Demam Batu Akik, Kapan Selesainya?

Dalam dua bulan terakhir masyarakat negeri kita dilanda demam batu akik (Bahasa Sunda: batu ali) di mana-mana. Pedagang cincin batu akik marema (laris manis) karena dagangannya dikerubungi dan dibeli orang. Pameran batu akik atau gemstone diserbu ribuan pengunjung. Dua minggu lalu ada pameran batu akik di halaman RRI Bandung. Karena lahan parkir sudah terpakai untuk lapak-lapak pameran, maka pengunjung yang jumlahnya ribuan memarkir kendaraannya di sepanjang Jalan Diponegoro. Macet, ya jelas, karena separuh badan jalan sudah tersita untuk parkir motor dan mobil. Saya harus susah payah melewati kemacetan di depan RRI Bandung setiap sore pulang ke rumah.

Eh, baru saja selesai di RRI Bandung, pameran serupa akan diadakan di mal Cicadas dan Trans Studio Mall. Wah, alamat saya akan bermacet ria lagi karena jalan di depan mal adalah jalur pulang saya ke rumah. Luar biasa, belum pernah ada pameran dagang yang berturut-turut diselenggarakan di berbagai tempat dan dipenuhi ribuan pengunjung.

Demam batu akik umum terjadi di berbagai belahan negeri di tanah air. Tidak hanya di ibukota propinsi, tetapi juga merambah sampai ke kota kecil dan ibukota kabupaten. Entah siapa yang memulai trend batu akik sehingga menjadi fenomena begini, padahal pedagang batu akik sudah ada sejak saya kecil puluhan tahun lalu. Pemandangan pedagang kaki lima yang berjualan cincin batu akik merupakan hal yang biasa kita temui di selasar pertokoan. Pembelinya tidak banyak, umumnya penggemar cincin yang kebanyakan para pria berusia di atas 30-an. Macam-macam tujuan orang membeli cincin berbatu akik, ada yang bertujuan untuk kelihatan gagah dan lebih percaya diri, tetapi ada pula yang membelinya untuk jimat atau kesaktian. Yah, nggak tahulah, manusia itu memang macam-macam sifatnya. Kalau untuk tujuan jimat sih berarti sudah termasuk perbuatan syirik, hati-hati lho.

Dulu biasa saja, tetapi sekarang bisnis batu akik menjadi fenomena. Entah siapa yang memulainya sehingga menjadi bisnis yang sangat ramai. Orang menyebutnya sebagai bisnis monyet (monkey bussiness). Kenapa disebut bisnis monyet, silakan baca tulisan di Jawa Pos ini. Saya kutip saja sebagain dari tulisan itu agar anda tidak penasaran:

Monkey business adalah sebuah permainan yang diawali satu atau beberapa pihak pemodal besar yang mendesain agar suatu komoditas bernilai tertentu. Perlahan namun pasti, komoditas tersebut bakal mempunyai nilai yang terus bertambah, kendati komoditas itu tidak memiliki manfaat yang jelas serta ilmiah. Kemudian, dengan suatu cara, para pemodal akan mendapat keuntungan karena telah menyusun skenario. Ketika barang itu mencapai puncak booming, mereka melepas stok yang disiapkan sejak lama. Setelah itu, karena terlalu banyak suplai di pasaran dan permintaan yang tidak sebanding, perlahan harga barang tersebut otomatis turun mengikuti mekanisme pasar mencari harga yang wajar.

Nah, ternyata demam batu akik itu hanya jebakan orang sesaat saja. Kalau sudah mencapai puncak booming dan over suplly, bisnis ini akan merosot kembali. Demam batu akik yang temporer ini mengingatkan kita pada fenomena trend tanaman anthuarium yang pernah ramai beberapa tahun lalu. Sekarang apakah terdengar lagi orang menggilai tanaman anthuarium? Sepertinya sudah berlalu, dan sekarang diganti dengan fenomena batu akik.

Tentu saja demam batu akik membawa berkah bagi pedagang batu akik yang selama ini tampak luput dari perhatian orang. Tidak hanya pedagang, bisnis penyertanya juga ikut menjamur, yaitu layanan asah batu akik di pinggir jalan. Pembeli cukup membawa batu akik yang masih mentah, nanti oleh tukang asah batu akik tadi digerinda dengan mesin dan dipoles sampai halus sehingga menkilap dan berkilau.

