Perilaku LGBT Sudah Mewabah pada Anak-anak Muda Indonesia

Ini masih seputar berita pernikahan sesama jenis yang sedang hangat di dunia. Membaca postingan Ummi Yana di Facebook tentang grup gay di Jombang, membuat saya bergidik. Ngerii… naudzubillah min zalik, ternyata kehidupan gay dan lesbian sudah mewabah pada generasi muda di negara kita. Sudah mulai menular sejak anak-anak SMP/SMA. Ini baru di Jombang lho, sebuah kabupaten kecil di Jatim. Bagaimana dengan kota/kabupaten lain di Indonesia?

Fenomena LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, dan Trasgender) di Indonesia ini bagaikan gunung es, yang terlihat baru puncaknya saja, tetapi yang belum terungkap justru lebih besar dan mengerikan. Mungkin yang akan kita temukan di Internet lebih dari cerita Ummi Yana tersebut.

Sebelum media sosial dan jejaring sosial ada, perilaku LGBT anak-anak muda ini mungkin sudah lama ada, tapi saya yakin tidak sebanyak sekarang. Sekarang saja menjadi lebih ramai karena peran media tersebut. Namun, media sosial pula yang ikut menyebarkan wabah LGBT ini. Mereka eksis di media sosial karena di dunia nyata mereka merasa dikekang, tidak leluasa berpacaran, tidak dapat berkomitmen secara formal, dan posesif terhadap pasangan.

Analisis saya, mungkin perilaku gay/lesbian itu subur karena kalau melakukan hubungan intim dengan sesama jenis tidak beresiko hamil. Beda kalau pacaran lain jenis sampai hubungan intim, bisa berabe. Anak-anak muda itu lagi tinggi-tingginya dorongan syahwatnya, maka penyalurannya adalah sesama jenis supaya tidak hamil.

Aduh, semakin berat saja mendidik anak pada zaman sekarang. Harus sejak dini pendidikan agama ditanamkan kepada anak. Tidak cukup itu saja, orangtua harus selalu mengawasi dan memantau pergaulan anaknya. Anak kita mungkin manis di depan kita, tidak tahunya mereka sudah terperosok ke perbuatan dosa besar. Mari kita jaga pergaulan anak-anak kita dari virus LGBT yang mengerikan ini.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sumber: Celotehan Ummi Yana

Sebenarnya, aku udh azzam pada diri sendiri ga mau ngomongin soal LGBT dulu selama ramadhan..

Fokus ibadah.. Dan aksi #RombongSedekah

Tapi keisenganku bberapa waktu lalu untuk masuk ke ‘Grup Gay Jombang’ Facebook, berbuah mual, muntah, dan keringat dingin..

Dan aku harus membaginya..

Seenggaknya, biar anda-anda para ibu, ayah, orangtua, yg merasa, perkembangan LGBT ini bukan sesuatu yg patut ditakutkan, sedikit bs lebih melek! ..

Buuuu..
Pakkkk..

Peluk erat anak-anak kita..
Dekati..
Fahami..
Doakan..

**

Grup ini, hanya 1 dari puluhan Grup para gay yg eksis di FB.
Itu baru yg keyword “gay jombang” ,
blum lg grup LGBT dengan nama-nama sandi,
seperti Pelangi, Rainbow, Warna-warni, dll..
Dan..
Itu baru di Jombang..
Baru di Jombang.. Sebuah kabupaten kecil !

*

Jangan dikira lolos ke grup tertutup ini mudah..
Butuh bbrpa hari..
Aku harus membuat account dgn nama alay, dan foto cowok alay yg lg selfie.. Agar meyakinkan sbg seorang Gay..
#ingat ya, cowok klo suka selfie dgn pose alay itu termasuk kategori terlalu gay
tongue emotikon

Aku jg melampirkan nomer telpon yg aktif, agar dipercaya..

**

Butuh sepekan lebih baru aku diijinkan masuk.
Dan setelah masuk..
Aku seperti berada di neraka..
frown emotikon

Foto-foto kelamin pria beredar dimana-mana..
Sebagian mereka masih remaja.. Bahkan ada yg masih SMP.
Cari pasangan untuk seks bebas dan bersenang-senang, Jauh lebih mudah dari menjual makanan di Grup Kuliner Jombang.

