowo lah”.

Mantap sekali dia menjawab. Dia sudah punya pilihan rupanya. Sepertinya orang-orang kecil itu sudah punya pilihan dan preferensi masing-masing, maka kampanye dan pemberitaan masif di media tentang seorang capres tidak punya pengaruh apa-apa pada pilihannya.

*****************

Tadi pagi saya ngobrol dengan tukang tahu keliling yang selama ini mengantarkan tahu ke rumah. Saya pun iseng ingin tahu siapa capres yang ada dalam pikirannya.

Saya: “Sudah punya jagoan di Pilpres nanti, Mang?”

Tukang tahu: “Ah, belum. Nanti wae, tergantung siapa yang bisa menjanjikan yang menarik. Kalau bapak, siapa?”.

Saya: “Prabowo”

Tukang tahu: “Oh iya, saya juga mau milih yang itu”.

Saya: “he..he..he” (rupanya mang tukang tahu malu-malu mau menyebutkan).

********************

Dari cerita-cerita di atas, saya menangkap kesan jangan-jangan banyak orang kecil di sekitar kita diam-diam punya pilihan ke satria berkuda. Mungkin saja kesimpulan saya tidak benar, mungkin saja perampatan (generalisasi) saya terlalu naif. Saya hanya memotret realita yang ada di sekitar saya. Sebagai pembanding, cobalah anda melakukan survey kecil-kecilan dengan bertanya kepada orang-orang kecil di sekitarmu, seperti pembantu, tukang ojek, mang becak, kuli bangunan, ibu-ibu arisan, dan lain-lain, kira-kira pilihan mereka condong kemana?

Selama ini lembaga survey paling getol mengopinikan capres tertentu (Jokowi), seolah-olah capres inilah yang akan menang mutlak. Namun, berkaca dari hasil Pileg kemarin, ternyata Jokowi effect sama sekali tidak terbukti. Kemana silent majority yang selama ini tidak dibidik oleh lembaga-lembaga survey? Ternyata suara silent majority tidak bersesuaian dengan keinginan lembaga-lembaga survey itu.

Apakah pada Pilpres 2014 nanti silent majority yang mayoritas masyarakat kecil akan mengambil pilihan berbeda dari yang selama ini diopinikan media dan banyak lembaga survey? Wallahu alam bissawab, kita akan melihat hasilnya pada tanggal 9 Juli nanti.

Pos ini dipublikasikan di Indonesiaku. Tandai permalink.

107 Balasan ke Pilihan Capres Menurut “Orang-Orang Kecil” Di Sekitar Saya

  1. Ghea berkata:

    Setelah saya cari-cari tahu, saya tahu siapa yang akan saya pilih, yakni beliau yang :

    1. Paham otonomi daerah. Saya lihat, Indonesia terbagi menjadi dua, negara untuk pemerintah pusat, dan negara untuk pemerintah daerah. Sebagus-bagusnya visi misi, setegas-tegasnya beliau, kalau program-programnya ndak bisa dieksekusi kepala daerah, nggak selesai-selesai masalah Indonesia.
    2. Presiden dan wakil harus aktif. Trauma saya dengan pemerintahan Pak SBY kemarin.
    3. Ndak dikelilingi lingkungan pebisnis tulen. Semua kasus korupsi pasti nyangkut sama pihak swasta.

    Bukan berarti karena JW-JK (nampaknya) punya dua dari tiga kriteria itu, dan bukan berarti karena gabungnya Pak HT atau Ical dikubu PS berarti ada indikasi politik bisnis, terus saya jadi milih JW-JK. Lebih etis kalau sekarang saya (dan juga Bapak yang merupakan dosen di universitas ternama) bersikap netral, ndak langsung mengungkapkan siapa yang akan dipilih, tersirat ataupun tersurat. Kita mencari pemimpin yang terbaik dari yang sudah baik-baik. Ketokohan JW dan PS sama-sama baik di mata saya. Pak JW punya prestasi di Solo dan Jakarta (walau ada orang yang pro kontra), dan Pak PS juga punya prestasi di militer (walau ada orang yang pro kontra).

    Saya menunggu debat capres. Biar yang saya pilih nanti benar-benar presiden yang mumpuni, bukan karena karakter luarnya. Jadi, daripada sekarang berlomba-lomba nanya “Nanti pilih siapa”, lebih baik mengumpulkan kriteria, “Apa yang saya cari dari calon-calon presiden ini”, sehingga bisa dibandingkan dan hasilnya menjadi rasional, bukan karena emosi tahun pemilihan.

    Kalau dua calon memang sama-sama baik, saya tidak takut lagi mengenai siapa yang akan terpilih nanti.. Aamiin. Bismillah.. Nasib saya setelah lulus kuliah ada di tangan Tuhan, tapi seringkali yang mengganggu berasal dari tangan mereka. he he he😀

    *maaf ya, paaak, curhatnya panjang banget :’D

    • rinaldimunir berkata:

      Tidak apa-apa. Saya hanya menyuarakan sikap politik saya melalui tulisan ini. Boleh suka atau tidak suka, setuju atau tidak setuju. Kita saling menghormati pilihan masing-masing. Dunia ini hanya main-main saja kok.

      • Ghea berkata:

        Mohon maaf sekali ya, pak, karena saya lancang meminta Bapak untuk bersikap netral seperti itu. Memang siapalah saya. hehe. Alasan saya bukan karena apa-apa. Biasanya pembicaraan seperti ini yang bikin konflik, apalagi kalau semua orang bebas bicara. Di banyak grup yang saya ikuti, pasti salah satu pendukung menyerbu pendukung yang lain. Nggak jauh beda dengan komentar-komentar di bawah saya :’D

        Betul, Pak, dunia hanya main-main. Nanti setelah pemilu juga yang “di atas” bakal damai-damai saja. Nah, giliran masyarakatnya nih, masih ada konflik pasca pemilu atau nggak. Huhu. Mau saja ikut-ikutan emosi gara-gara isu yang kita nggak tau benar tidaknya.

        Saya yakin, siapapun yang terpilih, Indonesia akan tetap maju… kalau memang masyarakatnya mau maju. Tuhan kan tetap nggak akan ngubah kaum kalau kaum itu nggak mau berubah. Jadi kalau bicara Indonesia, sebenarnya bukan hanya soal pemimpin, melainkan juga bicara bagaimana masyarakatnya. *kok saya jadi orasi. wkwk*

        Salam lemper ala cak lontong buat semuanya🙂

    • fitriani berkata:

      Manusia itu memutuskan sesuatu secara inferen dan rasionalisasi, kalau inferen = dikumpukan dulu semua fakta baru diambil kesimpulan. Kalau rasionalisasi = dipilih dulu kesimpulan baru dikumpulkan fakta-fakta yang mendukung pilihan tersebut. Pemilih sekarang banyak terjebak di cara kedua yaitu rasionalisasi karena waktunya lebih cepat dan pengumpulan fakta tidak selama dan sesulit cara pertama (inferen). Akibatnya pemilih2 tipe begini suka berdebat nggak jelas di forum2 untuk menunjukkan kebenaran pilihannya karena mereka sudah menyegel hati mereka ke satu pilihan jadi percuma aja berdebat, toh tidak akan diterima lagi argumen masing2 kubu karena keduanya sudah memilih terlebih dahulu baru setelah itu dia cari fakta2 yang menguatkan pilihannya dan menolak fakta2 yang dapat melemahkannya. cmiiw.

