Pantai Sanur (Lagi)

Minggu lalu saya ke Pantai Sanur, Bali, lagi karena ada konferensi internasional yang diadakan di sana. Konferensi diadakan di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, dan kami panitia menginap di hotel yang sama.

Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur

Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur

Ini kali kedua saya ke Pantai Sanur. Kali pertama ketika jalan-jalan bersama keluarga tahun lalu. Menurut saya Pantai Sanur jika dilihat dari dekat biasa-biasa saja. Namun jika dilihat dari atas barulah tampak keindahannya, seperti yang saya potret dari lantai 10 hotel tersebut.

Pantai Sanur tampak dari lantai 10 hotel

Pantai Sanur tampak dari lantai 10 hotel

Pantai Sanur tampak dari sisi kiri

Pantai Sanur tampak dari sisi kiri

Pada pagi hari air laut di Pantai Sanur surut, tetapi siang hingga malam hari air laut kembali pasang. Pantai ini cocok untuk berenang karena ombaknya jauh di tengah dan pantainay dangkal. Di pinggir pantai tidak ada ombak, sehingga jika berenang di pinggir pantai serasa berenang di dalam danau.

Pantai yang nyaris tiada ombak

Pantai yang nyaris tiada ombak

Berenang di sini serasa di  danau karena tidak ada ombak di pinggir pantai

Berenang di sini serasa di danau karena tidak ada ombak di pinggir pantai

Kembali ke hotel tempat kami menginap. Hotel Inna Grand Bali Beach punya sisi cerita yang unik. Cerita tentang tingginya yang melewati tinggi pohon kelapa sudah saya ceritakan pada tulisan terdahulu. Nah, kali ini ceritanya agak mistis. Di hotel ini ada sebuah kamar yang sekarang menjadi kamar suci bagi orang Hindu, yaitu kamar nomor 327. Kamar tersebut adalah kamar yang pernah didiami oleh Bung Karno. Kamar dengan nomor 327 ini tidak disewakan untuk umum, hanya dibuka ketika hari Kamis saja dan pada jam tertentu saja untuk keperluan persembahyangan orang Hindu. Kabarnya Megawati sering mengunjungi kamara ini ketika dia mengunjungi Bali. Menurut cerita, ketika hotel Inna Grand Bali Beach terbakar (?), kamar nomor 327 luput dari amukan api. Wallahu alam. Ada kejadian anehkah di kamar tersebut? Menurut cerita pelayan hotel, sering terdengar suara ketokan dari dalam kamar, tetapi ketika kamar dibuka tidak ada orang di dalamnya. Ah, pasti itu ulah jin, kata saya dalam hati.

Kamar nomor 327

Kamar nomor 327

Meskipun di lingkungan Hindu, hotel ini menyediakan mushola kecil di lingkungan hotel. Lumayanlah menajdi tempat sholat bagi tamu-tamu hotel yang tidak menginap di sana.

Mohola Al Ikhlas di Hotel Inna Grand Bali Beach

Mohola Al Ikhlas di Hotel Inna Grand Bali Beach

Mushola kecil tampak dari depan

Mushola kecil tampak dari depan

Di depan mushola berdiri sebuah pura yang cukup besar. Pura digunakan oleh pegawai hotel untuk bersembahyang, dan juga (mungkin) bagi tamu yang kebetulan beragama Hindu. Hmm… sebuah bentuk toleransi beragama skala kecil di Pulau Bali.

Selain mushola, juga ada pura persis di depannya.

Selain mushola, juga ada pura persis di depannya.

Begitulah catatan perjalanan saya ke Pantai Sanur (lagi).

Pos ini dipublikasikan di Cerita perjalanan. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Pantai Sanur (Lagi)

  1. mahdinioktavia berkata:

    ikuti blog saya ya mbk🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s