Mengenang Drs. Hiskia Achmad, Dosen Kimia ITB yang Legendaris

hizkiaHari Rabu yang lalu, seorang dosen ITB telah berpulang, kembali ke Penciptanya. Dia adalah Drs. Hiskia Achmad, seorang dosen Kimia ITB yang legendaris. Kenapa saya sebut legendaris, karena hampir semua mahasiswa ITB dari tahun 70-an hingga tahun sekarang pasti mengenal namanya, meskipun tidak mengenal sosoknya atau tidak pernah bertemu orangnya. Pak Hiskia (kadang-kadang ditulis Hizkia) dikenal dari diktat kuliah Kimia Dasar yang dia tulis dalam beberapa seri (stoikiometeri, kimia larutan, kimia unsur, dll). Setiap mahasiswa TPB (Tahun Pertama Bersama) yang mengambil kuliah Kimia Dasar I dan Kimia Dasar II pasti mennggunakan diktat kuliah yang diterbitkan oleh Penerbit ITB itu. Semua mahasiswa ITB memang menjalani tingkat pertama yang disebut TPB dan mengambil mata kuliah dasar yang sama, salah satunya Kimia Dasar I dan Kimia Dasar II.

Beberapa buku karangan Hiskia Ahmad

Beberapa buku karangan Hiskia Ahmad

Ketika masih tahap TPB, mahasiswa tingkat I memiliki beberapa diktat kuliah yang ditulis oleh dosen-dosen ITB sendiri. Untuk kuliah Fisika Dasar diktat kuliahnya menggunakan buku karangan Drs. Sutrisno, sedangkan untuk Kimia Dasar ya buku-buku dari Hiskia Achmad ini. Paket buku-buku kuliah dasar ini dapat dibeli melalui Koperasi Kesejahteraan Mahasiswa (Kokesma) ITB. Namun, kebanyakan mahasiswa baru tidak membeli diktat tersebut, sebab mereka memperolehnya secara turun temurun dari kakak kelasnya. Buku-buku TPB memang sering diwariskan ke adik-adik kelas, sebab setelah masuk Jurusan buku-buku tersebut tidak dipakai lagi.

Pak Hiskia Achmad adalah putra NTT (Nusa Tenggara Timur). Apa yang menarik dari diktat Kimia Dasar yang ditulis oleh Hiskia Ahmad? Cara penyampaiannya enak dibaca dan mudah dipahami. Ilmu kimia yang sulit menjadi mudah dan sederhana dengan cara penyampaiannya. Bagi siswa IPA dan mahasiswa ITB pelajaran Kimia merupakan momok dan kurang disukai, tetapi di tangan Hiskia Achmad dia dapat menyampaikan materi Kimia dengan lugas dan jelas. Salah satu keunggulan diktat kuliah Kimia Dasar Pak Hiskia adalah banyak contoh soal dan pembahasan, bahkan Pak Hiskia membuat satu seri khusus yang berisi kumpulan soal Kimia Dasar dan penyelesaiannuya. Hingga akhir hayatnya dia masih terus membuat kimia menjadi ilmu yang sederhana, menyenangkan, dan disukai anak-anak.

Dunia Kimia Anak bersama Drs. Hiskia Ahmad (Sumber: http://www.itb.ac.id/news/image/1729)

Dunia Kimia Anak bersama Drs. Hiskia Ahmad (Sumber: http://www.itb.ac.id/news/image/1729)

Meskipun saya tidak pernah berinteraksi dengan Pak Hiskia dan tidak mengenalnya secara pribadi, namun saya mengagumi karya-karya bukunya. Boleh dibilang beliau salah satu inspirasi saya dalam menulis diktat kuliah dan buku-buku yang diterbitkan oleh Penerbit Informatika Bandung. Saya mengikuti gaya Pak Hiskia dalam menulis, yaitu jika membuat diktat kuliah yang menarik sebaiknya banyak memberikam contoh soal dan latihan. Itu saya terapkan sampai sekarang.

Berikut ini beberapa video yang menampilkan Pak Hiskia Ahmad tampil di Global TV dalam acara “Indonesia Bicara: Terus Berinovasi Dengan Ilmu Kimia” beberapa waktu yang lalu bersama koleganya, Bu Lubna Baraja:



Berikut ini saya kutip tulisan dari Prof. Maman A. Djauhari, guru besar emiritus Matematika ITB, yang mengirimkan kata-kata yang sangat pas dari Emperor’s Club untuk mengantar kepergian Hiskia Achmad. Menurutnya, dan saya juga sepakat, Hiskia Achmad adalah seorang great teaher:

GREAT TEACHER

A great teacher has little external history to record
His life goes over into other lives

These men are pillars in the intimate structure of our schools
They are more essential than its stones and beams

And they will continue to be a kindling force
And a revealing power in our lives

(The Emperor’s Club)

Beliau dimakamkan hari ini setelah upacara tutup peti (beliau seorang kristiani meskipun nama belakangnya Achmad). Walaupun belum menjadi profesor, namun ITB memberikan penghormatan dengan melepasnya di Aula Timur sebelum diterbangkan ke Kupang, NTT. Selamat jalan Pak Hiskia Achmad, kembali ke Sang Pencipta.

Pos ini dipublikasikan di Seputar ITB. Tandai permalink.