  2. Rindu Firdaus berkata:

    Assalamualaiku pak. Saya numpang berpendapat juga ya pak..
    Saya juga banyak bertanya dan memperhatikan pendapat dari “orang2 kecil” ini. Hampir semua yang saya tanyakan, dapat ditarik benang merah kalau mereka kangen sama masa soeharto. Apa-apa murah, tertib, enak lah pak pokoknya. Lalu saya bertanya-tanya pak, apakah mungkin karena mereka orang2 “kecil” maka kecil juga akses mereka terhadap informasi dan dunia luar. Apa mereka tidak tahu ketika di zaman suharto yang serba enak itu, di beberapa belahan Indonesia lain, terdapat daerah2 yang tercabut haknya demi orang-orang di belahan indonesia lainnya bisa merasakan apa itu zaman enak. Ketika orang2 kecil ini saya ceritakan tentang hal itu, mereka hanya bilang “yang penting kami bisa hidup tentram mbak, kebutuhan utama dan perut tercukupi”. Kesimpulan jahat saya, demi perut, orang2 tidak perduli ya sama penderitaan dan hak2 yang terzalimi dari pihak lain. Kemudian saya tanya lagi pada mereka bahwa prabowo kan masih tersandung beberapa kasus HAM dan banyak dari orang maupun keluarga korban masih mengejar keadilan dan mencari kebenaran atas apa yang sebenarnya terjadi. Lalu orang2 ini ada yang menjawab “gak mungkin itu blablabka” atau ada juga yang “ya mau gimana demi ketertiban dan kepentingan bersama blablabla” dan jawaban macam2 lagi yang kelanjutannya adalah demi tercapainya kebutuhan perut dan kedaulatan atau apa lah itu.
    Saya menjadi bertanya2, negara ini katanya NKRI. kesatuan. Bukankah seharusnya satu sakit ya sakit semua ya. Tapi ternyata banyak yang tidak perduli. Banyak yang mudah lupa. Banyak yang dengan mudah membiarkan dan membiarkan lupa, bahkan mendorong lupa. Apakah semahal ini harga sebuah NKRI yang konon memang harga mati. Maaf kepanjangan pak, hanya sedikit tertarik mengutarakan pendapat juga. Wassalamuailaikum🙂

  3. Bambieta berkata:

    Jika sering buka internet, kemungkinan preferensi mayoritas pilihan org di internet tsb lebih ke jkw, mengapa? media2 online yg paling populer seperti detik kompas tempo, tak henti-hentinya memberitakan jkw dua tahun, sehari bisa puluhan berita, hampir semuanya positip, sehingga seolah2 mengatakan inilah sosok pemimpin sederhana yang akan menuntaskan semua persoalan2 bangsa. Sejak 4 bulan setelah jadi gub, prediksi saya bakal nyapres dan ternyata benar, bagaimana mungkin seseorang diberitakan terus menerus jika tidak ada maksud, hampir ga bisa diterima akal saya jika tak ada maksud apa2. Tapi sayang kenyataan di lapangan terlalu jomplang dg pemberitaan. Kata2 dan sikapnya yg terus variable dari hari ke hari (ra mikir, rapopo, bukan urusan saya, bukan salah saya, tanya mega, macet dan bajir gampang sekali), sudah terlalu banyak blunder2, sama aja dg politikus lainnya. Semakin menunjukan bahwa dari segi intelektualitas saya meragukan akan mampu memimpin 250jt, bahkan ternyata ipk nasakom. Intelektualitas adalah syarat yg sangat penting (bahkan syarat no1. lihat cerita thalut, goliath dan daud yg terkenal itu. Thalut dipilih karena intelektualitasnya). Susah jkw tak terpengaruh karena di PDIP terkenal banyak koruptornya, suka jual murah aset, dan seperti di link ini http://detik.com/news/read/2005/03/31/174714/331176/10/kongres-pdip-untungkan-psk

    Jadi bagi saya PDIP no, Jkw No, dan lebih layak jenderal duda sang penculik yg dipecat. hahaha.

  4. juragan.sipil berkata:

    Kalo PRT di rumah saya pilih JKW, soalnya waktu pileg sebelumnya udah dikasih 100 ribu sama partainya JKW.

    Kalo saya pribadi ngga sreg sama dua-duanya. Satu-satunya yang ngasih harapan adalah pak JK. JKW adalah versi muda dari JK. Tapi, JKW terikat partai, sementara JK tidak terpengaruh partai. Partai menggonggong, pak JK berlalu.

    Pak JK sudah ngasih lihat sedikit sewaktu jadi wakilnya SBY, dia ngga terpengaruh sama sekali dengan SBY dan partainya. Tapi dengan partainya JKW, kok agak-agak mengkhawatirkan ya. JKW aja jadi jinak.

  5. Andi Rahmat berkata:

    Pak RInaldi (komentar ini khusus untuk Pak Rinaldi),
    Mohon pendapat bapak mengenai kontradiksi sikap para pendukung PS (baca: elit2 partai islam).
    1. Soal keislaman JKW, satu sisi mrk mengatakan ibu JKW non muslim (Rhoma dkk kalau tidak salah) dan ternyata tidak benar, tapi di sisi PS yang sudah jelas2 dari keluarga campur sayur (ibu PS jelas non muslim), tidak dibahas.
    2. Soal keluarga sakinah, satu sisi mrk mendukung orang yang menegakan sunnah nabi (menikah), tp disisi lain mrk menutup mata thd status keluarga PS.
    3. Mrk mencela foto jokowi jadi imam, di sisi lain tidak pernah protes soal PS yang baru jadi muslim ketika menikah dg titiek soeharto.
    4. Kalau PS mendapat berita negatif mrk mengatakan ini pasti dari pendukung JKW, di sisi lain ketika ada berita negatif tt JKW, mrk mengatakan ini pasti dari JKW sendiri.
    5. Mrk mengatakan pendukung reformasi, dan bahkan krn reformasilah ada partai dg ideologi islam, tapi di sisi lain mrk bergandengan mesra dengan golkar dan bahkan memuji golkar. Prabowo beberapa waktu lalu mencela golkar krn politik uang, skrg memuji golkar. Soal begini kalau JKW pasti dikatakan mencla-mencle, kalau PS dikatakan fleksibel (model geleng-geleng kepala on :))
    6. Mrk mencela prestasi/pengalaman pemerintahan JKW, di sisi lain mrk menutup mata terhadap prestasi/pengalaman PS di pemerintahan. Ingat kita mencari pemimpin pemerintahan bukan mencari pimpinan tentara. Dan pastinya prestasi PS di tentara hanyalah prestasi lama, 20 tahun yang lalu, ibaratnya calon presiden ditanyakan prestasi saat jadi mahasiswa.

    Daftar di atas akan semakin panjang, cukup lihat dengan jernih.
    Khusus pak rinaldi, mohon tanggapannya.
    Tentu saja sikap politik pribadi bapak dihargai di sini, tetapi mohon tidak dilupakan bapak tetaplah PNS, mendapat penghidupan dari rakyat (negara), bukan dari partai. Sikap netral PNS hingga ke level terbawah adalah keharusan, kecuali bapak tidak peduli atau mau ganti profesi. Salam

    • rinaldimunir berkata:

      Saya tidak termasuk orang-orang yang mempermasalahkan agama dan ketrurunan JKW. Bagi saya penilaiannya bukan soal masalah pribadi kedua capres tsb, tetapi bahwa ke depan bangsa kita memerlukan pemimpin yang punya wibawa dan ketegasan. Silakan baca tulisan saya sebelum ini tentang alasan kenapa saya memilih PS: https://rinaldimunir.wordpress.com/2014/05/23/jokowi-jk-atau-prabowo-hatta-pilih-yang-mana/

      Netralitas PNS artinya kami tidak boleh masuk ke dalam organisasi politik, tetapi setiap PNS memiliki sikap politik tidak ada aturan yang melarang. Saya pribadi tidak punya ikatan dengan suatu partai apapun.

      • Andi Rahmat berkata:

        Terima kasih atas balasannya Pak Rin,
        Sungguh menarik membaca sudut pandang Pak Rin yang sungguh meyakini bahwa netralitas PNS tetap terjaga asal tidak melakukan aktivitas politik formal. Tapi saya juga prihatin melihat PNS sekelas doktor, mengatakan (menggunakan bahasa saya ya pak), PNS akan netral meskipun jelas-jelas mendukung salah satu capres, asalkan, sekali lagi, asalkan secara formal tidak melakukan aktivitas dukungan (politik). Well no comment anymore……
        Agar diskusi kita ada pijakan (karena ini kan diskusi orang berpendidikan), saya kutip isi Peraturan Pemerintah No. 53 Tahun 2010, khususnya Pasal 12 Ayat 7.
        PP No. 53 Th. 2010
        Pasal 12
        Hukuman disiplin sedang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (3) dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap larangan sbb:
        …..
        Ayat 7.
        memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden dengan cara mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan, atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga, dan masyarakat

        Silakan baca dan tafsirkan sendiri, apakah bagi PNS seperti Pak Rin, aturan legal hanya cukup dipahami dari sisi eksplisit saja atau perlu membuka pikiran untuk membaca yang implisit. Sekali ini, ini demi uang rakyat yang menghidupi PNS dan keluarganya. Salam

    • fitriani berkata:

      Kalau saya memilih Prabowo jauh sebelum rame black campaign banyak diberitakan ke kedua capres. Saya murni menilai dari track record selama ini saja. Mungkin juga karena saya orgnya jarang nonton TV jadi saya belum terkena Jokowi effect kali yah?

