OHP Kenangan

Ketika selesai memberikan ujian di kelas, mata saya tertumbuk pada sebuah OHP (overhead projector) yang teronggok di sudut ruangan dalam kesendiriannya. OHP tersebut sudah lama tidak pernah disentuh dan dipakai lagi, karena perannya telah diganti oleh LCD projector.

OHP di sudut ruangan kelas

OHP di sudut ruangan kelas

Ingatan saya melayang belasan tahun yang lampau ketika mengajar di kelas menggunakan OHP sebagai alat bantu presentasi. Untuk bisa menampilkan slide di OHP, saya harus mencetak slide-slide ke plastik transparansi. Tidak semua slide saya cetak, sebagian lagi saya tulis dengan tulisan tangan sendiri menggunakan spidol. Memperhatikan slide yang ditulis tangan oleh dosen lebih berkesan daripada dicetak, karena kita dapat melihat tulisan indah para dosen (tulisan saya tidak begitu indah, tetapi beberapa rekan dosen menulis begitu bagus pada plastik transparan).

Kelebihan slide yang ditayangkan dengan OHP adalah kita dapat langsung menulis pada transparansi pada saat presentasi dan langsung terlihat saat itu juga. Ini berbeda bila menggunakan PPT (Power Point), kita harus menghentikan presentasi, menjalankan PPT dalam menu edit, menyunting dokumen PPT, lalu menayangkannya kembali.

Saya masih teringat saat-saat menggunakan OHP dulu, seluruh slide transparansi kuliah saya masukkan ke dalam map, lalu dibawa ke dalam kelas. OHP sendiri sudah standby di dalam kelas, tetapi jika kelas kuliahnya jauh (semacam di Oktagon atau di TVST), maka petugas di LabTek V (Gedung tempat Prodi IF berada) yang harus menggotongnya ke sana, karena belum tentu di ruangan tersebut tersedia OHP. Saya berjalan ke kelas bersama petugas yang menjinjing OHP portabel. Jika kuliah selesai, maka saya meminta mahasiswa mengantarkan kembali OHP tersebut ke LabTek V.

Sekarang era OHP sudah berakhir di ITB, LCD Projector atau Infocus (nama merek LCD yang sudah menjadi nama barang) sudah menggantikan OHP. Infocus yang dulu harganya puluhan juta saat ini hanya beebrapa juta saja sudah dapat dimiliki. Kelebiha menggunakan infocus adalah ramah lingkungan, karena kita tidak perlu lagi menyiapkan plastik transparansi. Semua sudah serba digital. Cukup menyiapkan file presentasi, sebuah komputer laptop, dan infocus, maka presentasi sudah dapat dilakukan dengan mudah dan tidak ribet.

Meskipun demikian, OHP ini adalah saksi bisu sejarah pendidikan. Ia sudah banyak berjasa mengantarkan mahasiswa lulus ke gerbang sarjana. Sayang jika dibuang atau masuk gudang, sebaiknya dimasukkan ke dalam museum kampus, tetapi di kampus kami tidak ada museum yang merekam jejak sejarah pendidikan di ITB.

Pos ini dipublikasikan di Gado-gado. Tandai permalink.

3 Balasan ke OHP Kenangan

  1. deathmugiwara berkata:

    det dikampus biaso persentasi pakai PDF da, ndak pernah pakai PPT bisa langsuang dicoret, apolai kalau pakai pentabletđŸ˜€

  2. silvyavyaa berkata:

    OHP sebagai saksi bisu sejarah pendidikan adalah satu pernyataan yang sangat mengena, Pak. Juga mesin ketik.đŸ™‚

  3. Di Kelas di kampus saya (Maranatha) juga masih ada pak,, kadang saya ingin ngambil terus disimpen di lemari ruang tamuđŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s