Rempeyek si Bapak “Buatan Istri Sendiri”

Pada hari minggu pagi ketika saya berdiri di depan rumah, lewatlah seorang pria paruh baya dengan sepeda motornya. Di belakang motornya ada kotak plastik besar berisi barang dagangan berupa rempeyek.

Melihat saya berdiri di depan rumah, bapak itu menghentikan motornya, lalu menawarkan rempeyek. Saya menggelang dan menjawab tidak kepada bapak itu, maksudnya tidak akan membeli. Namun dia tampaknya belum menyerah.

“Rempeyeknya pak, ada yang pakai kacang, ada pakai teri, ada yang pedas, dan ada yang asin. Minyak gorengnya asli. Ini buatan istri, dimasak oleh istri saya sendiri di rumah”, kata dia berpromosi.

Di rumah sebenarnya masih banyak cemilan, jadi saya memang tidak berniat membeli. Tetapi mendengar dia menyebutkan “buatan istri sendiri” saya merasa tersentuh dan tergerak membelinya.

Saya hampiri dia yang membuka kotak plastik besar tadi. Dari tampangnya terlihat dia bukan pedagang biasa, terlihat agak intelek, berkacamata, seperti bekas orang kantoran. Mungkin dia seorang bapak yang kena PHK, lalu berusaha menyambung hidup dengan berjualan rempeyek. Istrinya sendiri yang menggoreng, dia yang menjajakan dengan berkeliling menggunakan sepeda motor. Sebuah perjuangan yang mengharukan. Saya pun membeli rempeyeknya itu beberapa buah.

Rempeyek si bapak

Rempeyek si bapak

Si bapak penjual rempeyek mengucapkan banyak terima kasih karena saya membeli dagangannya. Dari rumah saya dia beralih ke rumah tetangga menawarkan rempeyeknya. Betapa gigihnya dia.

Saya akui rempeyeknya memang enak, terasa sekali kalau tepung berasnya dari tepung yang berkualitas. Lebih dari itu, ini adalah rempeyek hasil kerjasama sepasang suami istri yang mencari rezeki secara halal. Si istri yang membuat, sang suami yang menjajakan. Barakollah, Pak.

Pos ini dipublikasikan di Romantika kehidupan. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Rempeyek si Bapak “Buatan Istri Sendiri”

  1. Kita memang harus ‘membeli’ semangat mereka dengan menjajakan barang dagangannya, Pak. Ada artikel menarik tentang ini. Semoga turut menginspirasi, Pak🙂
    http://www.islampos.com/membeli-semangat-130705/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s