  6. febrian berkata:

    Saya lebih menginginkan perubahan, banyak orang indonesia seringkali lupa dengan sejarah, hanya terpesona dengan ketegasan, wibawa yang ditunjukkan akhir-akhir ini.

    Sayangnya pilihan orang kecil itu dikerubuti orang-orang yang haus kekuasaan, sama halnya dengan pemerintahaan periode ini, bahwa nantinya menteri-menteri akan diisi oleh orang-orang politik, yang terbukti prestasi nya akan jauh lebih dapat dibayangkan jika diisi oleh orang profesional (contohnya : internet kita tetap nomor buncit). Juga lihat calon wapresnya, saya melihat mental pejabat kelihatan sekali dengan keiistimewaan perlakuan di hukum, dan mencoba janji-janji yang entah kenapa pas dia jadi menteri tidak ada upaya ke sana sama sekali.

    Ketika presiden sekarang bilang tidak setuju dengan nasionalisasi, calon presiden ini dengan mudah merevisi, dan bilang visi misinya akan meneruskan visi misi pemerintahan sekarang

    Jangan lihat capresnya, tapi lihat juga orang yang akan dijadikan lingkaran kekuasaannya. Saya akan lebih memilih Presiden yang “bodoh” tapi mengayomi masyarakat dan melakukan pendekatan humanis walau tanpa kehilangan ketegasannya.

    • rinaldimunir berkata:

      Febrian, benar kita jangan hanya melihat capresnya, tapi lihat juga orang-orang di sekelilingnya. Maka itulah, setelah melihat orang-orang di lingkaran JKW, saya menjadi tidak sreg. JKW dikelilingi oleh PDIP. Anda tahulah tentang sepak terjang PDIP dan orang-orang di dalamnya. Andai saja JKW tidak diusung PDIP, mungkin saya akan pilih dia.

      Soal bagi-bagi kekuasaan, saya tidak percaya JKW tidak melakukannya dengan partai pendukungnya. Tidak mungkin PKB, Nasdem, Hanura dll mau bergabung jika tidak ada janji-janji bagi menteri. Pasti ada pembicaraan tentang tersebut, tetapi mungkin dirahasiakan dan tidak diekspose keluar untuk membangun pencitraan bahwa mereka tidak dagang sapi. Lebih baik keterusterangan di awal daripada di belakang diam-diam “bermain mata”.

      Soal revisi visi misi, kedua Capres itu sama saja. JKW-JK pun merevisi visi misi mereka yang sudah disetor ke KPU, yaitu tentang penempatan Polri di bawah Kemendagri. Silakan baca ini: http://news.detik.com/pemilu2014/read/2014/05/24/064458/2591369/1562/jokowi-jk-akan-revisi-visi-misi-ke-kpu

  7. syarif thoyibi berkata:

    terima kasih pak rinaldi munir!saya makin mantap dukung prabowo-hatta!

  8. fatimah berkata:

    Febrian said:
    Saya lebih menginginkan perubahan, banyak orang indonesia seringkali lupa dengan sejarah, hanya terpesona dengan ketegasan, wibawa yang ditunjukkan akhir-akhir ini.

    @Febrian: Betul.
    Ingat dulu SBY jg image nya memesona. Latar belakang militer, badan gagah berwibawa potongan presiden laaah. Tp bbrp tahun kemudian tidak sedikit pemilihnya kecewa bahkan merasa “tertipu” karena ternyata tidak tegas, bahkan dibilang lebay dll. Padahal bukan salah SBY juga kan… Ya tetep saja salah si pemilih itu sendiri memilih berdasarkan kriteria penampakan fisik. Makanya… sekarang jangan tertipu lagi.
    Saya bukan pendukung Jokowi ataupun Prabowo. Belum menentukan pilihan. Di sini, saya hanya mengingatkan lagi bagi yang dulu merasa tertipu oleh penampakan luar.

    • abunek berkata:

      humanis, aduh manisnya sampai ke penjuru dunia..

    • fitriani berkata:

      tenang2 keduanya sama2 terpesona kok, yg pendukung Jokowi terpesona dgn blusukan dan kesederhanaan Jokowi, yg pendukung Prabowo terpesona dengan kecerdasan dan keteganan Prabowo. Keduanya sama2 ‘terpesona’.🙂

      • fitriani berkata:

        tenang2 keduanya sama2 terpesona kok, yg pendukung Jokowi terpesona dgn blusukan dan kesederhanaan Jokowi, yg pendukung Prabowo terpesona dengan kecerdasan dan ketegasan Prabowo. Keduanya sama2 ‘terpesona’.🙂

  9. Raya berkata:

    Numpang lewat…
    Saya membaca blog dosen T.Elektro ITB Pak Budi beberapa waktu lalu, bisa diklik link di bawah. Meskipun tulisan tsb tidak membahas tentang Capres & Cawapres, tetapi tulisan ini sangat layak dibaca. Lihatlah kerangka berpikir penulisnya.

    Menurut saya pemikiran Pak Budi ini netral, berimbang…
    Oh ya… saya masih belum tentukan pilihan Jokowi atau Prabowo. Mudah-mudahan mendapat pencerahan. Amiiin
    http://rahard.wordpress.com/2014/04/17/sterilisasi-kampus/

  10. mandragate berkata:

    Sama pak, di kantor saya OB2 jg pada mau milih prabowo, banyakan bilang muak liat pemberitaan di media2 yg berlebihan nyanjung2 jokowi, hmm.. Sptnya jokowi mesti ganti strategi pencitraannya nih

  11. situmorang berkata:

    Terlepas dari komentar panjang lebar sadara2 sekalian yang pro jokowi dan tampak sangat resisten dgn tulisan Pak Rin ini, dalam kesempatan ini saya cuma mau mengatakan bahwa apa yg dilakukan Pak Rin hanyalah sebentuk sikap politik seorang rakyat indonesia yang baik dalam mengutarakan pendapatnya sebagai cerminan budaya demokrasi di Indonesia, tidak perlu lah bawa2 nama PNS spt yg disebut2 bung andi rahmat di bawah, bung andi ingat, anda bukan sp2 di depan pak Rin, jd gk ada gunanya mendebat beliau. Turut berbagi pengalaman perihal pilihan wong cilek mnrt pengamatan saya apa yg dialami beliau Pak Rin jg saya alami di tempat tingggal dan lingkungan saya bekerja, PRT, tukang sapu jalan, OB, buruh2 yg naik KRL bareng rata2 pro Prabowo, pas ditanyain jokowi gimana? Mereka bilang : capres blusukan, tukang pencitraan, penipu, dsb., surprise…benar trnyata rakyat Indonesia udah mulai pintar🙂

    • febrian berkata:

      Emm kami dari sisi lain rasanya jg berhak menyampaikan pendapat, apakah hanya pendukung prabowo yg boleh mendukung di sini? Dan secara tidak langsung mas nya bilang kami yg dukung jokowi adalah “bodoh”

      Saya mengikuti track record jokowi jauuuh sebelum beliau diangkat oleh media, jika blusukan dianggap pencintrakan, saya lebih memilih itu daripada yang dengan menye menye memperlihatkan kemewahan. Apakah jika masnya diliput media itu pasti pencintraan? Toh bukan masnya yang mengundang media.

      Saya tanya satu hal untuk pendukung prabowo, jangan hanya dijawab tegas dan berwibawa.

      “Apa prestasi nyata Prabowo sehingga dia layak?”

