Konflik Timur Tengah Laksana Spagheti

Timur Tengah adalah kawasan tempat diutusnya para nabi agama-agama samawi (Islam, Kristen, Yahudi). Seharusnya kawasan ini adalah kawasan yang damai dan diberkahi karena Tuhan menurunkan wahyu-Nya di sini. Namun nyatanya, dari dulu hingga sekarang Timur Tengah adalah kawasan yang penuh konflik berdarah. Konflik semakin rumit bak benang kusut karena melibatkan negara besar seperti Amerika, Rusia, Inggris, dan lain-lain. Negara-negara tersebut memiliki kepentingan utama di Timur Tengah, karena Timur Tengah adalah daerah yang kaya minyak. Oleh karena itu, mereka berlomba menanamkan pengaruh di sana sehingga negara-negara di Timur Tengah akans elalu bergantung kepada mereka, baik secara militer, ekonomi, dan teknologi.

Kusutnya konflik di Timur Tengah (Sumber: https://twitter.com/arissetyawan/status/487122086322659328)

Kusutnya konflik di Timur Tengah seperti spagheti (Sumber: https://twitter.com/arissetyawan/status/487122086322659328)

Konflik yang abadi adalah konflik antara Israel dan Palestina. Israel didukung oleh Amerika dan Inggris, bahkan bagi Amerika Serikat negara Israel adalah anak emas yang selalu dibela dan dilindungi. Negara Israel dulunya tidak ada, tetapi Amerika dan Inggris membuat negara itu di tanah Palestina. Israel senagaja ditanam di Timur Tengah untuk membuat ketidaksatabilan di kawasan itu. Bagi pihak Amerika, jika negara-negara Arab bersatu, maka ini adalah malapetaka sebab jika negara-negara Arab bersatu maka mereka bisa memainkan politik embargo minyak, sesuatu yang ditakuti negara-negara industri yang bergantung pada minyak. Amerika tahu bahwa negara-negara Arab itu memusuhi Israel (karena menduduki tanah Palestina), maka dengan menghadirkan Israel di sana, maka negara-negara Arab itu merasa terancam. Untuk melindungi diri mereka dari serangan Israel (dan juga Iran), negara-negara Arab itu mau tidak mau meminta negara adikuasa (Amerika dan Rusia) untuk melindungi mereka. Negara-negara Arab menjadi tergantung persenjataan militernya dari negara adikuasa. Sebagai imbalannya, negara-negara Arab berbaik hati menyediakan wilayahnya menjadi pangkalan militer negara adikuasa (khususnya Amerika).

Konflik lainnya adalah konfik antara faksi Hamas dan faksi Fatah di Palestina. Ini adalah pertikaian antara dua saudara kandung yang selalu dijaga agar tetap tidak akur. Dengan membuat mereka selalu berkonflik untuk merebut kekuasaan, maka negara Palestina tidak akan pernah terwujud. Bagi Israel, bersatunya Hamas dan Fatah adalah mimpi buruk buat mereka, sebab kekuatan perlawanan terhadap Israel menjadi semakin solid.

Selain dengan Palestina, Israel juga harus menghadapi perlawanan kelompok Hezbollah di Libanon. Kelompok Hezbollah adalah kelompok syiah yang didukung Iran. Tentara-tentara Hezbolah sangat ditakuti Israel karena terkenal dengan militansinya. Israel tidak hanya berhadapan dengan Hezbollah, tetapi juga dengan Iran. Di kawasan Timur Tengah hanya ada dua negara yang kuat secara militer, yaitu Iran dan Israel. Keduanya sellau bermusushan dan saling mengancam.

Konflik berikutnya adalah konflik antara kelompok sunni dan syiah. Pada mulanya konflik ini bermula di Irak, namun merembet hingga ke Suriah hingga timbulnya kelompok militan baru yang kejam bernama ISIS. Konflik pun melebar menjadi urusan negara, karena kelompok syiah didukung oleh Iran. Bagi Arab Saudi dan negera-negara yang bermazhab Sunni, Iran adalah ancaman selain Israel. Paham syiah yang semakin lama semakin kuat (misalnya di Libanon dan Yaman) adalah ancaman terhadap negara-negara penganut sunni. Maka, jika sekarang Arab Saudi dan koalisinya menggempur kelompok Houthi di Yaman, maka sebenarnya perang yang terjadi adalah antara syiah dan sunni, atau antara Iran (di balik layar) dengan negara-negara Arab Saudi.