Tinggal tulis usia, peran, dan ketertarikan seksual (cari yg tua, muda, putih, sawo matang, dll),
dan tinggalkan nomor telpon, WA, BBM..

Semua tawaran dan ajakan maksiat akan muncul di komentar..
Gayung bersambut..

**

” Tantangan untuk menyembuhkan anak-anak kita yg punya kecenderungan LGBT akan semakin berat jika mereka sudah memasuki fase telah berhubungan badan.. Mereka akan terjebak kenikmatan yg mengandung candu ”

Kurang lebih begitu kak Egi, penulis buku @anakku bertanya tentag LGBT menyebut bahayanya fase ini.
Dan para member di grup ini, sudah jelas masuk dlm fase ini.

*

Tak segan2 jika ada yg dikecewakan, member meng-upload sebuah foto cowok, sambil berkomentar :
” Ada yg pernah ML dgn ini gag? “.
Dan puluhan komen muncul.

Bukti, bahwa Tak hanya seks bebas,
prostitusi gay,
tukar pasangan

Jd hal yg umum banget di grup ini..

*

Ahhh, sudahlah..
Tulisan ini cuma pengen buat ente2 yg suka ngenyek aku, bangun!
Aku ga lebay..
Ini beneran terjadi.. Dekatttt dengan kita..
Ga usah ikut2an iseng kaya aku, bikin account palsu..
Nanti muntah..

**

Tulisan selanjutnya baru kita bahas lagi “harus apa” dan “gimana” yaaa

Salam,
Yana Nurliana

Menulis bukan nakut-nakutin,
Tapi membuka mata biar melek

Pos ini dipublikasikan di Agama, Indonesiaku, Pendidikan. Tandai permalink.

19 Balasan ke Perilaku LGBT Sudah Mewabah pada Anak-anak Muda Indonesia

  1. Memang sudah mewabah, Pak. Saya pun punya kenalan yang terang2an mempunyai pacar seorang pacar sesama jenis. naudzubillah min zalik

  2. abiaimar berkata:

    Subhanallah semoga orang tua lebih care dengan anak anaknya sehingga tidak terjerumus dalam kemaksiatan.

  3. rahmabalcı berkata:

    baru tadi saya liat posting teman saya:salah satu artis:aming: ikut parade pride rainbow itu di amrik..lengkap dgn kostum menjijikannya,fotonya beredar di instagram temannya, wowlohualan..-.-

  4. Alan Turing berkata:

    Islam use to be the religion full of compassion to all human beings, but lately this sense of compassion and care that Islam prioritizes above all else seems absent. Most Islam politicians have called gays a “disease to our community” whilst certain countries are even considering stoning or death as punishment for homosexual activity. But surely, Prophet Muhammad (peace be upon him), who showed compassion for the Qurayza Jews in Medina even when they had continuously betrayed him in battle, would disagree to our unfiltered boiling hate towards the LGBTs in Moslem world nowadays.

    Islam used to have quite few prominent public figures that is known as gay, even one of a caliph himself is openly gay (Caliph Al-Amin, the son of Harun al-Rashid). In-fact Ottoman Empire is the first powerful nations in the world (at that time) that decriminalizing homosexuality back in 1858 !! (almost 100 years before United Kingdom or United States do the same). This compassion that bring Islam to the height of its glory back in early medieval times slowly disappeared due to the narrow-mindedness of some of its professed believers which sadly become more widespread in all segmens of moslem communities

    • everett berkata:

      Nobody was born as a gay.. for me this is such an illness made by society.. so far, in this country, their activities are related to sex or criminality. So cruel boy…

      • Alan Turing berkata:

        Btw just for the record, homosexuality is not a mental illness, You can take a look at Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) used as the reference by Mental Health Practitioner, and nowhere does it mentioned there that Homosexuality is a mental illnesses. Please use the fact next time you want to state something.
        And the activity of those that claim to be LGBT is not only sex and criminality much the same like heterosexual people, there are many LGBT people that have achievement even in Indonesia, such as Dorce as entertainer, J*** ***R as famous film director, Dede Oetomo one of renowned linguist from University of Airlangga, I***a L**e famous female Athlete, J** A** one of the minister in Soeharto era, and many other public figure in Indonesia. Off-course almost none of them coming out explicitly since they will become the target of vicious verbal attack by the haters like yourself (that’s why I hide their identity so you wouldn’t have the luxury to troll their twitter or maybe facebook account). Maybe you’re thinking of Ryan Jombang as example of homosexual criminal, For every 1 Ryan Jombang there will be maybe 10, 20, or 30 or even more killer which happen to be heterosexual so should we hate heterosexual individual because of them ???

  5. Hamba Allah berkata:

    Kalau kita bisa rasional dan bisa menyimak dgn baik2xi isi blog dan celotehan Ummi Yana di atas, kata2xnya penuh dengan kebencian yg teramat sangat, misalkan kata2x berikut : mual, muntah, neraka, naudzubillah min zalik, mengerikan, virus seakan2x kaum LGBT adalah sebangsa kaum hina seperti penderita lepra yang harus dimusnahkan dari muka bumi.

    Mungkin kalau ada ilmuwan yg menemukan senjata biologis yang bisa membunuh kaum gay dari muka bumi, kalian2x adalah yg pertama2x mengusulkannya yach🙂
    Terus terang yg mengerikan itu kalian, Ini bukan semata2x soal setuju atau tidak setuju dengan issue pernikahan sesama jenis, saya masih bisa memahami ketidaksetujuan kalian itu dgn alasan2x yg rasional yg kalian punyai, tapi mustikah ketidak setujuan itu dibarengi dengan kebencian yg teramat sangat dan kata2x yg tidak pantas ?

    Kalian dgn entengnya bisa mengucapkan kata2x yg penuh kebencian itu, tapi bagaimana kalau Allah menguji kalian dgn membuat anak2x kalian, saudara kalian seperti itu ?? (Saya tidak mendoakan yach, moga2x ini tidak terjadi terhadap kalian). Masih bisakah kalian mengata2xi anak2x/saudara2x sendiri dengan kata2x laknat, masuk neraka, jijik dsb ??

    • avicenna berkata:

      Kata-kata lu “Kalian dgn entengnya bisa mengucapkan kata2x yg penuh kebencian itu, tapi bagaimana kalau Allah menguji kalian dgn membuat anak2x kalian, saudara kalian seperti itu ?? “, 》》》pemikiran dangkal, itu perilaku setan, bukan Allah yang nguji… Kalo deket ma Allah, Allah akan dekat sama lu pada,, setan bakal jauh cuyyy…

      • Hamba Allah berkata:

        As I predict, ‘Haters will always be haters’🙂, I pity you since you stuck in your poisonous mental prison of hatred

    • Suta berkata:

      saya rasa tidak salah menempatkan diri kita dalam posisi tidak menyukai sesuatu yang sifatnya tidak baik, jadi membenci sesuatu yang gak baik itu benar dan diperbolehkan, atau mungkin anda juga seorang gay? Kok sepertinya kesal banget grup nya diekspos?

    • Suta berkata:

      Hamba Allah lu gak perlu pake nama fake lah kawan, apalagi bawa2 nama Allah, kalo emang lu senang maksiat silakan lu nikmatin sendiri tanpa perlu mengintimidasi org yang gak suka dengan hobi lu

      • Hamba Allah berkata:

        Allah itu bukan barang yg dengan seenak perutnya bisa di-aku2x oleh perseorangan, mentang2x anda merasa mahluk yg paling mulia dan suci jadi hanya orang2x tipikal seperti anda yg boleh ber-Tuhan ?? Saya dengan sengala keterbatasan yang dipunyai juga tetap berdoa kepada-Nya, no matter what other people like to think.
        Name Fake ?? Look who’s talking LOL, ketika saya meng-klik profile anda malah di-redirect ke website profile seseorang (Susan Taber Avila) yg saya yakin 100% bukan profile anda, paling tidak saya tidak mencuri dan mengaku2x profile orang lain seperti anda.
        Btw orientasi seksual bukan hobi yg bisa sewaktu2x bisa dgn entengnya di-stop begitu saja, orientasi seksual adalah bagian dari jati diri yg innate, coba saya tanya, the fact bahwa anda adalah heteroseksual juga merupakan hobi anda yah ?? Please think🙂