      • fatimah berkata:

        @Febrian: Saya bukan fans Jokowi, tapi saya sepaham dengan Anda.
        Tentang pencitraan, mestinya salahkan media yang meliput. Ada orang kerja bener2, lalu ada media meliput dibilang pencitraan. Lah siapa yang ngundang wartawan? Wartawan memang tugasnya cari berita.
        Lha memangnya pihak yang menonjolkan kegagahan wibawa tegas dll juga bukan pencitraan?
        Sekali lagi saya bukan fans Prabowo atau Jokowi tapi saya berusaha berpikir lebih jernih untuk menentukan pilihan, sehingga nilai2 keutamaan lah yang perlu dikedepankan.

        Saya justru concern pada bbrp partai pendukung Prabowo yang mengarahkan pilpres pada issue agama. Kok seperti mau jihad saja…
        Ya memang sih jualan agama itu cespleng. Manusia itu paling takut kalau sudah berurusan/disangkutpautkan dengan agama. Bahkan berpikir sedikit berbeda atau sedikit berkembang dari yang ada saja tidak berani.
        NB: saya muslim 100%, sholat 5 waktu, baca Al-Quran, bukan Syiah atau Ahmadiyah (barangkali akan dituduh nih hehehe), JAMAN DULUUUU saya nyoblos-nya PAN PKS. Jadi jangan SARA yaaa yang sensi2 hehehe…

        @pemilikBlog: Terima kasih sudah share pendapatnya juga atas media blog nya sehingga kita dapat bertukar pendapat. Tapi tidak ada salahnya bila setiap orang melihat kembali posisi diri masing-masing apakah sudah pas pada tempatnya.

      • sakti berkata:

        Bung febrian mungkin link ini bs jwb prtanyaan anda mengenai prabowo : http://www.lensaindonesia.com/2014/04/19/mengenal-lebih-dekat-sosok-prabowo-subianto.html. Dan saya minta jg dnk bukti2 prestasi jokowi spt apa, kl bs ada sedikit ulasan mengenai intelektual beliau dan prestasinya saat di kampus, karena kecerdasan adalah hal utama dalam memimpin negeri sebesar ini, saya gk butuh data2 selama jd walkot solo dan gub DKI ya, krn isinya pasti apalagi kl bukan sanjungan2 lebay tanpa dasar dan lebih banyak mengada2 spt esemka, revolusi mental, dll

      • febrian berkata:

        @sakti

        Sip mas sy baca artikelnya prestasi nyata nya adalah ini :

        Salah satu prestasi penting Prabowo adalah kesuksesannya dalam memimpin Operasi Pembebasan sandera Mapenduma, Papua Barat pada 1996.

        Selain itu setelah 1998 dia habiskan di yordania untuk berbisnis, kemudian bikin partai, apa itu prestasi?

        Saya tinggal di jakarta dan saya melihat sendiri hasil kerja jokowi jd jangan bilang sy dikibulin media :
        – tanah abang
        – waduk pluit
        – kampung deret
        – jakarta sehat

        Semuanya memang belum sempurna, tp sy melihat ada kemauan untuk bekerja keras , tegas dan langsung dinikmati oleh warga jakarta. Jangan bilang itu hal kecil krn toh semua gubernur sebelumnya belum ada yg bisa realisasinya, sy merasakan pemerintahan ada adalah pada masa jokowi. Bukan masa foke yg fotonya menghiasi papan reklame jakarta.

      • tio berkata:

        @febrian : jokowi didukung oleh PDIP lho, partai yg menolak pembubaran prostitusi, mengganti wawalkot surabaya seenak perutnya dan telah melakukan banyak hal tidak terpuji lainnya, diliat dr history terbentuknya ini partai serta rekam jejak pemimpinnya terus terang aja sangat gak recommended. Kemudian dari jauh2 hari juga sudah terlihat jelas betapa Jokowi sangat tunduk pada perintah kanjeng ratu megawati, yang artinya dalam hal ini jolkowi hanyalah boneka atau alat bagi PDIP untuk menjalankan visi dan misinya. Pertanyaan saya: apakah anda juga simpatisan PDIP? Kalo ya monggo dengan pilihan anda, kalo bukan saya sarankan pikirkan lagi dukungan anda kpd Jokowi dari pada nanti berujung kpd penyesalan.

    • febrian berkata:

      Oiya, Sya gak papa dipimpin bekas mahasiswa ip nasakom namun peduli rakyatnya dibanding dengan orang pinter yg korupsi, anda bisa buktikan kepintaran hayam wuruk, julius caesar, bahkan nelson mandela dengan IP?

      • bajigur berkata:

        Hah?? Jd bener IPK jokowi satu koma? Surpriseeee (ROTL)

      • ela berkata:

        Pantesan aja ya gaya ngomong jokowi spt itu, gk ada intelek2nya, trnyata IPK aja nasakom gt, waduww, ill feeeel, untung aku buka blog ini, padahal tdnya udh bulat mau dukung dia. Huh..kata sp emg dia gk akan korupsi, sp yg jamin? Hidup ini kan dinamis bgt begitu jg manusia, skr bilang A besok bisa aja bilang B, C atau D. #kecewasamajokowi#

      • febrian berkata:

        Haha tampak seperti pendukung padahal tampaknya pendukung si sebelah, ciri khas pasukan nasi bungkus. Tahu kan kenapa banyak yg jd relawan? Pasti Pak Rin pun tahu sy tidak mungkin jd dibayar untuk ini selain krn sy percaya sama beliau

        Pendukung PS pun sama saja tidak akan bisa diajak berdebat, toh tanggapan tentang prestasi dia tidak bisa diruntut, sukanya hanya menjelekkan pihak lain. Korupsi? Tidak fair kalo tidak menjelekkan yang sudah terbukti membela tersangka korupsi. IPK? Coba baca bionya jenderal Kiki mas di perjuangan tim tim, lihat kelakuan PS seperti apa.

        Ah sudah lah semua sudah punya pilihan. Silakan menikmati pilihan masing masing.

      • bajigur berkata:

        kasian banget dan juga salut sama mas febrian yang ngebelain jokowi mati2an dengan jiwa raga dan tanpa batas, mas nanti kalo saya ada kesempatan ketemu jokowi insyaAllah saya tunjukin komen2 mas di blog ini ke beliau, sp tau jokowi perasaannya jadi tergugah, bersimpati dan berniat nraktir mas di ayam goreng wong solo atau suharti, lumayan kan mas ditraktir seorang idola pasti berjuta rasanya🙂

      • febrian berkata:

        @bajigur

        saya hanya mencoba percaya, sudah pernah dikecewakan oleh sebuah partai yang saya pikir akan “putih” dan bersih, namun melihat elitnya bermewah-mewahan (jam mewah :D), bahkan terjerat kasus (partainya ada di pendukung sebelah), saya jadi eneg lihat politik.

        Sejauh ini saya masih bisa percaya ke JKW, visi misi masih sama dengan yang ada dipikiran saya, namun jika ternyata dia mengkhianati, saya tidak ragu membuang dukungan saya ke tempat sampah, saya bukan fanatik buta kok (kecuali mungkin ke klub sepakbola yang saya dukung hehehe)

        Oiya, nama saya asli lo mas, mas nya bisa cari biodata saya onlen, saya bersedia bertanggung jawab atas dukungan saya, tinggal mas nya apakah memang panggilannya bajigur atau memang tidak mau ketauan identitas aslinya, atau kah memang pasukan nasi bungkus😀

      • rinaldimunir berkata:

        Benar, Febrian itu nama asli kok, mahasiswa saya dulu di Lab. Tidak masalah kita punya pilihan berbeda🙂

      • bajigur berkata:

        @febrian : who cares bro dgn nama dan identitas asli lo, point utama dlm forum ini kolektivitas bukan personality, dan saya jg gk butuh pertanggungjawaban dr anda perihal komen2/ pendapat2 anda.

      • bajigur berkata:

        @febrian : who cares bro dgn nama dan identitas asli lo, point utama dlm forum ini kolektivitas bukan personality, dan saya jg gk butuh pertanggungjawaban komen2/ pendapat2 anda.

