Musim Membuat Tandingan

Bangsa ini tidak pernah berpikir dengan jernih. Ketika kalah dari suatu pertandingan hati merasa tidak puas, lalu membentuk organisasi tandingan. Mereka belum ikhlas menerima kekalahan dan tidak mau mengakui kemenangan lawan. Ada DPR tandingan, ada gubernur tandingan, ada parpol tandingan. Entahlah nanti apa ada presiden tandingan.

Tahukah anda, penyebab semua itu karena nafsu berkuasa. Manusia di mana-mana tidak pernah lekang nafsunya untuk menguasai orang lain. Pada kasus di DPR, sekelompok fraksi (partai) yang kalah dalam pemilihan perangkat dewan (ketua dan wakil komisi), lalu mutung dan membuat dewan tandingan dengan ketua dan wakil dari kelompok mereka sendiri. Bapak/ibu anggota dewan yang terhormat itu telah mempertontonkan perilaku anak kecil kepada seluruh rakyat Indonesia.

Pada kasus gubernur tandingan, sekelompok masyarakat menolak gubernur yang sudah sesuai undang-undang, lalu memproklamirkan gubernur sendiri sebagai bentuk perlawanan. Mereka hanya mempertontonkan lawakan yang tidak lucu kepada masyarakat. Entah sampai kapan adu kuat antara kedua gubernur ini berlangsung. Secara undang-undanga tidak ada yang dilanggar, tetapi tetap saja perseteruan ini tidak elok dilihat.

Pada kasus parpol tandingan, sekelompok elit parpol yang tidak puas dengan keputusan elit lainnya karena tidak sekubu dengan penguasa lalu membuat munas tandingan. Dari munas tersebut lahirlah pengurus tandingan (yang berarti parpol tandingan). Sudah jelas arah dan kepentingan munas tandingan tersebut, yaitu untuk memberikan dukungan kepada penguasa sambil bermanis-manis lidah. Kritisme telah mati, karena jika sudah sekubu dengan penguasa maka tinggal mengaminkan saja semua keputusan penguasa tersebut.

Sekarang tinggallah kita sebagai rakyat biasa menyaksikan pertandingan antara barang yang asli dengan barang yang KW. Yang rugi adalah bangsa kita juga, karena yang bertarung itu sama-sama anak bangsa.

Pos ini dipublikasikan di Indonesiaku. Tandai permalink.

3 Balasan ke Musim Membuat Tandingan

  1. katabusri berkata:

    Sesungguhnya apa yg kita saksikan adalah cermin dari kepicikan dan kekerdilan pikiran segolongan orang yang mengaku cerdas, alangkah bijaknya manakala kita saling bergandeng tangan menyamakan visi dan misi yg lebih besar yaitu kesejahteraan rakyat

  2. firmansick berkata:

    Karena dalam sebuah pertandingan itu selalu ada lembar rupiah yang dipertaruhkan untuk menang, ya gitu jadinya hehe

  3. Urang Bandung berkata:

    Ada dosen tandingan tidak, Pak? Hehehe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s