Sekolah Favorit Akan Hilang? (PPDB Kota Bandung 2014)

Walikota Bandung Ridwan Kamil membuat gebrakan baru dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Bandung awal tahun ajaran baru 2014 yang lalu. Penerimaan siswa baru SMP dan SMA negeri tidak lagi berdasarkan cluster, tetapi berdasarkan rayon tempat tinggal. Siswa hanya dapat memilih dua sekolah. Untuk pilihan satu, siswa diberi kebebasan memilih sekolah di luar rayonnya, tetapi untuk pilihan kedua harus berada di dalam rayonnya. Jika siswa memilih pilihan satu di dalam rayonnya, maka siswa mendapat bonus nilai, yaitu penambahan nilai NEM sekitar beberapa poin. Intinya siswa yang memilih sekolah di dalam rayonnya lebih diutamakan diterima daripada di luar rayon.

Tentu banyak pihak yang pro dan kontra dengan sistem rayonisasi ini, ada yang menyebut tidak adil dan sebagainya. Terlepas dari semua itu, saya menangkap maksud baik dari kebijakan walikota ini. Pertama, untuk mengurangi kemacetan di dalam kota. Siswa tidak perlu jauh-jauh pergi sekolah, cukup sekolah yang dekat lingkungannya. Salah satu penyumbang kemacetan adalah mobil pengantar/jemputan anak-anak sekolah. Ada siswa yang rumahnya jauh di Cimahi tetapi sekolah di dalam kota Bandung. Dengan sekolah di sekitar rumahnya, maka penyumbang kemacetan dapat dikurangi.

Kedua, tidak ada lagi kasta sekolah favorit dan non favorit. Penyebaran siswa berdasarkan kemampuan akademik akan merata di semua sekolah. Selama ini siswa-siswa pintar berkumpul di sekolah-sekolah favorit saja, sedangkan sekolah non favorit menerima sisanya. Dengan sistem rayoniasasi ini sekolah favorit akan hilang. Semua sekolah negeri akan sama kompetitifnya satu sama lain.

Seorang teman mengajukan pertanyaan kepada saya. Selama ini penerimaan mahasiswa jalur SNMPTN undangan di ITB berdasarkan nilai rapor siswa. Siswa-siswa dari sekolah favorit umumnya mempunyai peluang lebih besar untuk diterima di ITB karena akreditasi sekolah dan rekam jejak sekolah serta alumninya sudah tercatat dengan baik. Contohnya siswa dari SMA 3 atau SMA 5 Bandung paling banyak diterima di ITB karena rekam jejak tersebut. Nah, dengan sistem rayonisasi yang menghilangkan sekolah favorit tsb, maka dalam beberapa tahun yang akan datang semua sekolah mempunyai peluang sama diterima siswanya melalui jalur undangan. Nah, apakah ITB akan kesulitan dalam menyeleksi calon mahasiswa baru jika semua sekolah sama saja kualitasnya? Saya belum bisa menjawabnya, namun saya melihat ada rasa keadilan yang tercipta dengan pemerataan seperti ini.

Pos ini dipublikasikan di Pendidikan. Tandai permalink.

4 Balasan ke Sekolah Favorit Akan Hilang? (PPDB Kota Bandung 2014)

  1. alrisblog berkata:

    Mantap langkah Ridwan Kamil ini, hal ini akan menghilangkan sekolah unggulan. Lanjutkan.

  2. paramaputrizki berkata:

    sistemnya mirip seperti di jepang. ini ide yg baik. semoga berjalan lancar sehingga kualitas sekolah menjadi merata

  3. Ping balik: www ppdbkotabandung com | info pendidikan

  4. Ping balik: Www ppdb kota bandung com | info pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s