Tetapi, di sisi lain demam batu akik menimbulkan dampak yang tidak dapat dianggap remeh. Permintaan batu akik menggerakkan banyak orang untuk berburu batu akik hingga ke daerah pedalaman. Salah satu “korbannya” adalah situs cagar budaya yang terdapat di pinggir sungai. Seperti dilaporkan oleh koran lokal di Bandung, di kawasan Curug Dago Bandung terdapat situs cagar budaya yang menjadi petilasan Raja Chulalangkorn dari Thailand. Para pemburu batu akik mencongkel batu-batu yang ada di sekitar situs sejarah tersebut. Hal serupa juga melanda situs-situs peninggalan sejarah di tempat lain yang berada di bukit, gunung, sungai, dan lain-lain.

Saya berharap demam batu akik ini segera berlalu. Saya khawatir orang menjadi tidak produktif karena lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengamat-amati batu. Seorang bapak di warung kaki lima mengatakan tidak tertarik membeli batu akik. Bikin malas, jawabnya.

Pos ini dipublikasikan di Indonesiaku. Tandai permalink.

8 Balasan ke Demam Batu Akik, Kapan Selesainya?

  1. Muhamad Asep D berkata:

    Di ulang tahun kota Tangerang juga ada pameran batu akik. Entah ngikutin trend atau emang walikotanya juga suka. Hehehe

    Saya yg bukan penggemar batu akik aja kadang suka sama warna dan modelnya. Meskipun kurang paham tolak ukur akik yg bagus dan berkualitas itu kayak gimana plus nama namanya apa.😀

  2. hati-hati nih pak, batu akik juga bisa buat satu keluarga kena demam berdarah. batu akik yang direndam lama dan gak ditutup wadahnya, bisa jadi sarang jentik-jentik nyamuk😦

  3. adhyasahib berkata:

    memang lagi booming banget ya batu akik di indonesia,,dan saya dengar harganya juga sampai berjuta2 ada yg sampe ratusan,bener ya?

  4. @royandanroyan berkata:

    Sekarang kita kembali ke jaman batu (akik)… Hehehe

    Salam kenal sob ditunggu kunbalnya
    http://chevenk.wordpress.com

  5. Benni Aditya berkata:

    Jual bongkahan batu bacan asli dari ternate,barang udah tembus cahaya dan keras dan padat semua tidak rapuh,mudah di bentuk kalau di buat permata,dan udah daging semua tidak ada kapur, dan semua barang kami udah keristal semua dan tidak perlu di rawat lagi.Bongkahan batu bacan saya hasil tambang sendiri,kami menjual bacan doko super kristal dan palamea.Bongkahan batu bacan saya hasil dari tambang sendiri jangan heran kalau harganya murah mass

    Daftar harga sebagai berikut;
    BACAN DOKO DARI TERNATE (Maluku Utara)
    -Berat 1 Ons Rp 500 Ribu
    -Berat 5 Ons Rp 1 Juta 250 Ribu
    -Berat 1 Kg Rp 2 Juta 500 Ribu
    -Berat 2 Kg Rp 4 Juta 200 Ribu
    -Harga masih bisa nego dikit mass,setiap pembelian perkilo dapat bonus 1permata batu bacan.

    BACAN PALAMEA DARI HALMAHERA (Maluku Utara)
    -Berat 1 Ons Rp 500 Ribu
    -Berat 5 Ons Rp 1 Juta 200 Ribu
    -Berat 1 Kg Rp 2 Juta 200 Ribu
    -Berat 2 Kg Rp 4 Juta
    -Harga masih bisa nego dikit mass,setiap pembelian perkilo dapat bonus 1permata batu bacan.

