Kupat Tahu, Sarapan Pagi Orang Sunda

Selain bubur ayam dan nasi kuning/nasi uduk, sarapan pagi orang Sunda adalah kupat tahu. Kupat tahu adalah makanan setengah berat, terdiri atas lontong/ketupat, tahu goreng yang dipotong-potong, sayur tauge, lalu disiram kuah bumbu kacang, dan di atasnya ditaburi kerupuk. Jika mau agak manis, dapat ditambahkan kecap, dan jika mau pedas bisa ditambah sambal. Sepintas bentuknya mirip gado-gado lontong atau ketoprak di Betawi.

Di Bandung entah berapa ratus banyaknya gerobak pedagang kupat tahu. Hampir sebagian besar penjual menamakan dagangannya “Kupat Tahu Khas Tasikamalaya” atau “Kupat Tahu Khas Singaparna”. Singaparna adalah kota kecil di Kabupaten Tasikmalaya, dikenal juga sebagai kota santri. Mungkin pedagang kupat tahu sebagian besar berasal dari daerah Tasik atau Singaparna itu, atau mungkin kupat tahu yang lezat asalnya dari daerah tersebut? Wallahualam.

Penambahan kata “tahu” setelah “kupat” menunjukkan bahwa orang Sunda tidak bisa dilepaskan dari penganan yang satu ini. Tahu yang digunakan haruslah tahu kuning yang agak lembek, dan digorengnya setengah matang. Cara penyajiannya adalah sebagai berikut: ketupat atau lontong dipotong-potong, lalu tahu yang masih sedang digoreng di atas wajan diambil dan dipotong-potong, kemudian diletakkan di atas ketupat. Sebagai topping ditambahkan sayur tauge, dan terakhir barulah disiram dengan kuah bumbu kacang yang sudah diulek dengan bumbu-bumbu.

Kupat tahu yang enak adalah kupat tahu yang bumbu kacangnya langsung diulek saat itu juga (dadakan) memakai batu cobek, bukan yang disiapkan di rumah lalu direbus di atas kompor supaya tidak cepat basi. Ada banyak pedagang kupat tahu yang memilih cara praktis seperti itu, mungkin mereka tidak mau repot mengulek bumbu di lapaknya, tinggal siram saja ke atas piring.

Di antara pedagang kupat tahu yang menyiapkan bumbu kacangnya secara dadakan adalah pedagang kupat tahu “Penasaran” khas Tasik yang saya temui di Jalan Purwakarta, kawasan Antapani. Pelanggannya termasuk ramai, hal itu menandakan kupat tahunya diminati karena enak.

Kupat Tahu Petis “Panasaran” di Antapani

Tahu dan bumbu-bumbu

Tahu dan bumbu-bumbu

Antri menunggu pesanan

Antri menunggu pesanan

Ciri khas kupat tahunya adalah ada tambahkan petis ketika bumbu kacang diulek di atas batu cobek. Petis adalah bumbu dapur mirip terasi, terbuat dari udang kecil-kecil. Petis tersebut didatangkan dari sentra industri rumahan di Cirebon.

Sepiring kupat tahu petis

Sepiring kupat tahu petis

Rasanya memang mantap, bumbunya nendang kata penggila kuliner, pedasnya pas. Rasa petis itu yang membuat kupat tahu ini beda dari yang biasa. Di gerobaknya saya melihat puluhan lontong berukuran besar yang dibungkus daun pisang. Untuk membuat kupat atau lontong, berasnya bukan beras jenis yang dimasak menjadi nasi, tetapi beras jenis IR 5 yang khusus untuk membuat kupat. Hampir semua pedagang kupat tahu tahu jenis beras khusus ini. Lontong yang dihasilkan dari beras jenis IR sangat lembut, putih, dan sempurna bentuk lontongnya.

Nah, sekali-kali jika anda ingin makan kupat tahu, haruslah datang pagi hari, dan carilah yang warungnya tertulis kupat tahu petis. Dijamin anda akan ketagihan. Mau?

Pos ini dipublikasikan di Makanan enak, Seputar Bandung. Tandai permalink.

3 Balasan ke Kupat Tahu, Sarapan Pagi Orang Sunda

  1. bunda najwa berkata:

    kalo g salah nih, di surabaya namanya tahu tek, jualnya malam hari,semakin malam semakin rame.
    Di sekitaran kosan unesa banyak yang jual pak,

  2. Wah, harus bisa datang lebih pagi ni, kmren pergi gak dapat. Makasih infonya pak.

  3. salam kenal berkata:

    tahu dengan ciri khas yangmenawan, selain enak rasanya juga nempel di lidah dengan rasa yang mengagumkan itulah ciri khas makanan tradisional indonesia

    LESTARIKAN KAWAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s