      • ManusiaYangLemah berkata:

        Suta, apa bedanya Anda dengan Homo yang di dalamya ada gay dan lesbian di dunia ini, sama sama ciptaan Allah SWT, sapa bilang menjadi gay itu sungguh nikmat? belajarlah menjadi orang yang penuh kasih dan sayang atas sesama, Allah SWT saja yang lebih agung dan suci atas segala galanya termasuk diri saya dan Anda tidak melakukan hal tersebut pada makhluk ciptaanNya, terbukti di dunia ini ada gay yang Ia ciptakan tentunya ada maksud mereka di ciptakan dan saya katakan mereka itu juga manusia ndak ada bedanya dengan Anda dan daripada Anda menyudutkan atau mencibir gay atau sejenisnya ada baiknya Anda tanya siapa diri Anda apa tujuan Anda diciptakan di dunia ini, jangan hanya melihat inti kehidupan dari sisi vertikalitas saja namun juga horisontal, jika Anda hanya ingin melihat sisi vertikalitas saja ada baiknya Anda berpikir dan meminta ulang diciptakan kembali jika bisa di planet yang tidak ada penghuni hanya Anda saja, manusia begitu banyak diciptakan dengan begitu banyak pilihan lingkungan salah satunya agar Anda bisa menghargai dan mengais amal kebaikan antar sesama termasuk bagaimana anda menilai dan menghargai homo, tidak sulit sebenarnya berbuat baik dan beramal dengan menasehati itu sudah benar yang anda lakukan namun posisi anda dalam bertutur ada baiknya dibenahi dan perlu belajar kembali, bukan amal yang anda dapat namun dosa yang mungkin bisa Anda dapat biar Allah SWT yang menilai diri Anda saya tidak berhak atas hal tersebut, disini saya sebagai muslim hanya menasehati dan sedikit memperingatkan Anda akan diri Anda sendiri—-Hati manusia demi Allah hanya Allah yang bisa menilai, bahkan malaikat yang menjaga kita saja tidak akan bisa membaca hati kita—-Ibadah yang sesungguhnya bukan hanya yang tercantum di rukun islam saja, itu adalah ibadah kecil dalam batas umur kita yang singkat—-carilah siapa diri Anda sebenarnya dan ibadah yang Anda lakukan apa benar sudah cukup dan berlimpah untuk hari kebangkitan kelak?—-Saya Homo dan Saya Muslim dan Saya tahu diri Saya dan Saya tidak berhak untuk menilai Anda karena Hanya Anda yang bisa menilai diri Anda dan Hanya Allah pulalah yang bisa menilai dan memberikan tempat nanti untuk Anda

