Ketika Pohon-Pohon di Bandung Diberi Sarung

Ada pemandangan yang berbeda jika anda berkunjung ke Bandung pekan-pekan ini. Hampir di sepanjang jalan, baik jalan utama maupun jalan arteri, pohon-pohon di pinggir jalan diberi “sarung”. Sarung itu terdiri dari tiga warna yaitu hijau, kuning, dan biru dongker. Bagi yang kurang ngeh tentu tidak tahu apa maksud penyarungan pohon-pohon tersebut. Rupanya dalam rangka menyambut hari ulang tahun kota Bandung. Tiga warna pada sarung tersebut merupakan warna dasar atau warna bendera kota kembang.

Deretan pohon bersarung di sepanjang Jalan Supratman

Deretan pohon bersarung di sepanjang Jalan Supratman

Sebagian orang mungkin berpikir penyarungan pohon-pohon itu adalah inisiatif Walikota Bandung, Ridwan Kamil. Walikota yang kreatif ini memang dikenal dengan ide-ide segar untuk membuat kota Bandung semakin nyaman dan menarik. Namun ternyata ide penyarungan pohon-pohon di sepanjang jalan adalah inisiatif paguyuban Camat di kota Bandung yang tergabung dalam Forum Camat Kota Bandung (demikian informasi yang saya baca di surat kabar).

Deretan pohon bersarung di sepanjang jalan Ciung Wanara.

Deretan pohon bersarung di sepanjang jalan Ciung Wanara.

Melihat deretan pohon bersarung di sepanjang jalan mampu menyedapkan mata, enak dipandang dan terkesan meriah. Kota Bandung memang identik dengan pohon-pohon besar nan rindang di sepanjang jalan (terutama di kawasan Bandung Utara). Mungkin itu barangkali yang membuat orang kangen ke Bandung, yaitu berjalan melewati deretan pohon2 besar nan rindang di pinggir jalan.

Deretan pohon di Jalan Ciung Wanara, jalan ke kampus ITB Ganesha.

Deretan pohon di Jalan Ciung Wanara, jalan ke kampus ITB Ganesha.

Jadi pohon-pohon besar nan rindang di pingir aset kota Bandung yang berharga dan menjadi identitas kota, maka keberadaanya selalu dijaga dan dipelihara. Penyarungan pohon-pohon merupakan salah satu bentuk penghargaan terhadap alam. Hanya saja ada orang-orang yang tidak bertanggungjawab yang “menyakiti” pohon-pohon itu, salah satunya dengan memaku iklan pada pohon-pohon. Penyarungan pohon juga sebagian dilakukan dengan menyakiti pohon, sebab kain-kain itu baru bisa nempel setelah dihekter dengan hekter yang besar. Menyedihkan! Silakan merayakan tetapi jangan menyakiti.

Pos ini dipublikasikan di Seputar Bandung. Tandai permalink.

6 Balasan ke Ketika Pohon-Pohon di Bandung Diberi Sarung

  1. gemah ripah berkata:

    oh itu toh alasannya.
    tapi bahasa indonesianya dikokot pak, bukan dihekter he he he

  2. makhluklemah berkata:

    Wah terjawab sudah pertanyaan saya kenapa pohon2 itu diberi kain.

    Saya kira mengikuti budaya Bali yg pohonnya diberi kain kotak2.

  3. alrisblog berkata:

    Bagus juga sesekali pohon itu disarungi. Alangkah bagus lagi ada upaya menambah pohon dalam rangka ultah kota Bandung.

  4. w.sejati berkata:

    mirip di bali …. 😀

  5. Urang Bandung berkata:

    Proyek mubazir, buang2 uang tak berguna.

  6. Hary Ady berkata:

    emang para pembesar di kota bandung tidak ada yang punya pemikiran yang lebih inofatif ya? pohon kok disarungin, buang-buang uang aja,….mendingan dananya dialihkan untuk memperbaiki fasilitas umum yang sudah mulai amboradol……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s