    Melayani Pembelian Per Kilo Dan Per Ons Untuk Bongkahan
    Kita Juga Melayani Pembelian Luar Daerah Dan Luar Kota
    Bagi Pecinta Bacan Yang Minat Silahkan Langsung Hubungi
    Kartu XL;087842902216
    Kartu AS;082330690216
    Kartu IM3;085824196216
    PIN BB: 53DD0682

    #.stock terbatas
    Siapa cepat dia dapat
    Bagi yg merasa sudah minat dan ingin transaksi pembelian dengan kami,
    Adapun cara yg kami sediakan:COD bisa silahkan datang ke alamat saya di daerah Halmahera selatan
    Alamat:Jl.Rawabadak rt 004 rw 007,desa amasing kota utara kec.Bacan,halmahera selatan maluku utara,dan bagi peminat batu bacan di luar kota bisa kami kirim melalui jasa pengiriman seperti:JNE/TIKI/KANTOR POS Dan Melalui Muatan Udara,jika barang sudah kami kirim,kami berikan no.resi pengiriman barang yang anda pesan

  6. benny berkata:

    Jual bongkahan batu bacan asli dari ternate,barang udah tembus cahaya dan keras dan padat semua tidak ada yang luntur ,mudah di bentuk ,kami menjual bacan doko super kristal dan palamea

    Daftar harga sebagai berikut;

    -Berat 1 Ons Rp 500 Ribu
    -Berat 5 Ons Rp 1 Juta 250 Ribu
    -Berat 1 Kg Rp 2 Juta 500 Ribu,setiap pembelian perkilo dapat bonus 1permata batu bacan dan bongkahan batu bacan ukurang kecil

    Melayani Pembelian Per Kilo Dan Per Ons Untuk Bongkahan
    Kita Juga Melayani Pembelian Luar Daerah Dan Luar Kota
    Bagi Pecinta Bacan Yang Minat Silahkan Langsung Hubungi
    081998642827,pin bb 56C06F38,NO TIPU-TIPU,DAN KAMI BISA MEMBERIKAN BUKTI RESI SEBAGAI TANDA KEPERCAYAAN SELAMAT BEKERJASAMA.

  7. j daniel berkata:

    benny kl mau nipu jgn disini tptnya..kl di ternate dimn sy suplay lngsng dari ternate..org sy bs dtng lngsng kesana digrop2 fb pun bahasa sama kau tulis kl berani hbngi sy siap angkut bahan mu di ternate 083807380535..nie pin ane 52a8d4f6..kirim fotonya org sy cek brng lngsng bayar kl kau benar pny hrg segitu

  8. wahyu berkata:

    ASSALAMU A’LAIKUM … WR WB.
    YTH AGAN2/OM BOS YANG PUNYA GRUP IZIN SHARE ……..

    > Kami Siapkan BONGKAHAN BATU BACAN DOKO DAN PALAMEA ASLI TERNATE <
    kita menawarkan bongkahan batu bacan doko dan palamea
    Bahan kami langsung kami ambil dari tambang Pulau Bacan (100% Asli).
    Harga berfariasi dan insya allah harga lebih murah di bandingkan dengan yang lain.
    Masih Fresh dari tambang, tembus cahaya sdh pasti, warna semu hijau kebiruan
    DAGING LEBIH DOMINAN DARIPADA KAPUR Melayani pembelian Perkilo dan Perons.
    bahan bacan doko kwalitas super kristal
    bukan rekayasa foto brang sesuai dgn foto,
    Mohon teliti sebelum membeli,alamat dan KTP sebagai pegangan,hindari penipuan..!!
    jika terbukti bukan bahan bacan disertai bukti lab dan brang tdk cacat uang anda dikembalikan 100%
    melayani penjualan perONS dan perKILO.
    Bagi Pecinta Bacan Yang Minat Silahkan Langsung Hubungi
    INVITE BBM : 5733559F

    Ada Pun Cara Yang Kami Sediakan COD Di Daerah Ternate
    Dan Bagi Yang Minat Datang Langsung Ke Tempat Kami:
    ALAMAT : JLN RAYA LABUHA BABAN N0 17. RT 03 RW 02 kel/desa labuha kec BACAN.
    Provensi : Maluku Utara
    Barang Juga Bisa Kami Kirim Melalui Jasa Pengiriman Seperti:
    JNE/TIKI/KANTOR POS Dan Melalui Muatan Udara..
    *No tipu2. ane jual nyari rezeki halal.
    HATI-HATI Salah Org Nnti ke TIPU…!!

    TRMHKSH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s