      • tio berkata:

        @febrian : jokowi didukung oleh PDIP lho, partai yg menolak pembubaran prostitusi, mengganti wawalkot surabaya seenak perutnya dan telah melakukan banyak hal tidak terpuji lainnya, diliat dr history terbentuknya ini partai serta rekam jejak pemimpinnya terus terang aja sangat gak recommended. Kemudian dari jauh2 hari juga sudah terlihat jelas betapa Jokowi sangat tunduk pada perintah kanjeng ratu megawati, yang artinya dalam hal ini jolkowi hanyalah boneka atau alat bagi PDIP untuk menjalankan visi dan misinya. Pertanyaan saya: apakah anda juga simpatisan PDIP? Kalo ya monggo dengan pilihan anda, kalo bukan saya sarankan pikirkan lagi dukungan anda kpd Jokowi dari pada nanti berujung kpd penyesalan.

      • febrian berkata:

        Bagaimana komen yang diketik oleh satu orang jadi ajang kolektivitas? Kecuali kalo memang ‘Pasukan’ ya mas hehe coba kalo nama saya Dahlan Iskan pasti ngaruh tuh pendapat saya :p, sya pamer nama untuk mengingatkan diri saya untuk tidak sampai menghujat dan memfitnah orang lain, termasuk di internet.

        Saya bukan simpatisan PDI P, semua partai saya yakin ada oknumnya. Cuman anda juga harus tetap ingat bahwa beberapa pemimpin yg sudah bekerja dengan baik adalah kader partai tersebut.

        Jangan juga satu sudut pandang ya mas, jangan hanya lihat kejelekan jokowi tapi tidak mau intropeksi diri. Sya sudah mencoba melihat sepak terjang PS cuman ya dr historicalnya masih terlalu banyak yg gelap, unknown. Jokowi ada kelemahannya terutama dr sisi partai dan loyalitas dia thdp partai, tp lihatlah di jakarta dan surabaya dua kader bisa jalan tanpa disetir partai. Kalo nanti JKW ternyata lebih memilih partai drpd rakyat nya, saya akan tarik dukungan saya.

        Maaf pak Rin, sy pling sering komen disini hehe gatal pak buat melepaskan uneg uneg, mungkin lain kali sya harus nulis menjelaskan alasan dukungan saya.

      • netral berkata:

        @Febrian yang baik hatinya, mungkin kolektivitas yang dimaksud pak bos bajigur sbg poin utama itu adalah lebih ke arah seberapa banyak (secara kolektif, kuantitas, persen, etc.) yang mendukung pilihan masing2, tidak menekankan kepada pendapat/ alasan secara personal dlm menentukan siapa yg dijagokan, jadi mau siapapun yg nulis komen dalam blog ini, mau pake identitas asli atau bukan buat beliau ini gak begitu penting, dugaan saya aja, bung bajigur tolong koreksi saya kalo salah.

        Kemudian satu hal lg yg saya tangkap dr komentar2 mas bajigur dan jg bbrp partisipan dalam forum ini sepertinya fokus mereka lebih kepada ketidaksukaan mereka thd jokowinya, sedangkan untuk dukungan kepada prabowo saya liat porsinya kecil sekali, bahkan cenderung gk ada, sehingga dapat disimpulkan mereka yg berkomentar miring ttg jokowi di sini hanyalah Jokowi Haters tok, bukan Prabowo Lovers. Posisi jokowi yang didukung partai banteng bermoncong putih sedikit banyaknya memang lumayan menggerus kepercayaan mereka yang berasal dari golongan tertentu, ditambah lagi dengan isu2 menyangkut SARA, moralitas, dll yg di negara kita ini sangat sensitif jika dihembuskan, lengkap sudah, sehingga tidak sedikit mereka yg tdnya cuma sebatas Jokowi haters dan gk berniat memilih sapa2 jadi memutuskan menjadi Prabowo lovers, tidak peduli track recordnya prabowo spt apa, masa lalunya spt apa, intinya asal jangan jokowi, everyone but jokowi, untungnya partai pengusung jokowi ini cukup piawai dalam hal kemampuan mempengaruhi massa terutama para wong cilik di indonesia (karena sptnya memang disupport abis oleh para tukang bikin opini publik), ditambah satu lagi figur proklamator RI dan sejarah bahwa putri proklamator yg pernah didzolimi saat orba berkuasa semakin menimbulkan simpatik rakyat. Tinggal kita lihat nanti hasil pilpres ini seperti apa, semoga akan datang pemimpin yg amanah dan mampu memimpin negeri ini dengan seadil-adilnya.

  12. wasit berkata:

    Skor sementara JKW vs PS vs tidak milih sapa2 berdasarkan komentar di blog ini: 2 : 6 : 4, atau kl dipersentasein : 16.7% JK, 50% PS, 33.3% golput, n = 12, CMIIW.

    • fatimah berkata:

      Saya bukan fans siapa2… tapi jangan dihitung golput ya…!

      Hanya masalah waktu untuk menentukan pilihan. Pertimbangan saya, nanti kalau sudah jadi Presiden, siapa kira2 yang bikin saya bakal menyesal karena kurang melek atau kurang mikir lebih dalam. Tentu yang itu tidak saya pilih.

      Maaf ya pembaca, sejauh ini saya sereeeemmmmm dengan PS karena di mata saya yang tampak nafsu berkuasa, dan seperti ada agenda dendam kesumat akibat apa yang menimpanya di tahun 1998 (Bisa jadi atas perbuatannya sendiri????). Belum lagi kasus di TimTim. Menurut cerita orang Timor Leste langsung yang saya kenal, maka bila itu benar, itu menyeramkan level tinggi. Lha saya kan orang di Jawa jadi tidak melihat langsung atau merasakan langsung apa yang terjadi. Berita tentang TimTim bagi orang Jawa mungkin berasa sekedar tulisan bagi pembacanya waktu itu.

      Maaf, pendukung PS jangan tersinggung, yang bicara seperti itu kan sudah jamak.
      Ini sekedar uneg2 saja…justru saya senang bila ada yang membantu saya menghilangkan image itu dengan baik2 tanpa emosi dan tanpa kata “tampak X, tampak Y, tampak Z”. Laaah sama dengan jaman mau pilpres SBY dulu lagi donng tentang penampakan…

      Oya, bahwa PS didukung partai Islam saya, itu tidak bisa membuat saya terbuai.
      Lha… diakui atau tidak diakui secara sadar dengan hati nurani terdalam kita (Saya bukan HANURA ya… takut dituduh tendensius hihi), kasus LHI membuat saya berpikir bahwa PKS itu memilih pemimpin partainya saja tidak mampu. Apalagi mau memilihkan pemimpin bangsa Indonesia????? Kenyataan yang saya rasa dan pikirkan seperti ini.

      Padahal dulu saya pencoblos PKS hehehe… berasa PKS paling murni n berasa soleh kalau milih PKS waktu itu… (ooopsss….!)
      Ternyata elit2 partai ya sama saja mau pake atribut ISLAM ataupun tidak. Bukan PKS dengan misinya membangun Bangsa yang buruk, tapi oknum nya. Nah, mestinya partai punya mekanisme yang lebih baik utk memilih pemimpin. Kan partainya orang Soleh, katanyaaaa……
      Intinya semenjak kasus LHI, saya kurang percaya dengan kemampuan PKS memilihkan pemimpin. Itu saja… boleh2 saja tho… memang itu yang ada di otak saya.

      Hmmm… semua yang di kepala saya di atas masih bisa berubah seiring waktu bila ada fakta yang meyakinkan atau harapan yang realitis bukan sekedar euforia seperti jaman SBY hiks hiks… semua orang terbuaiiiiiii… lalu… suara kekecewaan menyeruak…. Yang bukan pemilih SBY pun tersenyum simpul, mungkin berpikir “dasar… dangkal ga kira2…” (maaf agak kasar)

      Sejauh ini tulisan di blog ini belum ada yang betul2 bisa meyakinkan kenapa saya harus memilih PS karena pendukung PS mohon maaf cenderung emosi-an sehingga saya justru tidak dapat menangkap nilai2 positif dari PS. Kalau JKW, yang menjadi sorotan negatif adalah pencitraan, dan tentang PDIP-nya, tetapi setidaknya dia tidak menyeramkaaaaannn….