  6. ManusiaYangLemah berkata:

    Allah SWT memberikan RahmanNya pada semua makhluk termasuk semua manusia ciptaanNya di muka bumi tidak terkcuali orang/manusia yang yang bukan muslim atau beragama non Islam termasuk kaum gay ataupun kaum sesama dan tahukan Anda sekalian jika manusia itu sebelum diciptakan atau terbesit tercipta dari tanah sudah tercipta Dzatnya jauh sebelum itu dan apakah Anda sekalian tahu jika Dzat yang ada pada Anda-Anda sekalian ada Dzat Allah bagian dari milik Allah dan apakah Anda sekalian tahu jika Allah Maha Suci dan tentunya Allah Maha Tahu dari segala manusia dan mahkluknya yang ada di muka bumi. Saya sendiri Alhamdulillah seorang muslim yang taat dan keluarga yang yang sangat religius, dari kecil ilmu agama sudah tertanam di diri saya atas didikan dan ilmu yang diberikan oleh keluarga saya, namun jujur kenyataannya saya adalah seorang gay, ya saya seorang gay dan jika anda bertanya kenapa? dan sejak kapan? jawabannya jujur saya tidak tahu. Jika Anda bertanya apakah saya tidak berusaha bertobat dalam artian tobatan Nasuhan, saya sudah mencoba dan sampe detik ini melakukan hal itu, bahkan hingga tidak kuatnya saya, saya hingga terbuka pada Ibu saya sendiri jika saya gay. saya tidak akan membalas komentar Anda tentah kaum/anak/orang gay hingga Anda melihatnya ingin muntah dan begitu jijiknya. mungkin hak Anda mempunyai perasaan hal tersebut namun sangat disayangkan opini Anda yang berlebihan hanya tercipta atas penglihatan Anda semata tanpa ada pembelajaran sebelum memosting atas pendapat Anda dan itu terlihat sangat mengumumkan jika semua orang gay semua begitu perilakunya. Itu tidak benar, satu kata saja Anda salah dalam memberikakan kata Gay dan Homo yang mana Anda seakaan-akan menyamakan dua arti tersebut, tidak semua Homo itu Gay dan Gay pasti Homo, bedakan hal itu, Homo bukan berarti gay dalam arti tidak semua Homo bertindak seperti layaknya kelakuan seorang gay dan apa anda tahu tidak semua gay itu seperti yang anda pikirkan, Jika Anda berbicara tentang gay seakan-akan Anda sangat memahami dan bisa menyimpulkan Homo begitu menjijikan tolong belajarlah kembali baik pada Al-Qur’an Nur Al-Karim ataupun kajian ilmuan yang valid lainya, saya tidak akan mencap anda sebagai orang jelek karena menjelekan kaum homo, no bukan itu justru saya ingin Anda belajar lebih banyak dan lebih dalam apa Artinya hidup sesungguhnya didunia ini dalam kajian diri Anda sebagai muslim dan hamba Allah. Berbicara tentang gay dan homo apa anda yakin hanya segelintir orang yang anda sebut anak muda atau mungkin di negara liberal Gay atau Homo itu berada, Anda salah, gay ada di segala aspek kehidupan, fenomena gay ada juga dilingkungan Islami, coba jika Anda punya saudara atau teman yang pernah nyantri di pesantren baik itu modern atau jika ada salllaf anda akan menemukan fenomena ini ada di dalamya, Kyai, Ustadz ada yang gay, Anda bisa buktikan kata kata saya karena saya pernah hidup di lingkungan seperti itu, Gay atau Homo jika anda benar-benar memahami sangat disayangkan jika Anda jadikan cemoohan, seperti yang saya bilang Manusia diciptakan Allah SWT dengan diberikan rahman tanpa terkcuali siapa itu, namun tidak semuanya Allah berikan Rahim secara harfiah manusia menyebutnya kenikmatan dunia, menjadi gay seperti saya juga rahim bagi saya, saya terima keadaan saya saat ini dengan ikhlas jika sebelumnya saya begitu berkeluh kesah pada Allah di tiap sujud dan doa saya, pada akhirnya saya tahu Allah begitu menyayangi Saya, ini adalah bentuk kasih sayang yang Allah berikan pada saya dalam bentuk cobaan, Alhamdulillah saya mempunyai Ibu yang sangat menyayangi saya, ibu saya pastinya menentang saya, dan jika bicara tentang Ibu saya Alhamdulillah beliau seorang muslim yang benar-benar sangat taat dan istri yang sangat Sholehah, tidak sepenuhnya bisa menerima saya namun tidak sepenuhnya menolak saya ataupun bahkan mencemooh saya bahkan mencemooh teman saya yang begini meskipun saya hanya bercerita tentang mereka tanpa pernah memperkenalkan langsung —- Apa hal yang bisa Anda petik dalam yang ibu lakukan , janganlah mencemooh atau menghujat sesuatu tanpa mengenalnya dan apa Anda tahu tidak semua gay seperti yang Anda pikirkan atas apa yang Anda lihat sepintas, pernahkah Anda melihat bagaimana gay menangis dalam sujudnya, pernahkan Anda melihat gay berdoa di tiap malamnya, pernahkah Anda melihat gay dihujat di mana mana tanpa ia membalasanya. Jika Anda sangat jelas tahu Rahman dan Rahim, pastinya Anda jika benar – benar seorang muslim Anda tahu yang namanya HIDAYAH dan TAWAKKAL?? daripada Anda mencemooh ada baiknya Anda berdoa agar tidak muslim dan muslimah di muka bumi mempunyai 4 hal tersebut di atas, karena semua umat manusia berhak mendapatkan empat hal tersebut….Dan yang terakhir jika anda seorang muslim saya ingin tanya 4 hal di bawah ini?
    1. Siapakah Anda?
    2. Apakah Tujuan Anda diciptakan di dunia?
    3 Ibadah seorang muslim apakah hanya yang tertera pada rukum islam?
    4. Menurut Anda apakah Malaikat tahu isi hati manusia yang ia jaga?
    5. Menurut Anda apakah Allah berhak memasukan orang yang dalam kacamata Anda buruk masuk ke surganya dan Apakah Allah juga berhak memasukan Anda ke nerakanya?
    6. Adakah anda pernah pernah membaca, memahami dan mendalami jika di dunia ini dan di akherat nanti ada manusia yang karena keinginan dan sayangnya Allah dia akan masukan Surga meskipun di mata manusia dia begitu buruk dan tidak beribadah sama sekali
    7. Ibadah sesungguhnya menurut Islam itu apa? dalam hidup Anda hingga detik ini apa Anda yakin Anda layak masuk surganya?, seberapa yakin dan sebanyak apa amal yang anda kumpulkan jika paling gampang kita Sholat 5 waktu hingga memenuhi rukum islam yang ada padahal kita hidup jika paling lama anggap saja 60 tahun, apa di waktu Anda hidup 60 tahun Anda yakin bekal Anda cukup dan Anda yakin ibadah Anda diterima dan Amal Anda diterima….Bertanya, pelajarinya Islam secara utuh termasuk juga memahami apa yang terkandung di Al-Quran atas kaum gay atau homo atau kamu yang menjijikan seperti yang Anda sebutkan

