Jonru

Ada satu nama di jagad maya yang mendadak populer sejak Pilpres 2014 kemarin, yaitu Jonru. Namanya diperbincangkan di media sosial karena postingposting-nya yang selalu mengkritik dan (seringkali) menyerang Jokowi dan Pemerintahannya. Jonru memiliki fanpage di Facebook yang di-follow dan di-like oleh ratusan ribu orang. Artinya Jonru memiliki penggemar yang luar biasa jumlahnya. Hampir setiap posting-nya di Facebook di-like oleh ribuan orang dan dibagikan ke akun-akun lain di Facebook.

Saya tidak kenal dengan Jonru dan saya tidak pernah menjadi follower maupun me-like statusnya di Facebook. Hanya sesekali saja saya membacanya karena kebetulan muncul di status orang lain di akun facebook-nya. Yang sedikit saya tahu Jonru itu adalah seorang penulis buku dan menjadi pengisi materi acara workshop menulis.

Dari beberapa postingposting-nya yang saya baca, saya menyimpulkan Jonru seringkali menulis posting asal njeplak dan dangkal. Dia terlalu cepat menyimpulkan suatu kejadian sebelum melakukan tabayyun (cek dan ricek). Akibatnya postingposting-nya di laman akun Facebook-nya itu menjurus pada fitnah. Yang saya ingat adalah posting tentang Quraish Shihab dan posting tentang asal usul ayah kandung Jokowi. Kedua posting ini membuat heboh dunia maya karena tidaklah pantas seseorang menelusuri ayah kandung orang lain yang tidak disukainya karena kita tidak lebih tahu tentang ayah kandung dan ibu kandung dari orang yang kita bicarakan. Pada akhirnya posting tentang ayah kandung Jokowi itu isinya ghibah belaka alias fitnah.

Media sosial bagaikan pedang, ia dapat membawa kebajikan jika digunakan semestinya, namun ia juga dapat menjadi ajang penyebar fitnah jika diguankan untuk menyebarkan tulisan yang tidak benar. Pada titik ini Jonru bisa terperosok melakukan ghibah yang dilarang agama.

Namun Jonru tetaplah Jonru, dia tetap aktif mem-posting tulisan yang mengkritisi kebijakan Jokowi dan para menterinya. Saya bukan pendukung Jokowi saat Pilpres, namun saya tidak anti dengan Jokowi. Nah, kalau Jonru terkesan sekali begitu antipati dengan Jokowi. Posting dia di Facebook selalu mendapat banyak like dari fesbuker. Menurut saya Jonru telah dimabukkan oleh ribuan like pada setiap posting-nya, dan ini membuatnya semakin bersemangat untuk menulis postingposting baru yang bernada menyerang Jokowi. Ya, Jonru mabuk kepayang karena ratusan ribu follower/likes yang membaca dan membagikan posting-nya setiap hari. Sebagaimana kita sendiri pemilik akun di Facebook, kita merasa senang jika posting kita di Facebook disukai (di-like) oleh banyak orang, apalagi oleh ratusan atau ribuan orang.

Di sisi lain, efek Jonru juga berdampak kepada PKS, karena Jonru sering diidentikkan dengan partai dakwah tersebut. Jonru sendiri menyatakan bahwa dirinya adalah simpatisan PKS. Maka, perilaku Jonru dapat membuat orang anti dengan PKS.

Banyak netizen yang mengecam Jonru namun saya tidak mau ikut-ikutan pula mengecamnya. Semoga saja Jonru tersadar akan bahaya ghibah yang dapat menjurus pada fitnah. Dia masih dapat memperbaiki posting-nya untuk masa-masa yang akan datang dengan menulis lebih dalam dan dengan mengguankan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pos ini dipublikasikan di Indonesiaku. Tandai permalink.