14 Balasan ke Mengenang Drs. Hiskia Achmad, Dosen Kimia ITB yang Legendaris

  1. luxi89soulmate berkata:

    wah…ikut berduka cita ya mbak…smoga arwah beliau ditempatkan di sisiNya. Amin
    btw, itu bisa dipesen gak mBak? penasaran. Aku punya adik yang suka kimia soalnya ^_^

  2. affanzbasalamah berkata:

    Saya pernah diajar oleh dua-duanya, oleh Bu Lubna dan digantikan pak Hiskia menggantikan bu Lubna ketika pergi haji. Kalau kasih demo kimia memang rajanya ya pak Hiskia ini.

    Saya dengar cerita senior kalau pak Hiskia kasih ujian multiple choices, dari pilihan A, B, C, D, E semuanya jawabannya ada, jadi akhirnya mahasiswanya pada hitung kancing semua, akhirnya nilai E dan F dahulu cukup umum🙂

  3. mi2nk berkata:

    Banyak hal berkesan dari dosen kimia eksentrik satu ini sewaktu saya menempuh TPB ITB 14 tahun yang lalu, mulai dari ekspresi marah beliau sambil ngusir salah satu mahasiswa yang ketahuan sedang ngobrol saat dia nerangin (abis ngusir nafasnya tersengal-sengal mungkin saking gak bisa nahan emosinya), sampai demo berbahaya di dalam kelas yaitu dengan membakar 2 buah balon terbang yang digantung dengan tali, dibakar pake lilin yang dipasang pada sebuah tongkat, pada saat dibakar terdengar ledakan keras luar biasa (saya benar-benar gak nyangka bunyi balon mainan anak-anak yg ukurannya sekecil itu bisa menimbulkan suara dentuman begitu sekeras), sesaat setelah demo tsb beliau berkata sambil tersenyum khas ke para mahasiswa..”hati-hati dengan bom hidrogen…” Wkwkwkwk…Semoga Tuhan menempatkan beliau di tempat terbaik di sisinya. Just info aja, kalo gak salah beliau ini juga seorang pendeta dan sampai akhir hayatnya tidak pernah menikah. RIP Pak Hiskia..

  4. edisonmanik berkata:

    Saya sering pake buku Pak Hiskia pas kuliah. Sekarang juga masih diapakai. Selamat jalan pak Hiskia.

  5. Yohanes berkata:

    Tuhan mengasihi beliau dan keluarganya atas banyak hal yang sudah beliau kerjakan dalam dunia kimia Indonesia.

  6. Maria Hebi berkata:

    Guru yang baik adalah dia yang selalu memberikan ispirasi bagi kita. dan sang inspirator itu telah pergi….air mata saja tidak cukup untuk mengungkapkan kesedihan. Tetapi air mata ini adalah tanda kami mengenangnya selalu dan selalu…Selamat jalan Pak, janji kita untuk ke Singapura belum kesampaian…semoga saya bisa ke sana nanti, meski tanpamu

  7. alrisblog berkata:

    Memang nama beliau kondang sekali untuk ilmu kimia. Banyak diktat dan buku beliau tentang ilmu kimia yang penyampaiannya sangat enak, tidak membosankan. Selamat jalan pak Hiskia.

  8. Jekson Babys berkata:

    Pemakaman alm. Drs Hiskia Achmad dilakukan kemarin, 14 juli, di tempat kelahiran alm. di Kapan, Soe, NTT. saya dan teman2 dari FKIP Kimia UNWIRA Kupang hadir d sana

  9. Irna Manehat berkata:

    Bapa Hiskia Achmad adalah jiwa sederhana yanga kaya akan pengetahuan dan budi baik.Sangat sulit tuk mengungkapkan rasa ini. Sediiihhh ya… sangat sedih karna kehilangan sosok terhebat yg menjadi sumber dan teladan dalam setiap pembelajaran Kimia dan pembelajaran kehidupan.Menangis…air mata ini tak hentinya mengalir banyak rencana dan cita-cita beliau yang belum diwujudkan bersama. Sakit hati karna sering menunda melakukan apa yang beliau harapkan, hingga menyesal karna disaat semangaat tuk kembali belajar itu ada, disaat itupun beliau harus kembali kepangkuan Sang Pemilik kehidupan ini. Maaf Pa..sy blum bisa jadi seperti yang bapa harapkan, Kangen Pa.. pingin ngobrol, diskusi dan dengar nasihat Pa.
    sekalipun Ragamu telah tiada tapi jiwamu,semangatmu,motivasimu tetap hidup dlm hati kami, bantu kami Pa tuk wujudkan cita-citamu yang belum sempat terwujud.
    Selamat jalan Sang Guru Agung,Motivator dan Inspirator terhebat kami, Beristirahatlah dalam damai Tuhan. Paaaa…. Jadilah Pendoa bagi kami anak-anakmu:-).

  10. Ping balik: In Memorial: Dr. Hiskia Ahmad | Science Atelier

  11. Ping balik: In Memoriam: Dr. Hiskia Ahmad | Science Atelier

  12. Dr. Hiskia adalah dosen Kimia saya di TPB dan kesederhanaannya sungguh menyentuh hati. Beliau selalu memilih berjalan kaki dari Kanayakan ke kampus dengan membawa payung hitamnya. Kadang kami berpapasan dan bertukar sapa di kampus ataupun dekat Kompleks Kanayakan. Semoga semangat dan kesederhanaan beliau menjadi inspirasi untuk orang-orang yang sempat mengenal beliau. RIP Pak Hiskia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s