    • rinaldimunir berkata:

      Saya bersimpati dengan keadaan anda. Menjadi gay/homo, asalkan tidak melakukan zina seperti hubungan seksual, masih lebih baik daripada gay/homo yang tidak malu berzina dengan sesamanya. Tetaplah di jalan Allah SWT, semoga anda bisa berusaha untuk kembali hidup normal.

    • Ade berkata:

      Innalillahi wa inna ilaihi rojiuunn,,,,@manusiayanglemah : semoga anda diberi hidayah.amin.

      Salam Pak Rinaldi..mhn maaf pak ikut komen..hehe..
      Wktu saya kuliah di unikom buku referensi saya dari buku2nya pak rinaldi,,,hehe…

  7. nelly berkata:

    Aduh, masa LGBT virus? Bapak mungkin perlu belajar lagi ke orang yg lebih tahu. Gini deh, kalo itu virus, berarti siapa aja bisa kena, termasuk straight? Tapi kalo bapak mau research aja (jadi dosen kok mau menerima info begitu aja tanpa riset), kaum LGBTQ itu sudah merasa seperti itu sejak kecil. Kalo virus, tidak seperti itu. Dan coba jangan menggeneralisir. Kalau baca dari tulisan bapak, kebanyakan suka mengeneralisir. Aneh juga buat seorang pemikir seperti dosen. Biasanya pemikir itu objektif, tidak terburu-buru mengambil kesimpulan, dan berani mencari informasi. Menggeneralisir gay dengan xxx. Aduuh, coba dibandingkan dengan yang straight ya. Googling saja hal2 yang berhubungan dengan straight-xxx, pasti lebih banyak. Bapak kurang paham. Kalau bapak pengen bener2 tahu (saya ragukan ini), bapak bisa saja googling tentang gay muslim, gay imam, dsb. Bahkan di Iran, disarankan kaum LGBT untuk mengganti jenis kelamin agar bisa dianggap normal. Jalur yang aneh, tapi setidaknya ada jalan buat kaum Trans disana.
    Dan kalau bapak mau tahu, perilaku homo itu bisa ditemui di berbagai spesies. 1500+ spesies memiliki contoh perilaku homosexual. Kalau bapak berani research ya. Kalau tidak, saya ceritakan saja disini. Gay juga tidak selalu negatif. Memang tidak bisa menghasilkan keturunan, tapi kaum gay bisa membantu ketika over populasi. Dan tahu kah istilah “It takes a village to raise a child”? Dengan tidak memiliki keturunan, kaum gay bisa membantu membesarkan anak dari saudaranya. Dan ini positif.
    Kalau dilihat secara agama Islam, memang dilarang oleh banyak kalangan, namun, saya pengen ketawa aja, karena Islam sendiri punya berbagai pendapat mengenai berbagai hal, bukan cuman ini. Tapi banyak sekali hal2 yang berbeda di berbagai2 aliran. Jadi, aneh kan kalau kalian merasa keyakinan kalian adalah yang paling benar? Nggak bisa kah humble dengan keyakinan kalian?
    Ini kan sumber toleransi. Menghina, mengecam, bahkan mengukum kaum gay, pantas saja banyak yang lari dari Islam.

