Mau Jadi Dokter kok Berbuat Curang?

Polisi di Malang baru-baru ini menangkap beberapa orang joki dan calon mahasiswa yang mengikuti Ujian Masuk Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiayah Malang. Modus jokinya sungguh canggih, yaitu menggunakan chip yang ditempel di gendang telinga.

Peserta ujian memotret soal dengan kamera ponsel yang disembunyikan di balik kotak pensil yang terbuat dari kain. Foto soal tersebut di kirim ke server di Yogyakarta. Seseorang di sana mengerjakan soal ujian, lalu jawabannya dikirim ke ponsel peserta ujian yang diselipkan di selangkangan. Dari ponsel tersebut ada kabel yang dihubungkan ke chip di gendiang telinga untuk mendengarkan jawaban dalam bentuk kode. Chip adalah rangkaian elektronik yang berukuran mikro yang memiliki memori untuk menyimpan data dan program.

Seperti dikutip dari sini:

Kecanggihan perangkat bisa dilihat dari cara curang peserta tersebut, yakni dengan mendengarkan jawaban dari joki. Mirip film James Bond atau Mission Impossible, calon mahasiswa diberi semacam chip yang dimasukkan ke gendang telinga.

“Sampai sekarang chip-nya masih di gendang telinga mereka, belum kami ambil,” ujar Wahyu.

Dia mengatakan, mereka sempat diperiksa dokter saat di UMM. Menurut dokter, chip tersebut tidak bisa diambil sembarangan. Chip harus ditarik dengan magnet.

Modus joki di UMM (Sumber: Kompas)

Modus joki di UMM (Sumber: Kompas)

Tidak tanggung-tanggung bayarannya. Setiap peserta harus membayar Rp 120 juta sampai 160 juta. Biaya itu harus dilunasi apabila peserta sudah dinyatakan lulus masuk Fakultas Kedokteran UMM. Dari tarif yang sangat mahal itu, pastilah dapat diduga calon mahasiswa yang menggunakan joki adalah anak orang kaya.

Membaca kasus perjokian yang canggih tersebut, saya hanya bisa mengurut dada. Kok ada ya orang yang mau melakukan tindakan yang gegabah dan beresiko. Gegabah karena mau-maunya orang dipasang chip di gendang telinga, apa tidak khawatir gendang telinganya rusak. Saya yakin, yang memasang chip di gendang telinga tersebut bukan sembarang orang, tetapi orang yang ahli, minimal seorang dokter THT.

Tindakan ini bersiko, sebab jika ketahuan maka pelakunya pasti ditangkap karena termasuk perbuatan kriminal. Jika pelakunya adalah mahasiswea ITB, maka hukuman DO sudah menanti sebab ini perbuatan yang mencoreng integritas institusi, selain tentu saja hukuman pidana di pengadilan (baca: Menjadi Joki = Menceburkan Diri ke Lubang DO).

Namun yang membuat saya lebih mengurut dada adalah perbuatan curang calon dokter yang mengikuti ujian ini. Profesi dokter adalah profesi yang menyangkut nyawa manusia. Apa jadinya jika dokter bukanlah orang yang tidak kompeten, yaitu orang yang secara akademis sebenarnya tidak sanggup. Mereka tidak layak menjadi dokter karena lulus masuk kedokteran (jika tidak ketahuan) bukan dari kemampuan otak sendiri, tetapi dari kemampuan otak orang lain (joki). Jangan-jangan kasus malpraktek yang sering terjadi di negeri ini berasal dari dokter-dokter yang tidak kompeten tersebut.

Tidak hanya itu, calon dokter yang telah mengorbankan uang yang tidak sedikit untuk masuk kedokteran (menggunakan joki) mungkin nanti setelah menjadi dokter akan berpikir bahwa dia sudah berkorban banyak mengeluarkan biaya, maka jangan harap ada rasa empatinya terhadap orang miskin yang tidak mampu membayar dokter. Dia mungkin berpikir harus “balik modal” dengan menetapkan tarif dokter yang mahal.

Tiada maaf buat joki, tiada maaf bagi calon mahasiswa yang memakai joki.

Pos ini dipublikasikan di Indonesiaku, Pendidikan. Tandai permalink.

4 Balasan ke Mau Jadi Dokter kok Berbuat Curang?

  1. Susie Ncuss berkata:

    astaghfirullah…
    parah banget ya Pak.
    gak terhormat banget deh yang make jasa joki =_=

  2. affajri berkata:

    Orang² yang senang jalan pintas tanpa mau berproses menjadi yang lebih baik. Tindakan yang memalukan…

  3. michael berkata:

    Sebegitu besar effortnya untuk masuk Fakultas Kedokteran ?? saya tidak habis pikir. Kalau belajar mati-matian yang benar saya rasa pasti masuk daripada bayar ratusan juta dan dipasangi chip di gendang telinga!

    I mean FK UMM gitu loh apa susahnya ??? kalau FKUI atau FK UGM mungkin kalau nggak pinter banget nggak bakal masuk sekeras apapun belajarnya….

    Kalau memang gak masuk kedokteran ya udah gpp, gak mati kok… banyak jurusan lain yang juga prospektif…

    Ini pasti orangtuanya yang ngotot pgn anaknya masuk FK, ortunya yang harus dipenjara dan dipecat dari pekerjaannya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s