11 Balasan ke Jonru

  1. Urang Bandung berkata:

    Sebenarnya sama dengan Pak Rinaldi. Bapak akan semangat untuk menulis kalau banyak yang membaca tulisan Bapak. Iya, kan? Apalagi kalau banyak yang memberikan komentar dan yang mentaut ulang. Adalah sifat manusia untuk menyombongkan diri dan kita sudah diberi peringatan untuk menghilangkan sifat buruk ini. Kalau Bapak mau berkaca, coba Bapak baca lagi tulisan-tulisan Bapak di blog ini yang terdahulu. Ada berapa banyak yang terkesan (maaf) sombong dan hendak memperlihatkan kemampuan diri. Pernahkah (moga-moga tidak) Bapak tersenyum di dalam hati merasa bangga ketika membaca dan melihat banyaknya komentar-komentar di blog Bapak ini? Demikian juga dengan si Jonru dan puluhan juta pengguna Facebook, Twitter dan media sosial lainnya. Mereka semua berusaha untuk menyombongkan diri dengan kemampuan memiliki pengikut yang banyak. Pada akhirnya semua itu adalah ujian. Ujian buat si Jonru, buat Pak Rinaldi, buat saya sendiri dan buat yang lainnya. Teringat pepatah Aa Gym: “Yang menjadi masalah bukanlah masalahnya, tetapi bagaimana kita menyikapi permasalahan tersebut.”

    • rinaldimunir berkata:

      Saya suka dengan komentarmu, Avan. Jika ada tulisan saya yang terkesan memperlihatkan kemampuan diri, maka saya beristighfar kepada Allah SWT, karena tidak sepantasnyalah manusia membanggakan diri, tiada maksud untuk membanggakan diri, mungkin persepsi setiap orang yang membaca isa berbeda. Namun saya tidak akan membela diri atau mencari alasan berkilah. Ya, saya juga memiliki kekurangan dan kelemahan. Terima kasih sudah mengingatkan.

      Tentang blog ini, saya menulis untuk mendokumentasikan pikiran2 saya sendiri, dari apa yang saya lihat, saya dengar, dan saya rasakan, serta tidak bertujuan untuk mencari popularitas atau mengharap komentar sebanyak-banyaknya. Apa yang terlintas di pikiran saya saat itu langsung saya tulis karena ide bisa hilang jika tidak ditulis. Apakah orang akan membacanya atau tidak, berkomentar atau tidak, saya tidak peduli dan tidak saya pikirkan. Tulisan-tulisan tersebut sering saya baca ulang kembali sambil mengenang apa-apa yang sudah saya lalui di dalam hidup ini.

      • juragan.sipil berkata:

        saya satu rasa dengan pak rinaldiπŸ™‚

        blog sebagai limpahan apa yang ada di kepala.
        karena prinsip kami menulis adalah: dari saya, oleh saya, dan untuk saya.πŸ˜€

        kalo ada yang like, memuji, dan sejenisnya… itu memang cobaan. Jujur saja, awal-awal kadang muncul perasaan “bangga” lebih condong ke “sombong”.

        Tapi, lama kelamaan perasaan itu sudah hilang. Pujian, like, rating, apapun itu sudah ngga mempan lagi buat yang sudah terbiasa menulis karena ingin menulis, bukan karena ingin dibaca.

        dan, sekali lagi saya “senasib” dengan pak rinaldi yang sering membaca ulang blog kami sendiri sekedar mengenang bahkan kadang dijadikan bahan untuk introspeksi diri.

        mohon maaf jika kurang berkenan

  2. jojon berkata:

    fenomena jonru membuktikan yang antipati jokowi cukup banyak.

  3. hadi berkata:

    Halaman FP dia dimonetize buat space ngiklan. hhehe

  4. lazione budy berkata:

    jonru, kreatif dari sisi negative.

  5. Anti Huru Hara berkata:

    sama kayak si Taura Taufikurahman posting tanpa cek & ricek

  6. sri hartono berkata:

    saya belum pernah baca tulisan jonru,tapi saya tetap kritik tajam kebijaksanaan pak presiden, seperti wacana menghilangkan PREMIUM dan mengganti pertamax,,itu sama sekali bukan pro RAKYAT dan bila saya kecewa saya panggil MAS JOKO (musuh asli saya Jago Omong Kosong gitu, senang tidak senang

  7. Saya juga ikut follow akunnya di facebook, cadas banget deh.
    Tapi kritik pedasnya bikin otak lebih mikir.πŸ™‚

  8. Game Android berkata:

    Mantap nih si Jonru… saya sering baca blognya.πŸ™‚

  9. Piroan.com berkata:

    Jonru ini memang lagi booming ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s