Dia Bukan Presiden Saya, Pak!

Usai pengumuman kabinet Jokowi minggu lalu, saya berkomentar tentang kabinet tersebut di dalam kuliah di kelas. Ada plus minusnya, demikian simpulan saya. Seorang mahasiswa menyelutuk sambil berkata: “Dia bukan presiden saya, Pak. Saya tidak memilih dia kemarin.”.

Mendengar celutukannya itu, saya pun menjawab sambil bercanda: “Jika anda tidak menganggapnya presiden Indonesia, anda pindah saja ke negara lain.”.

Ucapan mahasiswa tadi jelas tidak benar. Demokrasi mengajarkan kita untuk menghormati hasil pilihan rakyat. Demokrasi itu adalah kata suara terbanyak. Meskipun tidak menang mutlak atau signifikan, tapi faktanya Jokowi meraih suara terbanyak dibandingkan Prabowo. Maka, suka tidak suka kita harus mengakuinya bahwa dialah presiden kita sekarang. Kita harus menghormati pilihan rakyat tersebut. Kata kuncinya ikhlas atau legowo.

Saya juga tidak memilih Jokowi pada Pemilu kemarin dengan berbagai alasan, tetapi sekarang dia adalah presiden saya juga, maka saya wajib ikut berperan bersamanya, langsung atau tidak langsung.

Demokrasi adalah suara terbanyak, maka minoritas harus mengikuti mayoritas. Suka atau tidak suka dengan demokrasi, maka anda berada di dalamnya, anda harus mengikuti pilihan mayoritas. Prinsip ini ini juga berlaku dalam kehidupan sosial. Kita pun harus menghormati kebijakan yang diambil oleh mayoritas pemenang. Jika anda menolaknya, berarti anda tidak menghormati pilihan mayoritas.

Meskipun demikian, mayoritas tidak boleh semena-mena, yang minoritas pun tidak boleh mentang-mentang. Mayoritas merangkul minoritas, dan minoritas menghormati mayoritas. Betapa indahnya hidup ini apabila demikian yang terjadi.

Pos ini dipublikasikan di Indonesiaku. Tandai permalink.

4 Balasan ke Dia Bukan Presiden Saya, Pak!

  1. bukanbocahbiasa berkata:

    Harus bisa legowo dan move on ya Pak… Hehehe, walopun yaaa… menurut saya, kabinet pilihan Jokowi ini rada ‘sangar’. Ini tulisan saya seputar Bu Susi, si menteri yang anti-mainstream itu http://bukanbocahbiasa.wordpress.com/2014/10/29/yayy-opini-tentang-susi-dan-tuhan-sembilan-senti-dimuat-di-jawa-pos/

    • liquid berkata:

      Akibat sembarangan milih presiden kayak begini nih, ups…(sambil nutupin mulut), ngasi 2 komen2 di sini tar ketahuan gak ya? Tar ditangkapin pulak sma org2 suruhan presiden dan PDIP

  2. liquid berkata:

    Jangan sampe kayak KIH (PDIP, PKB, NASDEM, berikut media-media corongnya seperti Metro TV) yang gak mau legowo dengan kondisi di parlemen saat ini, malah sekarang bikin ketua DPR tandingan, celakanya setiap tindakan tak terpuji yang mereka ambil mengatasnamakan kepentingan rakyat, rakyat siapa ya?

  3. Urang Bandung berkata:

    Teman saya pernah berkata: demokrasi hanya berlaku untuk mayoritas. Kalau kamu minoritas, suara kamu tidak berharga di alam demokrasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s