      Andai ada calon selain PS dan JKW sbg option lain untuk pertimbangan

      • bajigur berkata:

        Gk ada gunanya debat sama relawan jokowi bro2/ sis2, mana mau kalah, wkwkwk, buang2 energi aja, mending kt tunggu aja hasil pilpres mendatang, mau jagoan sapa yg menang mesti kita terima dgn lapang dada

      • abraham berkata:

        Sbg kolega jokowi saya udah ambil satu langkah penting buat memberangus pendukung2 prabowo, yaitu dengan menjadikan tersangka salah satu pemimpin partai yg mendukung prabowo, mudah2an ini efektif, kalopun nanti dia batal jd tersangka, paling gak misi utama kita buat menggiring opini publik udah tercapai, yes!!

      • abunek berkata:

        lihat dan ingat saja Jusuf kala kemudian baru jkw, belum banyak yang buruk, padahal mrk berani pasang badan di baris depan berhadapan dengan “siapa saja” demi kemanusiaan dan kebenaran [tidak takut dilengserkan], cuma kurang komersil bagi para2 penganut ubud dunia yg sedang akan tumbuh “kuku dan gigi”.

      • Sang Penengah berkata:

        memang memilih no 1 atau no 2 ibarat memilih jin dan setan, tapi mending milih jin karena biarpun jin ada yang kafir tapi yang beriman pun juga ada, beda dengan setan iya khan?

  13. sandi berkata:

    mungkin link berikut bs jd pertimbangan pilihan kt nanti terutama jika diliat dr partai pengusungnya : http://m.republika.co.id/berita/pemilu/hot-politic/14/05/30/n6e5lb-timses-jokowijk-benarkan-ada-perintah-awasi-khutbah-jumat.😀 sebegitu paranoidkah mereka sampe mesti menempuh jalan keji spt itu? Gk abis pikir dgn para simpatisan partai ini yg ngaku selalu sholat 5 wktu

  14. ignacia berkata:

    Kalo dari cerita ktnya alasan prabowo ga suka us itu gara krisis 97, saat itu pak harto ky ditipu oleh imf untuk pinjaman uang, pdhl prabowo sudah melarang dan pergi ke timur tengah berkeliling mencari pinjaman dana, akhirnya ktk dpt 7 juta dollar dia dikasih tau kalo pak harto dah tanda tangan surat utang imf
    Setelah itu tjd krisis dan kerusuhan di taon 98, semua kesalahan dipojokan ke prabowo

  15. alrisblog berkata:

    Ditempat saya bekerja pendukukung jokowi vs Prabowo berimbang.
    Mau milih “boneka petugas partai” atau yang katanya tegas berwibawa sah sah saja. Namanya juga pilihan. Yang kita pilih bisa dibela dengan beragam alasan.

    Setelah keluar sebagai pemenang apakah beliau akan mengingat yang ngotot membela di blog ini ya? Mimpi aja kaleee…

  16. ghifar berkata:

    Apa kabar pak Rin? Mantap sekali pilihannya pak🙂

    Saya sendiri akan memilih JKW-JK, walaupun partai yang bersangkutan tidak saya pilih di pileg kemarin, hehe..

    Semoga Indonesia bisa sukses ke depannya siapapun presidennya.

  17. Jonathan berkata:

    Pak Rin, udah lihat video hasyim yang mengecam PKS dan mengatakan Prabowo sangat pro america ya.
    http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/06/02/269581772/Hashim-Pernah-Keluhkan-PKS-di-Forum-Usindo
    Jadi bingung nih mau pilih yang mana?

  18. Hamba berkata:

    Wahai para kader dan simpatisan PKS (partai islam) sadarlah. Apa yg kalian perjuangkan? Bersekutu dgn musuhmu sendiri demi segelintir kursi. Mana idealisme kalian. Mana prinsip kalian?

    Apakah semua menjadi halal karena para pemimpin kalian menghalalkannya?

    Renungkan, dan berpikirlah

    • fatimah berkata:

      Lha ya itu… setujuuuu….
      ga usah pake renungan panjang… langsung berasa dikemplang nih
      Boleh dibilang menyesal 2004 2009 pilih PKS melulu hiks…hiks…

      Barangkali akan datang suatu hari tidak hanya saja sj yang berasa dikemplang.
      Pertama, jangan takut kalau ga memilih/sejalan dengan PKS itu artinya kita tidak soleh bahkan murtaaaadd..! (kejauhan ya mikirnya hihi)

      • refi berkata:

        Jadi bagusnya pilih partai mana nih mas2 dan mbak2, PDIP?😀.sampe skr sy masi susah meyakinkan diri kalo ini adalah partai yg baik, liatnya dr mana? Ya dari elite partainya, pendukungnya, gaya kampanye yg barbar, kebijakan2nya, elite2 partai mereka jg banyak yg korup, bahkan kl dibandingin ama partai lain let’s say PKS gk ada apa2nya.

    • sikumbang berkata:

      Saya sih bukan simpatisan sp2 atau partai mana2, tp kl disuruh milih PDIP atau PKS ya pasti milih PKS, gk boleh protes ya bpk/ ibu, kt bebas toh nentun pilihan masing2

  19. wintoex berkata:

    Saya takut kalau jokowi jadi presiden dia akan menjelma jadi seorang silent assassin, biasanya orang diam macam dia jauh lebih berbahaya dr pd mereka yang vokal.

    • Rama berkata:

      Fakta. Jokowi tidak pernah sekalipun, tidak pernah, menarik pelatuk pistol atau memberi perintah untuk mencabut nyawa satu orang pun.
      Prabowo membangun karir dengan membantai semua lelaki di satu kampung, dan menjadikan kampung itu kampung janda. (cari sendiri di google,kampung janda).

      • sevenpri berkata:

        masa lalu tidak selamanya bisa jadi patokan apa yang terjadi di masa mendatang, semuanya serba kompleks dan banyak kepentingan bermain

  20. Rama berkata:

    Ketakutan orang terhadap Jokowi dibangun atas dasar asumsi, perkiraan, rumor, dan fitnah. Tetapi tidak pernah atas dasar fakta. Jokowi adalah boneka, Jokowi takut AS, Jokowi mendukung umat lain dsb. Semuanya tidak pernah ada bukti nyata, semuanya asumsi belaka.

    Ketakutan orang terhadap Prabowo dibangun atas dasar fakta dan rekam jejak. Saat logika mengalahkan nafsu, maka agama hanya sekedar topeng untuk menutupi niat yang sebenarnya. Tetapi karena agama tidak mempunyai pemilik yang jelas (secara fisik), maka pemiliknya tidak pernah protes pada orang yang menyalahgunakan agama untuk kepentingannya. Sejarah ribuan tahun naik turunnya peradaban (elit-elit) islam di pentas dunia, membuktikan hal ini. Di Indonesia? sama saja.

    “fa’tabiru ya ulil abshor”, “fa’tabiru ya ulil albab” (Renungkanlah wahai yang punya mata hati). “afala ta’qilun” (apakah kamu tidak berakal), “afala tubshirun” (apakah kamu tidak melihat), afala tadabbarun (apakah kamu tidak mengamati), afala tatafakkarun (apakah kamu tidak berpikir) dan lain-lain

    • sevenpri berkata:

      yowes mas, mari kita lihat sepak terjang jokowi setelah jadi presiden nanti spt apa, saya pribadi gak akan mendukung sapa2, toh mo sapapun jd presiden sptnya gk akan ada ngaruh apa2 ke kita

  21. amelia berkata:

    Saya pilih yang lebih berkualitas bkn yg modal popularitas. JKW baik, tp akan lebih hebat jika JKW konsisten amanah, tdk tergiur dr mbok meganya. Itu sudah jelas mencerminkan boneka, dan mbok mega dalang wayangnya. Krn popoler dipaksakan jadi capres. Saya tadinya kurang suka PS , tp krn hanya dua pilihan , ya saya cari yg menurut saya lebih pintar, tegas, dan lebih berwawasan luas.

  22. puntadewa berkata:

    Nonton MetroTV prime time news Sabtu petang kemarin?
    Judul : Menjual “Soeharto” di Pilpres

    PS berjanji akan memberi gelar pahlawan pada Pak Harto?

    Astaghfirullaaah… itu Amien Rais dkk tokoh reformasi 98. Mungkin mereka sekarang harus mampu menipu diri mereka sendiri demiii…….
    Demi apa ya? Apa iya demi membangun pemerintahan berbasis ISLAM maka “menghalalkan” segalanya? Bukan kah itu artinya sejak awal mereka tidak menjunjung nilai2 ISLAM yang mana kita diperintahkan oleh Allah SWT untuk menjunjung tinggi KEBENARAN…?

