Medical Chek-up (lagi)

Bulan Juni yang lalu seluruh dosen-dosen ITB diikutkan dalam program full medical check-up gratis. Dosen itu harus sehat, sebab kalau tidak sehat tentu dia tidak bisa melakukan tugas-tugasnya seperti mengajar, membimbing, dan tugas akademik lainnya. Nah, kadang-kadang kita tidak sadar kalau penyakit sudah menggerogoti tubuh. Penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, stroke, kanker dan lain-lain dapat menghinggapi siapa saja, termasuk kami para pendidik. Jadi, mencegah sebelum sakit lebih baik daripada mengobati. Mengetahui gejala penyakit sejak dini lebih baik daripada nanti tiba-tiba sudah stadium berat.

Selama ini hanya para pejabat ITB yang diikutkan dalam program full medical check-up, tetapi mulai tahun ini seluruh dosen mendapat kesempatan yang sama. Seluruh biaya pemeriksaan medis ditanggung oleh ITB, jadi sayang kan kalau tidak dimanfaatkan kesempatan yang baik ini.

Saya pun dengan senang hati mengikuti pemeriksaan medis ini. Saya ingin tahu apakah diri saya sehat, berapa kadar kolesterol di dalam darah, lalu bagaimana kadar asam urat, gula darah, kondisi jantung, dan lain-lain. Beberapa tahun sebelumnya saya pernah melakukan pemeriksaan medis sendiri di sebuah klinik dekat rumah untuk mengetahui kondisi kolesterol, gula darah, dan asam urat tersebut. Hasilnya normal-normal saja, namun kondisi dulu dan sekarang tentu berbeda, umur kan bertambah juga, maka pemeriksaan medis perlu dilakukan kembali.

Malam hari sebelumnya saya sudah mulai puasa sejak jam 9 malam selama 10-12 jam sampai keesokan paginya. Pagi hari saya datang bersama anak saya, karena tidak ada yang menjaganya di rumah. Medical chek-up ini dilakukan oleh sebuah laboratorium klinik ternama di Bandung. Tenaga medis mereka yang datang ke kampus. Mereka membuka pelayanan di Gedung CC Timur.

Pagi itu sudah banyak dosen-dosen yang antri. Setelah menunggu, treatment pun dilakukan terhadap diri saya. Pengambilan sampel pertama adalah darah dan urin. Setelah darah dan urin diambil, selanjutnya pemeriksaan fisik seperti mata, teknan darah, dan EKG. Selanjutnya kami diberi sarapan pagi. Setelah makan kami diminta beraktivitas seperti biasa, namun tidak boleh yang berat-berat. Dua jam kemudian kita disuruh datang lagi untuk pengambilan sampel kedua berupa darah dan urin lagi. Besoknya saya menjalani foto rontgen untuk pemeriksaan paru-paru. Dah, udah cukup kan?

Beberapa hari kemudian keluarlah hasilnya. Eng ing eng, inilah saat yang mendebarkan. Hsilnya: fungsi liver normal, fungsi ginjal dalam batas normal, glukosa darah dalam batas normal, hematologi lengkap dalam batas normal, jantung (pemeriksaan ECG) dalam batas normal. Paru-paru juga normal, padahal saya ke mana-mana selalu pakai motor. Alhamdulillah.

Yang perlu menjadi perhatian adalah untuk profil lemak ternyata kadar kolesterol sedikit meningkat (218). Nilai rujukannya untuk laki-laki adalah normal jika kurang dari 200, batas tinggi jika 200 – 239, dan tinggi jika lebih dari 239. Walahh, saya tidak menyangka jika kadar kolesterol saya sedikit meningkat, padahal saya begitu rajin makan buah-buahan, jarang makan daging, banyak makan ikan, tapi mungkin akhir-akhir ini sering makan telur (kuning telur itu kolesterolnya tinggi) dan ayam. Untuk kolesterol HDL (kolesterol baik) masih stabil, yaitu 40 (rendah jika kurang dari 40 dan tinggi jika lebih dari 60), sedangkan kolesterol LDL (kolesterol jahat) adalah 160 (optimal jika kurang dari 100, mendekati optimal jika antara 100 – 129, batas tinggi jika antara 130 – 159, tinggi jika antara 160 – 189, dan sangat tinggi jika lebih dari 190). Kadar trigliserida masih bagus yaitu 92 (normal jika kurang dari 150, batas tinggi jika antara 150-199, tinggi jika antara 200 – 499, dan sangat tinggi jika lebih dari 500). Alhamdulillah asam urat hasilnya 5,5 (nilai rujukan 3,5 – 7,2) dan kadar glukosa darah 94 (nilai rujukan < 100).

Di dalam laporan medis tersebut ada catatan saran agar saya olahraga minimal 3 kali seminggu (saya masih 2 kali seminggu), minimal 30 menit setiap kali. Lalu saya disarankan diet rendah lemak hewani dan diet tinggi sayuran dan buah-buahan. Kalau buah saya memang sudah tiap hari, tapi saya akui kalau makan sayuran jarang sekali (sayuran orang minang kebanyakan bersantan).

Setelah kita memperoleh hasil lab, kita dipersilakan mengkonsultasikan hasilnya dengan dokter yang disediakan oleh lab klinik ini. Herannya, dokter menyebut saya normal-normal saja, sehat-sehat saja, meskipun kadar kolesterolnya sedikit meningkat. Nggak usah khawatir, katanya, saya silakan makan apa saja, termasuk makanan yang bersantan-santan (maklum saya orang minang) silakan dimakan sebab itu lemak nabati. Justru yang harus dikurangi adalah seperti jeroan, kikil, yang kadar lemaknya tinggi (amit-amit, saya memang tidak suka).

Setelah semua teman-teman mendapatkan hasilnya, ternyata banyak kejutan. Ada teman yang badannya sedang-sedang saja ternyata asam urat dan kolesterolnya sangat tinggi, ada pula teman yang gemuk malah normal. Jadi orang kurus itu belum tentu sehat di dalam tubuhnya, tanpa sadar dia menumpuk kolesterol jahat dan asam urat berlebih di dalamnya.

Program medical chek-up ini adalah program yang bagus, kita jadi lebih aware dengan kesehatan kita, kita jadi lebih peduli dengan apa yang kita makan, karena kebanyakan penyakit itu berasal dari makanan yang kita makan. Jadi, lebih dini kita mengetahui kondisi tubuh kita, maka lebih cepat kita tahu apa yang salah dan apa yang baik-baik saja. Sakit itu mahal, tetapi sehat itu murah.

Pos ini dipublikasikan di Pengalamanku. Tandai permalink.

2 Balasan ke Medical Chek-up (lagi)

  1. Inge Febria berkata:

    padahal selama ini kalo gemuk kesannya kurang sehat ya, Pak. Terima kasih sudah berbagi info

  2. Sekar berkata:

    wah, kira-kira tes kesehatan begitu termasuk kebijakan kampus ya, Pak? saya jadi pengen tau, apa di kampus saya juga ada tes kesehatan untuk pengajarnya..

    tulisannya menarik. terima kasih sudah berbagi, pak..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s