Gambar Pemandangan Anak-Anak yang Nyata Adanya

Masih ingat dengan gambar pemandangan di bawah ini? Kebanyakan kita dikala masih anak-anak jika disuruh menggambar pemandangan, maka gambarnya pastilah berupa:
– dua buah gunung yang berjajar
– matahari terbit di antara dua gunung tersebut
– ada jalan yang menuju ke antara dua gunung
– di kiri kanan jalan terhampar sawah, rumah, dan pohon
– di langit ada awan dan burung

Gambar pemandangan yang umum dibuat anak-anak (Sumber: hasil pencarian via Google)

Gambar pemandangan yang umum dibuat anak-anak (Sumber: hasil pencarian via Google)

Hampir semua orang pernah menggambar pemandangan seperti di atas dengan berbagai variasi. Kebanyakan kita menganggap gambar seperti itu hanya imajinasi belaka, terlalu sederhana, dan seragam. Tetapi, ternyata pemandangan seperti gambar tersebut sungguh nyata, memang benar adanya. Lihatlah pemandangan dua gunung kembar, Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing di Temanggung, Jawa Tengah, di bawah ini, mirip dengan gambar pemandangan anak-anak di atas.

Pemandangan Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing (Sumber: http://www.temanggungkab.go.id/potensi.php?mnid=100)

Pemandangan Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing (Sumber: http://www.temanggungkab.go.id/potensi.php?mnid=100)

Inilah kehebatan para leluhur kita. Mereka dapat menggambarkan hal-hal besar menjadi sederhana seperti gambar pemandangan anak-anak yang selalu diwariskan dari generasi ke generasi.

Mungkin masih banyak lagi pemandangan serupa yang kita temukan di tanah air kita. Jadi, anak-anak itu memang tidak “salah menggambar”.

Pos ini dipublikasikan di Gado-gado. Tandai permalink.

11 Balasan ke Gambar Pemandangan Anak-Anak yang Nyata Adanya

  1. yayangneville berkata:

    Jadi saya dulu tak salah menggambar ya😁

  2. technopharm berkata:

    Marapi-singgalang juga pak🙂

  3. angkasa13 berkata:

    jarang yg gambar laut

  4. Heri Purnomo berkata:

    Masa kanak semua anak Indonesia sptnya nih pak. Masih ingat betul goresan2 sederhana itu.

    Anak2 memang lebih apa adanya, tp tetap indah utk dilihat dan dirasakan.

  5. Fauzan berkata:

    Dari jendela rumah saya, tiap hari saya melihat dua gunung ini, Pak. Namun itu dulu, sebelum ke Bandung, hehe.

  6. alrisblog berkata:

    Imajinasi itu ternyata nyata. Gambar favorite saya ketika sd gunungnya cuma satu dengan dikiri kanan ada perbukitan, lalu ada jalan menuju gunung itu. Dan itu nyata, karena setiap hari saya selalu memandang gunung Kerinci dari kampung saya, hehe…

  7. cuddlymath berkata:

    Reblogged this on dkeyofhuda… and commented:
    Gambar favorit jaman SD,,😀

  8. Adjiesoft berkata:

    Hmm, saya kira artikel ini akan menunjukkan kreativitas anak-anak kita yang rendah. Menurut saya, poinnya bukanlah betapa hebatnya leluhur kita (yg anak2 kita bahkan tidak tahu), tapi betapa seragamnya cara berpikir anak2 kita, tampak sekali dari caranya menggambar; bahkan bisa jadi urutan/cara menggambarnya pun sama: Dimulai dari gunung, kemudian jalannya, lalu matahari, dan ditambah pernak-pernik lain.

    Terima kasih Pak.
    Rosmianto Aji Saputro

  9. Ping balik: Propaganda Gambar Pemandangan Alam Dua Gunung | Perspektif

  10. Perspektif berkata:

    Gambar tersebut menurut saya merupakan propaganda bahwa kita negara agraris dan pengerdilan kreativitas anak. Dulu ketika saya disuruh menggambar pemandangan alam, dan apa yang saya gambar bukan gambar “legendaris” dua gunung tersebut, saya diberi nilai yang jelek. Mohon ijin saya sharing pendapat saya di artikel Propaganda Gambar Pemandangan Alam Dua Gunung.
    http://fakhrurrojihasan.wordpress.com/2014/10/01/propaganda-gambar-pemandangan-alam-dua-gunung/

  11. Gan berkata:

    Kalau mau ke situ (gambar) gimana ya mas? saya pengen ke sana. terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s