    Fahri PKS mengatakan Prabowo hanya ingin rekonsiliasi. Kasian orang ini… antara hati dan mulut terpaksa tidak sinkron demi …. demi apa ya?

  23. siti hazna berkata:

    Nimbrung,
    Sekedar share kegundahan hati:

    (1) Amien Rais, calon presiden yg pernah saya pilih tp gagal (pasti ada hikmah nya),
    mgknkah sedang tekanan batin berat nonton video ini? atau ada hal lain shg dia bisa membuang ini dari pikirannya?

    PRABOWO Pro Amerika dinyatakan oleh Adiknya sendiri Hasyim

    (2) PKS (mungkin) lg meredaaaammm amaraahh membara karena dikatai oleh Hasyim:
    video: http://www.youtube.com/watch?v=oITcKOlcHtw

    PKS memecat 73 pegawai Kristen (menit 1:07:58)
    “I just give you an example. At the ministry of agriculture,
    which is controlled by the PKS, 73 Christian government officials
    have been fired in the last nine years and none have been replaced.
    In fact at this very moment there is no Christian government officials
    in the ministry of Agriculture. That tells you something, doesn’t it?
    It must tell you something. If this is allowed to continue unrestricted.
    You know what I mean. In one ministry alone 73 Christian government
    officials have been relieved from their posts in nine years,
    and none have been replaced. Not a single Christian government
    official in the post in the ministry of agriculture.
    That’s what I mean by political will.
    The government of Indonesia must stop this discrimination.”

    Sy hanya bisa bilang “Astagfirullah Hal Adzhim”
    Gimana nih.. PAN PKS sudah terlanjur koalisi sm PS
    Boleh cancel gak?

    • noto berkata:

      Ya Allah..jd ini alasan mereka gak suka dgn PKS…karena gak terima eksistensi mereka terganggu oleh kehadiran PKS.

      • siti_hazna berkata:

        mereka maksudnya Pak Hashim dkk?
        saya cukup kaget dengan video di atas
        Saya semula bukan pendukung Jokowi. Tp kudu memilih tgl 9 juli nanti

    • defrinaldo berkata:

      @siti hazna : bung koreksi dikit ya, nulisnya yg bener astaghfirullaahaladziim.. Gt yg bener🙂 Peace..

    • Arina berkata:

      @siti hazna: komentar yang sangat emosional dan berapi2, kok saya jd makin gak suka ya sama kubunya jokowi baca komen2 kayak gini, terlihat jelas betapa umat kristiani sangat khawatir keberadaannya terusik dimana2, hmm..cm bs ngelus dada baca komen2 kayak gini, mereka selalu merasa diri paling benar, just info aja di bekas tempat kerja saya yg dulu jg didominasi org kristiani dgn intensitas diskriminasi dan pelecehan agama yang cukup tinggi, sedihnya semua pada menutup mata, seandainya disana waktu itu ada tukang koar2 spt anda.

      • siti_hazna berkata:

        @Arina: FYI, Alhamdulillaah saya muslimah tulen mba. Tentang apakah umat kristiani sangat khawatir atau bagaimana2 saya kurang tahu. Mungkin saja…

        Justru saya kaget dengan video di atas dan ingin share ternyata Pak Hashim pernah mengatakan begitu. Saya pro PKS PAN dan partai Islam lain, tapi jadi kaget dengan video di atas yg rasanya tdk hasil rekayasa. Maaf bila tampak berapi2… maklum baru dapat share dari beberapa teman lain (muslim jg yg gundah…???)… sehingga kelewat semangat.

        Oya saya bukan pendukung Jokowi, tetapi terpaksa harus menentukan pilihan di tgl 9 juli. Sebenarnya saya cenderung ke pak Dahlan Iskan atau Pak Mahfud MD sbg Capres.
        Tp apa boleh dikata, hanya JKW dan PS pilihannya.

      • sikumbang berkata:

        @siti hazna : anda itu muslim anomali, atau kalau dalam ilmu statistik anda itu pencilan

    • jonathan berkata:

      Alaah siti hazna, kami gak butuh pahlawan kesiangan kayak loe, sok2 berempati dan nyari perhatian, mending loe balik sono ke komunitas loe, sekalian ajakin no temen loe fatimah sama puntadewa.

    • noto berkata:

      @ SIti Hazna : Bukan Pak Hashimnya aja pak, tapi semuanya trmasuk anda

  24. Aldindha berkata:

    Naif sekali kalau anda mengatakan jokowi effect itu tidak terbukti. PDIP bisa mendapat suara terbanyak di pileg kemarin karena siapa kalau bukan jokowi? Apakah megawati? Tentu karena jokowi lah yang berhasil mendongkrak elektabilitas PDIP. Di pileg 2009 lalu juga PDIP mendapat peringkat ke-3 alias naik 2 tingkat. Mungkin jokowi effect belum sedahsyat SBY effect pada 2009, tapi kalau menafikan jokowi effect rasanya anda naif sekali pak.

    Btw, saya bukan pendukung PDIP tapi saya pendukung Jokowi.

  25. rosi berkata:

    semoga bangsa ini di pimpin,oleh orang yang jujur…amiin

  26. Dinda sakti berkata:

    Pak Rin, sebagai alumni ITB, saya menyarankan bapak segera menghapus artikel yang menyebut keperpihakan secara jelas pilihan bapak ke salah satu capres Bagaimanapun bapak adalah PNS, saya khawatir ada orang yang kurang kerjaan dan melaporkan ke bawaslu. Memang kalaupun dipanggil bawaslu dan masuk koran, mungkin Pak Rin dinyatakan tidak bersalah. Tapi apalah gunanya repot-repot, keluar energi untuk hal yang setelah tanggal 5 juli akan dilupakan orang.

    Salam ganesha

    • rifki s berkata:

      Netralitas yang saya tau untuk diterapkan oleh PNS itu adalah tidak melakukan segala sesuatu tindakan yang berbau hasutan, gak masalah kok Pak Rin bikin tulisan spt ini dalam blog pribadinya, kalau ada yang merasa terganggu ya jangan dibaca, gampang toh? Lha wong beberapa kepala daerah yg notabene jg PNS aja terang2an di depan umum pake diliput media nyatain dukungannya ke salah satu capres/cawapres, gk perlu dibesar2in lah, maju terus Pak Ri.

      • gugun berkata:

        Rektor aja lempeng2 aja sama tulisan Pak Rin, ini cuman alumni biasa aja pake nyuruh2 Pak Rin ngapusin tulisannya, halah…

  27. Kang Jodhi berkata:

    Ada dosen ITB yang lebih tenar dari pak rin
    Terang terangan bilang pro kelompok 2 di blognya
    Tapi tak ada tuh commenter yang memintanya menghapus artikel keberpihakan.
    Sungguh tidak bijak pak rin meminta menghapus artikel keberpihakan hanya karena anda memihak pihak satunya.

    Regards

  28. Kang Jodhi berkata:

    Ada dosen ITB yang lebih tenar dari pak rin
    Terang terangan bilang pro kelompok 2 di blognya
    Tapi tak ada tuh commenter yang memintanya menghapus artikel keberpihakan.
    Sungguh tidak bijak anda meminta pak rin menghapus artikel keberpihakan hanya karena anda memihak pihak satunya.

    Regards

    Kang Jodhi, http://membacaarahbola.blogspot.com

    • gugun berkata:

      Rektor aja lempeng2 aja sama tulisan Pak Rin, ini cuman alumni biasa aja pake nyuruh2 Pak Rin ngapusin tulisannya, halah…

  29. sindu berkata:

    kalo JKW terpilih , secara parlemen akan tersandra . dia hanya didukung parlemen 40%. yg 40 % jelas oposisi ( gerindra, PKS, DEMOKRAT, PPP, PAN, sebagian Golkar). ketika terjadi salah kebijakan , maka suhu politik senayan langsung panas.. mungkin lebih panas dari era SBY. akhirnya pihak asing yg kipas2… bangsa kita lemah. ayuh , lbh banyak mana faedahnya … pilih Prabowo lbh realistis. toh kemampuannya jg bagus.