Fenomena Arab Spring yang bermula di Tunisia lalu merembet ke Mesir, Libya, Suriah, dan negara-negara Arab lainnya ternyata layu sebelum berkembang. Arab Spring yang berawal dari people power di negaranya tidak membuat negara-negara barat happy. Arab Spring mengancam hegemoni raja-raja dan para emir yang selama ini sudah lama berkuasa di negara-negara Arab. Para raja dan emir yang selalu bergantung kepada negara barat sudah berada pada comfort zone. Jika Arab Spring berkembang sehingga menggulingkan kekuasaan penguasa Arab yang otoriter dan korup itu, maka Amerika dan sekutunya merasa terancam keberadaannya di Timur Tengah. Para pendukung Arab Spring sudah lama jengah dengan penguasa negaranya yang selalu tunduk kepada Amerika dan sekutunya. Oleh karena itu, bagi negara barat, fenomena Arab Spring harus “dihentikan” dengan membuat negara-negara yang menikmati Arab Spring tetap dilanda konflik perang saudara (contohnya Mesir yang tetap tidak stabil hingga saat ini).

Yah, begitulah saya memotret konflik di kawasan Timur Tengah yang rumit itu. Yang terjadi di sana tidak lagi perang agama, tetapi perang atas nama kekuasaan. Rakyat di negara-negara di kawasan itu menjadi korban pertikaian yang tidak berkesudahan. Sementara kita yang berada di Indonesia hanya bisa menonton dari jauh, tidak bisa berbuat apa-apa. Kita, khususnya ummat Islam di Indonesia, tetap memasang mata dan telinga memantau suasana di Timur Tengah. Rasa empati pada negara-negara Arab di sana adalah wajar, bagaimanapun tanah suci ada di kawasan itu, ke sanalah ummat Islam Indonesia pergi ziarah, umroh dan hajji. Jika kawasan itu selalu dilanda konflik, maka ziarah ke tanah suci bisa terhalang.

Pos ini dipublikasikan di Dunia oh Dunia. Tandai permalink.

8 Balasan ke Konflik Timur Tengah Laksana Spagheti

  1. Joko berkata:

    Tapi apapun konfliknya, ada satu hal yg tetap yach, kambing hitamnya kalo ngga si dajjal Amerika yach si Yahudi Israel. Mau urusan kaum sekuler Mesir vs Ikhwanul Muslimin atau Fatah vs Hammas, yah tinggal nyalahin itu si kambing hitam berdua, yg laen ngga salah apa2x kok cuman di-peralat aja ama si duo dajjal itu !! Hi..hi enak yah, gw juga mau jadi pengamat timur tengah kalo se-simple itu analysisnya

  2. dianramadhani berkata:

    punten pak joko, artikel ditulis dengan bahasa/kata kata yang netral dan sopan, tetapi kenapa komentar bapak sungguh tidak enak dibaca.. jika memang menurut bapak isinya keliru, monggo di luruskan dengan bahasa yang netral dan sopan pula, analisi dijawab dengan analisis, saya rasa begitu lebih fair dari pada sekedar komentar sinis..

    • dianramadhani berkata:

      koreksi : typo –> analisi (analisis).

    • Chris berkata:

      negara arab meminta bantuan negara adidaya untuk melindungi diri dari israel? bukannya ancaman itu dari kelompok terror(Alqaeda, sekarang ditambah ISIS) dan sesama negara arab sendiri (arab cold war, dan sekarang konflik sunni-syiah)?

      • yakhont berkata:

        arab saudi n amerika itu sekutu abadi sperti israel n amerika. knapa? krn amerika bisa hidup sampai skrg krn kecerdasanx org yahudi n sumber energi yg besar org arab. dlm sejarahx amerika pernah diembargo minyak oleh arab saudi pd waktu perang arab israel. yg mana amerika dukung israel n arab dukung mesir. 10 thn amerika krisis ekonomi krn industrix mati tanpa minyak akhirx kluar dri krisis tsb setlah berhasil membunuh raja arab dgn konspirasi tingkat tinggi. ketika itu pangeran arab yg belajar diamrik pulang kearab n membunuh raja. setlah kmatian raja faisal mk amrik berusaha merangkul kembali arab saudi menjdi sekutu utamax selain israel ditimur tengah.

  3. taufiqramadhan berkata:

    terimakasih artikelnya, bagus dan to the point broh. ane jadi pengen tau lebih banyak lagi ^ ^

  4. cahyani berkata:

    Assalamualaikum, pak..Adakah cara kita menolong rakyat yg menjadi korban atas konflik ditimur tengah?

  5. Benar jika kita yang di Indonesia memang tidak bisa berbuat apa apa, tetapi kita bisa peduli untuk membantu meringankan beban penderitaan manusia warga anak–anak wanita “yang terkena dampak peperangan” #ACTforHumanity

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s