Berkat Ada WhatsApp

Aplikasi instant messaging dengan WhatsApp (WA) yang dipasang pada smartphone ternyata sangat membantu sekali karena mobilitas dan kemangkusannya. Suatu malam anak saya menanyakan soal matematika yang susah melalui ponsel. Dia minta tolong cara penyelesaiannya bagaimana. Wah, saya lagi di luar kota saat itu, jauh lagi di luar pulau. Saya sedang berada di dalam kendaraan yang dikemudikan teman. Soal matematika itu difoto sama dia, lalu dikirim via WA ke ponsel saya.

Dengan cepat saya ambil kertas dan pena, sret…sret..sret.., tiga menit kemudian selesai jawabannya. Langsung saya foto jawaban tersebut dan mengirimkannya kepada anak saya via WA lagi sambil mendiskusikan jawabannya.

Screenshot_2015-03-19-21-19-19[1]

Hmmm…kalau mendiskusikan jawaban soal tersebut memakai SMS/MMS, kebayang betapa repotnya. Bisa juga sih chatting menggunakan media sosial seperti Facebook, tetapi kurang praktis karena harus login aplikasi terlebih dahulu, dan lebih lambat. Dengan WA semuanya menjadi cepat dan biayanya murah karena menggunakan paket data internet yang sama seperti email, browsing web, dan lain-lain.

Terima kasih kepada Jan Koum, penemu aplikasi WA, temuan Anda sangat berguna dan bermanfaat bagi orangtua yang suka jalan-jalan seperti saya ini, he..he.

Sisi baik WA untuk komunikasi bisa saja digunakan untuk tujuan yang salah. Nyontek ujian sekarang menjadi lebih canggih berkat WA. Bagaimana jadinya jika peserta ujian saling berkomunikasi jawaban soal (terutama soal berupa esai atau isian) melalui WA? Misalnya seorang peserta memfoto lembar jawabannya lalu mengirimkannya kepada temannya melalui WA. Untuk itulah maka selama ujian peserta dilarang menggunakan kalkulator dan gawai (gadget) seperti ponsel, karena bisa disalahgunakan untuk berbuat curang.

Teknologi dapat memiliki sisi positif, tetapi sebaliknya dapat pula mmiliki sisi negatif tergantung bagaimana menggunakannya.

Pos ini dipublikasikan di Gado-gado. Tandai permalink.

9 Balasan ke Berkat Ada WhatsApp

  1. eibidifaiq berkata:

    waaahh keren banget pak.. zenius.net buatan murid bapak ka sabda juga luar biasa hebatnya. berkat teknologi🙂

    eibidifaiq.wordpress.com

  2. Fardelyn Hacky berkata:

    wow…keren sekali. saya belum punya Whatsapp

  3. Mardiati Paham Hidayat berkata:

    Saya jg punya pengalaman yg sama, Pak. Waktu itu anak kami punya kesulitan dgn PR IPA-nya dan saya tidak bisa jelaskan dgn baik, sementara suami saya dinas di luar kota. Anak kami kemudian manfaatkan WA dgn kirim foto kpd Ayahnya materi pelajaran yg kurangdimengertinya. Selanjutnya penjelasan yg lebih rinci disampaikan melalui percakapan telepon. Alhamdulillaah anak kami bisa selesaikan PRnya dan saya jg “plong”.

  4. affajri berkata:

    Bahkan diskusi atau rapat aja sekarang lake WA🙂

  5. Bisakah WA untuk jualan ya?
    Thanks

  6. pak rinaldi, mohon maaf, ceritanya, saya mau berkirim email ke bapak. saya googling, dapet alamat email yang ini..
    rinaldi@informatika.org
    mau memastikan, apakah alamat tersebut masih sering bapak akses? atau ada alamat lain yang bisa menerima pesan elektronik dari saya? saya berharap, pesan yang saya tulis dapat terbaca oleh bapak..
    terimakasih, bapak..

  7. Bifta berkata:

    Memang bagus banget pak, kalo apa-apa memakai whatsapp.. Sekarang aj banyak grup-grup seperti Odoj menganakap whatsapp jadi lebih efektif..

  8. Ping balik: mikosirait

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s