    • sandia berkata:

      Mas, 1. angkanya salah tuh, 60% yg oposisi kali🙂., 2. SBY didukung mayoritas partai di parlemen, apakah selama ini efektif? sama sekali tidak. 3. JKW dan Ahok minoritas di DPRD Jakarta, ternyata tetap bisa jalan. 4. RIdwan Kamil cuman didukung PKS dan Gerindra, bisa jalan jg di DPRD Bandung. 5. Risma, cuma di dukung PDIP, jalan juga di DPRD…. dan masih banyak contoh yang menunjukan belum mayoritas parlemen akan mempermudah pemerintahan ataupun sebaliknya minoritas parlemen akan tersandera.

      Kalau, soal asing mah, jaman soeharto yang otoriter asing berjaya, jaman SBY yang lembek, asing juga berjaya, kan Pak Hatta operatornya. Jadi hanya tergantung orangnya saja.

      • rinox berkata:

        Intinya kita jangan sampe pilih capres yang didukung oleh PDIP aja, siapapun itu capresnya entah itu dia satria piningit ataupun satria berkuda putih

  30. Carolina Bruce berkata:

    Apakah anda perlu mendesak pinjaman atau bantuan keuangan? Kami metode menawarkan anda kesempatan untuk menunjukkan jumlah pinjaman yang sangat penting dan
    juga yang kuat yang bisa kau mampu mewah lengkap pembayaran dari pinjaman dengan
    bunga tingkat 2%. Ini memberi kalian kesempatan untuk mencapai itu dana itu
    perlu. Untuk informasi lebih lanjut dan aplikasi persyaratan, silahkan hubungi kami dengan email frankleoprivatefirm@gmail.com
    FORMULIR APLIKASI *
    Penuh nama:
    Jumlah yang dibutuhkan:
    Durasi pinjaman:
    Pekerjaan:
    Penghasilan bulanan:
    Usia:
    Alamat / negara:
    Kontak telepon.
    Terbaik regards

    • Alris berkata:

      @Carolina Bruce:
      untuk iklan lu benerin dulu tuh susunan kalimatnya sama orang fasih berbahasa Indonesia baru kemudian posting di blog pak Rin ini. Gw perlu duit 1 m buat buka perkebunan jati, bisa minjam gak..

  31. rangga berkata:

    @caroline bruce : kebetulan saya lagi butuh uang neeh buat cicilan rumah, bias dibantu gak?

  32. rinox berkata:

    Intinya kita jangan sampe pilih capres yang didukung oleh PDIP aja, siapapun itu capresnya entah itu dia satria piningit ataupun satria berkuda putih

  33. rahmat berkata:

    Kabar terbaru, Ahok jadi Mendagri bila Prabowo menang, http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/06/13/269584682/Jika-Prabowo-Jadi-Presiden-Ahok-Saya-Mendagri
    Mendagri kan yang mengawasi ormas2 ya? Alhamdulllah, akhirnya tiba juga orang yang berani melawan pasukan bersorban anti bhineka tunggal eka. Dijamin gak bakal lagi lurah susan di ganggu (tidak seperti mendagri gumawan fauzi yang dulu ikut protes). Salam ketegasan.

    • nindy berkata:

      saya berharap no 1 yg menang…..kata mbah saya….alm.mbah gusdur….saya kudu nyoblos no 1….hihihi….
      :p

  34. Apakah anda butuh bantuan keuangan atau mendesak pinjaman? Untuk informasi lebih lanjut dan keperluan dari aplikasi bentuk, Hubungi kami lewat email: WEB.MICROFINANCE@BELLAIR.NET
    Salam.
    BELLAIR MICROFINANCE

  35. Mr Carlos berkata:

    Carlos Keuangan Rumah menawarkan pinjaman kepada jujur​​, serius berpikiran dan Tuhan takut orang. Apakah Anda dalam kekacauan finansial? Apakah Anda membutuhkan pinjaman untuk melunasi utang atau membayar tagihan Anda, juga memulai bisnis yang bagus? Apakah Anda merasa sulit untuk mendapatkan pinjaman modal dari bank / lembaga keuangan lokal lainnya? Apakah Anda membutuhkan pinjaman untuk alasan apapun seperti: Personal Loan, Ekspansi Bisnis, Business Start-up, Hutang Konsolidasi & Hard Pinjaman Uang. Kami menawarkan Swasta, Komersial dan Pinjaman Pribadi dengan Suku Bunga tahunan yang sangat minimum sebagai rendah sebagai 3%?
    Setiap orang yang tertarik dengan kejujuran dan orang yang berpikiran serius dan dapat dipercaya harus contactus di:
    carlos_financialhome9675@outlook.com

    Hormat kami,

    Carlos..

  36. ari sudono berkata:

    Siapa pun Presidennya dia harus bisa tegas dan berwibawa, sehingga jangan sampai Indonesia di obok-obok oleh negara lain

  37. saya benci suasana politik skrg, puter tv on, RCTI, SCTV, MNC, global, belum lagi media massa lainnya jokowi jadi bulan2an yg dianggap bodoh lah, boneka lah, puter metro tv eh jokowi terus di sanjung-sanjung.. ada yg blg prabowo pintar dibanding jokowi, di tv lainnya jokowoi lbh unggul dari strategi.. kalo pilihan kalian kalah?apa mau pindah warga negara kalian? yang jelas siapapun capres nya sebagai rakyat kecil yang gak punya apa2 saya cm menginginkan hidup layak, ,menjalankan agama tidak tersandera, anak-anak cucu hidup sehat-sehat saja.. pilih lah calon kalian karena keunggulannya bukan karena kelemahan lawannya.. cepatlah tgl 9 juli ini sodara-sodara………..

  38. daman berkata:

    masa gan?

  39. fitriani berkata:

    Kalau teman2 dekat di sma dan kuliah sebagian besar pilih Prabowo, terutama yang Islam ya kalau yang non Islam kebanyakan Jokowi. Nggak tau juga kenapa. Bisa jadi pilihan pribadi atau instruksi dari gereja masing2. Ini bukan SARA yaa cuma membaca realitas yang ada saja kalau orang non-Islam terutama Kristen emang jauh lebih kompak daripada orang Islam termasuk dalam hal memilih capres barangkali. Kalau orang kecil yg saya kenal satu petugas toko kain dan satu lagi kelompok para penjahit di sebuah pasar, mereka sudah sejak lama memilih Prabowo (ga tau kalau skg jd swing voter ya).

  40. Sarah Jerkins berkata:

    Apakah Anda membutuhkan pinjaman yang sah? Jika ya, maka hubungi Kualitas Finance Limited untuk pinjaman Anda pada tingkat bunga 3%. Kirim email ke: qualityfinanceltd@qualityservice.com

  41. PNS berkata:

    Saya telat baca tulisan ini, menggelitik sekali.. terutama dibagian komentar2nya, ada yg bawa2 orang sekeliling tapi lupa siapa orang disekeliling orang yang dia dukung. Tapi ya sudahlah, toh KPU sudah menetapkan dan tinggal menunggu MK.

  42. ruth berkata:

    Halo, saya Mrs Emmanuel Ruth, pemberi pinjaman pinjaman swasta yang memberikan pinjaman peluang waktu hidup. Apakah Anda membutuhkan pinjaman mendesak untuk melunasi hutang Anda atau Anda membutuhkan pinjaman untuk meningkatkan bisnis Anda? Anda telah ditolak oleh bank dan lembaga keuangan lainnya? Apakah Anda memerlukan pinjaman konsolidasi atau hipotek? mencari lebih karena kita di sini untuk membuat semua masalah keuangan Anda sesuatu dari masa lalu. Kami meminjamkan dana kepada individu yang membutuhkan bantuan keuangan, yang memiliki kredit buruk atau membutuhkan uang untuk membayar tagihan, untuk berinvestasi di bisnis pada tingkat 2%. Saya ingin menggunakan media ini untuk memberitahu Anda bahwa kami memberikan bantuan handal dan penerima dan akan bersedia untuk menawarkan pinjaman. Jadi hubungi kami hari ini melalui email di: (emmanuelruth536@gmail.com)

  43. Ping balik: Review Blog Catatanku Selama Tahun 2014 | Catatanku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s