Perumpamaan Empat Orang Istri

Tenang…tenang, tulisan saya ini tidak mengajak anda untuk beristri lebih dari satu (poligami)🙂. Tetapi ini perumpamaan seorang lelaki yang “hidup” dengan empat orang istri. Dan ternyata tetaplah istri pertama yang paling setia sampai dibawa mati. Tiga istri yang lainnya hanyalah fatamorgana, mereka tidak akan bersedia dibawa mati.

Saya mendapatkan renungan ini dari sebuah grup diskusi di sosial media. Isinya sangat bagus, terlepas dari siapa yang menulisnya pertama kali. Setelah saya edit seperlunya dengan gaya bahasa yang lebih enak, saya bagikan kepada anda untuk direnungkan.

~~~~~~~~~~~~~~

Seorang laki-laki itu ibaratnya mempunyai empat istri.

Istri ke-1: sudah tua dan biasanya tidak diperhatikan.
Istri ke-2: agak cantik, tetapi tetap kurang diperhatikan.
Istri ke-3: lumayan cantik dan cukup diperhatikan.
Istri ke-4: sangat cantik, sangat diperhatikan, dan selalu disanjung-sanjung serta diutamakan.

Saat sang suami akan meninggal dunia, dipanggillah istri ke-4 yang paling cantik lalu ditanya, “Maukah kau ikut menemaniku ke alam kubur?”

Si istri menjawab, “Maaf, cukup sampai disini saja saya ikut denganmu.”

Saat istri yang ke-3 dipanggil dan ditanya hal yang sama, maka ia menjawab, “Maaf, saya hanya akan mengantarmu sampai ke kamar mayat saja, paling jauh sampai ke rumah duka.”

Kemudian dipanggillah istri yang ke-2 dan ditanya hal yang sama, maka ia menjawab, “Baik, saya akan menemanimu tapi hanya sampai ke liang kubur, setelah itu Good Bye.”

Si suami sungguh kecewa mendengar semua itu, tetapi inilah kenyataan kehidupan menjelang kematian.

Lalu ia memanggil istri pertama dan ditanyakan hal yang sama, si suami tak menyangka jawaban istri pertama, “Saya akan menemanimu, kemanapun kamu pergi saya akan tetap mendampingimu.”

Anda ingin tahu tahu apa dan siapa para istri itu diibaratkan, dari istri ke-1 sampai ke-4?

Istri ke-4 adalah ibarat harta, kekuasaan, dan kekayaan. Mereka akan meninggalkan jasad kita seketika saat kita meninggal.

Istri ke-3 adalah teman-teman kita. Mereka akan mengantar jasad kita hanya sampai di kamar mayat atau rumah duka saat disemayamkan.

Istri ke-2 adalah keluarga, saudara, dan teman dekat kita. Mereka akan mengantar kita sampai di kuburan, dan akan meninggalkan kita setelah mayat kita dimasukkan ke dalam liang kubur dan ditutup dengan tanah.

Istri pertama itu adalah semua amalan sholeh kita selama hidup di dunia. Ia akan menemani kita selama-lamanya sampai ke alam akhirat. Apa yang kita tabur selama hidup di dunia, maka itu juga yang akan dituai nanti di alam akhir.

~~~~~~~~~~~~

Sudah pahamkah anda dengan perumpamaan empat istri tadi? Jadi, tetaplah istri pertama yang paling setia sampai kita mati dan sampai kita hidup kembali, nanti.

Pos ini dipublikasikan di Renunganku. Tandai permalink.

10 Balasan ke Perumpamaan Empat Orang Istri

  1. Adi Setiadi berkata:

    yang utama ternyata istri 1 ya pak, terima kasih atas sharenya pak.

  2. putricisompet berkata:

    wah.. inspiratif banget.. tadi pagi saya nonton di On the Spot ada laki2 di India punya istri 30 an… apa lebih gtu.. saya lupa lagi,, hehe
    tapi.. tapi… saya setuju dg tulisannya hehe

  3. Jumadi berkata:

    Ijin reblog ya Pak..

  4. Fauzan @ Net berkata:

    bagus juga perumpamaannya Pak Rin, hihi

  5. ayufialfarisi berkata:

    Ijin reblog pak 😊

  6. ayufialfarisi berkata:

    Reblogged this on Smile is Beautiful🙂 and commented:
    This is how our life runs 😊

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s