Awan Cumulonimbus, Al-Quran, dan Pesawat Air Asia

Nama awan cumulonimbus (CB) hari-hari ini menjadi terkenal sejak kecelakaan pesawat Air Asia QZ8501 yang jatuh di Selat Karimata pada tanggal 28 Desember 2014. Diduga pesawat Air Asia terjebak di dalam awan tersebut atau gagal menghindarinya. Awan CB adalah awan yang ditakuti oleh para pilot, karena di dalam awan ini mengalir butiran-butiran es. Butiran es jika masuk ke dalam mesin pesawat dapat membuat mesin mati sehingga pesawat bisa jatuh ke bawah. Karena itu, seorang pilot sangat menghindari awan ini, kalau perlu berbalik arah demi keselamatan penumpang.

Awan CB adalah awan yang padat, bentuknya bertumpuk-tumpuk secara vertikal, mirip seperti gunung. Diameternya bisa mencapai 10 km, sedangkan tingginya bisa mencapai puluhan kilometer. Selain mengandung es, awan CB mengandung muatan listrik yang besar yang menghasilkan badai petir di dalamnya. Pesawat yang masuk ke dalamnya niscaya akan mengalami turbulensi yang hebat yang dapat membahayakan keselamatan pesawat maupun penumpang di dalamnya.

Ribuan tahun yang lalu Allah SWT sudah berfirman di dalam Al-Quran tentang awan (termasuk awan cumulonimbus) agar menjadi pelajaran dan pengetahuan bagi manusia. Di dalam Surat An-Nur ayat 43 Allah SWT berfirman:

Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menjadikan awan bergerak perlahan lalu mengumpulkannya. Allah kemudian menjadikan awan-awan tersebut bertumpuk-tumpuk, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya. Dia juga menurunkan butiran-butiran es dari gumpalan-gumpalan awan yang besarnya bagaikan gunung-gunung. Maka, ditimpakan-Nya butiran-butiran es itu kepada siapa yang Dia kehendaki dan dihindarkan-Nya dari siapa yang Dia kehendaki. Kilauan kilatannya hampir-hampir menghilangkan penglihatan. (Q. Surat An-Nur : 43)

Awan cumulonimbus lainnya (Sumber: Wikipedia)

Awan cumulonimbus lainnya (Sumber: Wikipedia)

Dari wawancara para mantan pilot yang bercerita tentang awan CB, keterangan mereka persis seperti bunyi ayat ini. Subhanallah, Maha Benar Allah SWT.

Bila anda pernah naik pesawat lalu pesawat memasuki awan (yang agak gelap) maka kita merasakan adanya goncangan yang menimbulkan rasa takut. Ketika terjadi goncangan, biasanya pramugari mengumumkan kepada para penumpang yang berjalan-jalan untuk kembali ke tempat duduk dan mengencangkan seat belt. Itu baru awan biasa, nah bagaimana jika yang dimasuki pesawat adalah awan CB, tentu goncangan akibat turbulensinya jauh lebih hebat lagi dan sangat berbahaya. Jika sudah demikian kejadiannya, maka tinggallah memasrahkan nasib kepada Allah SWT saja, kita manusia begitu kecil dan tidak berdaya ketika berhadapan dengan kekuatan alam.

Hanya kepada Allah saja kita berserah diri. Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari kejadian ini. (Artikel terkait lainnya: Tragedi Air Asia, Awan Cumulonimbus dan Kebenaran Alquran)

Pos ini dipublikasikan di Agama, Indonesiaku, Renunganku. Tandai permalink.

9 Balasan ke Awan Cumulonimbus, Al-Quran, dan Pesawat Air Asia

  1. momo malang berkata:

    Pray for air asia

    Niat ibadah jangan jadi celaka http://goo.gl/RCmZis

  2. dynartrizkia berkata:

    Subhanallah.. boleh izin reblog?

  3. Istanamurah berkata:

    Maha Benar Allah atas Segala Firmannya. Siapa Yang Dikehendaki Tidak Akan Terhelakkan Sedikitpun. Kita Hanya Bisa Berusah berdoa Baik Ketika Kita Sebelum, Saat dan Setelah Berada Di Pesawat. Dibutuhkan Kesadaran Lagi Terutama Bagi Para Penumpang Yang Masih : Berfoto Ria Di atas Pesawat, Menghidupkan Elektronik dan HP. Karena Itu Juga Dapat Mengganggu Sistem Navigasi. Lebih Baik Mencegah dari Diri Sendiri dan Kesadaran Diri Ketika Naik Pesawat.

  4. alrisblog berkata:

    ikut duka cita. mari mengikuti aturan kalo naik pesawat terbang.

  5. Nature berkata:

    Pray for air asia.. DIAlah diatas segala-galanya…

  6. Ping balik: Awan Cumulonimbus, Al-Quran dan Pesawat Air Asia | XII Science Al-Madaniyah Samuda

  7. Kembar berkata:

    Subhanallah pak..saya pernah juga merasakan turbulen saat naik pesawat..berarti itu sdg melewati awan ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s