Terima Kasih, Rakyat Aceh!

Terimakasih kepada rakyat Aceh yg telah menolong, menyelamatkan, menampung, da memberi makan pengungsi Rohingnya yang malang. Sementara negara masih berpegang pada aturan kaku tentang pengungsi, orang-orang Aceh telah berbuat lebih jauh dengan menyelamatkan mereka yang telah terapung-apung selama berbulan-bulan di laut.

Pengungsi Rohingya asal Myanmar saat terombang-ambing di dekat Pulau Andaman, 14 Mei 2015 (Sumber foto: http://www.rappler.com/world/regions/asia-pacific/indonesia/93355-nelayan-aceh-dan-penyelamatan-pengungsi-bangladesh-myanmar?cp_rap_source=yml#cxrecs_s)

Pengungsi Rohingya asal Myanmar saat terombang-ambing di dekat Pulau Andaman, 14 Mei 2015 (Sumber foto: http://www.rappler.com/world/regions/asia-pacific/indonesia/93355-nelayan-aceh-dan-penyelamatan-pengungsi-bangladesh-myanmar?cp_rap_source=yml#cxrecs_s)

Orang Aceh yang sering dituding melanggar HAM karena menerapkan syariat Islam, justru merekalah yang pertama menegakkan HAM dengan menolong orang-orang yang teraniaya itu. Nelayan-nelayan Aceh telah menyelamatkan ratusan pengungsi Rohingya yang terombang-ambing di laut, mereka masakkan makanan di atas kapal untuk para pengungsi yang kelaparan itu, lalu selanjutnya perahu pengungsi ditarik oleh nelayan ke daratan.

Seperti dikutip dari sini:

Saat mereka ditemukan, para pengungsi hanya memakai celana pendek dan kaos singlet. “Kebanyakan dari mereka tidak pakai baju, dan tubuhnya lemas,” kata Marzuki.

Setelah menarik para pengungsi, nelayan mengeluarkan stok air minum dan bahan makanan. Gula dan kue langsung disantap habis oleh para pengungsi yang kelaparan.

Karena tak cukup, para nelayan memutuskan untuk mengeluarkan stok beras dan memasak untuk para pengungsi.

“Butuh waktu sekitar 20-30 menit untuk memasak,” katanya. “Makannya pun di tangan, karena persediaan piring tak cukup.”

Mereka lalu dibawa ke Teluk Langsa dan ditangani kepolisian setempat serta pemerintah daerah.

Cerita mengenai kebaikan nelayan Aceh bagi pengungsi tak hanya sebatas menyelamatkan. Pada gelombang pengungsi sebelumnya, warga Aceh membantu dengan memberikan makanan ke tempat penampungan.

Bahkan ada beberapa warga Aceh yang ingin mengadopsi anak-anak pengungsi.

“Saya benar-benar tulus ingin merawat anak Rohingya. Apalagi mereka adalah warga Muslim. Sesama Muslim, kita harus saling membantu. Apalagi dulu saat konflik Aceh, kita juga pernah merasakan bagaimana penderitaan akibat perang,” kata Ilyas, warga Aceh.

Orang-orang Rohignya adalah etnis yang paling teraniaya di muka bumi karena mengalami diskriminasi akibat dua hal yang disandangnya: etnis dan agama. Mereka dianggap bukan orang Myanmar meskipun nenek moyang mereka sudah ratusan tahun hidup di sana oleh orang Rohingya. Agama mereka juga berbeda dengan agama mayoritas orang Myanmar, yaitu Budha. Oleh Pemerintah Myanmar mereka tidak diakui sebagai warganegara, sedangkan oleh rakyat Myanmar sendiri -dengan disponsori para Bhiksu Budha yang radikal- mereka dimusuhi, diburu, dan dibunuh dengan keji.

Karena tidak tahan dengan perlakuan buruk di negaranya, ratusan ribu orang Rohingya melarikan diri dengan perahu-perahu kayu sederhana. Mereka berbulan-bulan di laut lepas tanpa boleh mendekati daratan. Setiap mendekati daratan suatu negara, perahu mereka ditarik kembali ke laut oleh aparat keamanan negara setempat.

Tapi tidak bagi orang-orang Aceh. Ketika negara-negara di ASEAN menolak pantainya dibanjiri pengungsi yang dibuang di negara asalnya, dan ketika TNI mengembalikan mereka kembali ke laut lepas, sebaliknya nelayan-nelayan Aceh yang hidup sederhana itu justru menerima mereka dengan tangan terbuka.

Adat orang Aceh adalah memuliakan tamu yang datang, kata seorang nelayan Aceh.

Jika kita terlambat datang menolong, mereka semua akan mati, kata nelayan yang lain lagi.

Jadi, bagaimana kita harus berkata kepada rakyat Aceh selain kata terimakasih.

~~~~~~~~~~~~

Baca juga:
1. Menyelamatkan Rohingya: Mengingat kebaikan orang Aceh

2. Ditolak TNI AL, pengungsi Rohingya ditolong nelayan Aceh

3. 672 pengungsi Bangladesh dan Rohingya kembali ditemukan nelayan Aceh

Pos ini dipublikasikan di Indonesiaku. Tandai permalink.

7 Balasan ke Terima Kasih, Rakyat Aceh!

  1. qolbun hadi berkata:

    terima kasih ACEH.. darimu kini aku belajar keikhlasan membantu sesama

  2. Jas koko berkata:

    subhanallah.. sangat baik mereka.. semoga Allah membalas segala kebaikan mereka..

  3. Iwan Yuliyanto berkata:

    Terimakasih, rakyat Aceh.

    Ditengah-tengah kebaikan rakyat Aceh, masih saja ada media (cenderung sekuler) yang mem-fitnah dengan mengatakan seolah-olah hubungan antar agama (Islam – Buddha) di sana tidak kondusif.
    Ini klarifikasi jurnalis yang tingga di sana.
    “Solidaritas Rakyat Aceh Menolong Pengungsi Rohingya Tanpa Bantuan Pusat” by @NourmanH http://chirpstory.com/li/267409

  4. riniaprianty berkata:

    Benar.. Adat orang Aceh adalah memuliakan tamu yang datang.
    Dan Saya…. bangga menjadi rakyat Aceh..

  5. Grosir Fitnes berkata:

    ya gan,, terimakasih jika dan bukan hanya rakyat aceh namun tugas kita semua untuk memuliakan manusia lain

  6. irfankawasakitea berkata:

    Assalamu’alaikum kang’ maaf boleh ikut kenal silaturahmi tapi saya masih baru gaptek

  7. Citra Indah berkata:

    kita semua memang harus memuliakan manusia , saling menghargai dan menghormati🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s