Apa Perlunya Menghina Rasulullah?

Kasus teror terhadap media Charlie Hebdo sekali lagi mengingatkan kita bahwa di dunia Barat kebebasan berekspresi digunakan tanpa batas sehingga menghina atau menjelekkan tokoh yang dihormati oleh milyaran ummat Islam sedunia dianggap hal yang sah-sah saja. Kita tidak akan pernah bisa mencari titik temu antara kebebasan berekspresi yang dianut oleh orang Barat dengan keyakinan yang dianut oleh umat muslim. Bagi orang Barat, kebebasan berekspresi adalah hak yang tidak boleh dilarang, sedangkan dalam keyakinan kaum muslim memvisualisasikan Nabi, apalagi dalam bentuk yang melecehkan/menghina, adalah hal yang terlarang. Visualisasi Nabi, sebagus apapun itu, tidak akan dapat merepresentasikan sosok Nabi sesungguhnya.

Rasulullah itu sangat mulia dan dicintai oleh umat Islam. Namanya disebut siang dan malam oleh seorang muslim setiap kali melaksanakan sholat, yaitu ketika pembacaan tahyat (membaca shalawat Nabi). Ada dua duduk tahyat dalam sholat, dan setiap duduk tahyat seorang muslim membaca sholawat Nabi, maka jika mengerjakan sholat lima waktu saja maka minimal 10 kali nama Nabi disebut, dimuliakan, dan dikirim salam. Tidak ada cinta yang melebihi kecintaan kepada Rasulullah SAW. Meskipun dirinya dihina, dilecehkan, direndahkan, dan diejek, semua itu tidak akan dapat membuat kecintaan itu semakin berkurang, malah semakin bertambah.

Ketika saya melaksanakan umrah minggu lalu, saya menyaksikan ribuan orang berjuang, termasuk saya sendiri, memasuki sebuah tempat sempit di Masjid Nabawi yang disebut raudhoh. Raudhoh adalah sebuah tempat yang terletak antara mihrab Nabi dengan rumahnya (yang sekarang menjadi maqamnya). Tempat ini diyakini sebagai tempat dimana semua doa akan di-ijabah oleh Alalh SWT, karena Rasulullah sendiri pernah menyebutkannya. Selesai sholat, ribuan orang berdesakan melewati maqam Nabi. Mereka memberi salam kepada Nabi, bahkan ada yang menangis berlinangan air mata.

Begitu besar kecintaan umat Muslim kepada Nabinya, maka ketika Nabi yang dijunjung tinggi itu dihina, maka tidak dapat dibayangkan betapa sakit hatinya perasaan mereka. Tetapi membalas sakit hati itu dengan melakukan aksi teror hingga membunuh pihak yang menghina jelas tidak dapat dibenarkan, karena itu bukan ajaran Rasulullah SAW. Ingatlah ketika Rasulullah dilempar dengan batu oleh penduduk kota Thaif, atau disiram air comberan oleh seorang wanita Quraish, beliau tidak membalas penghinaan itu, beliau malah mendokan mereka. Ajaran Nabi Muhammad itu lemah lembut dan sangat penyayang. Radikalisme mempunyai akar permasalahan sendiri yang sangat kompleks namun tidak ada hubungannya dengan ajaran agama.

Kembali ke karikatur di koran Charlie Hebdo dan juga kartun serupa dan film-film yang pernah melecehkan Rasulullah. Saya tidak habis pikir, apa perlunya mereka itu menghina Rasulullah? Apa kesalahan Rasulullah kepada mereka sehingga dirinya dihina dalam bentuk kartun atau film? Apakah Rasulullah pernah menghina mereka? Apakah Rasulullah pernah melecehkan mereka? Apakah mereka sudah pernah membaca sejarah Nabi Muhammad secara utuh? Jika saja mereka pernah membaca sejarah Nabi, maka mereka mungkin akan menangis karena Rasulullah tidak seburuk yang mereka bayangkan. Andai Rasulullah masih hidup, tentu beliau akan memaafkan para kartunis itu.

Pos ini dipublikasikan di Agama. Tandai permalink.

15 Balasan ke Apa Perlunya Menghina Rasulullah?

  1. Muhammad Bakri berkata:

    Betul sekali pak. Kebebasan berekspresi itu menjadi kebablasan ekspresi. Charlie Hebdo hanya salah satunya saja yang mencoba memprovokasi umat Islam dengan menghina Junjungan Nabi Muhammad SAW. Sayangnya banyak saudara kita yang terprovokasi untuk bertindak gegabah. Bukankah lebih baik ditunjukkan dengan karya ya pak?

  2. chiemayindah berkata:

    Like this, Re. Kita mengutuk keras seluruh aksi terorisme. Tapi, mungkin pihak pers juga dapat membudayakan bebas yang bertanggung jawab….

  3. eibidifaiq berkata:

    keren pak, islam itu rahmatan lil alamin.

    eibidifaiq.wordpress.com

  4. amaq aziz berkata:

    ekpresi dan freedom of speech yg kebablasan tuh, om.memang gak habis pikir ama mereka yg ngagungin kebebasan berbicara. ya karena mereka berpikir setiap perkataan dan perbuatan gak bakal dimintai petanggung jawaban. emang dasar kafir mereka

  5. nengwie berkata:

    Semakin berat saja tugas kaum muslimin di belahan dunia eropa… untuk meyakinkan kalau agama Islam itu agama yang lembut.. Rahmatan lil alamin …😥

  6. dwikihimawan berkata:

    Gusti Allah Mboten Sare…😀

  7. yusrizal berkata:

    Kalimat terakhir ini sungguh ma’jleb ” Andai Rasulullah masih hidup, tentu beliau akan memaafkan para kartunis itu.”🙂

  8. Ping balik: Apa Perlunya Menghina Rasulullah? | Muslim Al Mu'min

  9. Ping balik: Apa Perlunya Menghina Rasulullah? | XII Science Al-Madaniyah Samuda

  10. alrisblog berkata:

    Semoga tidak menjalar perilaku bebas tanpa batas itu ke Indonesia.

  11. Mustain Ramli berkata:

    izin sharedi fb saya pak

  12. ulin indonesia berkata:

    mungkin mereka mulai lapar mas, makanya bertindak aneh” seperti itu…hehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s