    Mengenai perilaku gay yaitu sodomi. Ini kan aktivitas di tempat tidur. Jika kaum straight mau di expose mengenai aktivitas di tempat tidur, akan sama saja menjijikkannya. Banyak kesalah pahaman tentang gay. Asosiasi mental nya gay itu pasti sodomi. Padahal, orang LGBTQ itu kan tidak melulu berhubungan dgn xxx. Kenapa hanya satu karakter kaum LGBTQ, yaitu ketertarikan, menjadi penentu bagi kalian untuk mencerca, menghina, menghakimi? Kita sama-sama manusia juga, yang punya pikiran, perasaan. Kita bisa menangis, bisa sakit ketika kalian menyakiti. Kita mempunyai ketertarikan yang berbeda, tapi apakah itu mempengaruhi kalian secara pribadi? Jika ada orang gay yang mengganggu straight, maaf, itu sama saja dengan seorang lelaki straight yang mengganggu wanita. Tidak ada hubungannya dengan orientasi.

    Mengenai HIV coba jangan dikatakan bahwa ini adalah penyakit kaum gay, karena ini salah besar. Penyebar HIV pertama kali adalah seorang pria beranak dan istri. Penyebaran HIV ini adalah melalu hubungan badan (siapapun bisa kena, bukan hanya gay) atau jarum suntik (drug user gampang terkena). Jadi, kalau ada yang beranggapan kalau HIV/AIDS itu penyakit kaum gay, berarti dia kurang paham.

    Dan saya ingin sampaikan kenapa ini salah disebut sebagai fenomena. Fenomena adalah sesuatu yg dianggap aneh. Tapi LGBTQ itu bukan sesuatu yang aneh. Mungkin terasa aneh karena dulu kaum ini masih merasa takut dan tidak terbuka. Menikah dengan lawan jenis hanya agar orang2 tidak bercemooh. Sekarang, ketika penerimaan kaum LGBTQ menjadi besar (sebagian besar negara maju sudah menerima hal ini sebagai hal yang normal) maka orang2 LGBTQ sudah bisa mulai terlihat. Sebenarnya banyak sejak dulu, hanya karena merasa malu, takut, dsb, maka kaum LGBTQ tidak terlihat. Kalau punya waktu dan berniat, mungkin googling saja untuk melihat sejarahnya. Tapi saya ragu kalau mau googling, lha ini tidak ada urusannya dengan kalian, ngapain peduli, ya nggak?

    Dan satu lagi, coba pikirkan secara psikologis, apakah ada yang mau menjadi gay? Dihina, cerca, usir, bahkan dibunuh? Tapi kenapa mereka (kami) tetap menjadi gay? Apakah menjadi gay itu pilihan? Jika iya, kenapa kami tidak memilih menjadi straight saja? Mudah kan? Buktinya dengan tekanan sosial dan pemerintah, tetap saja ada kaum gay. Apakah kami bebal? Apakah kami terlalu bernafsu terhadap xxx? Kedua hal ini bisa dipatahkan dengan berbagai contoh. Banyak kaum gay yang pintar, contoh Tim Cook (Apple CEO), Alan Turing (one of the founding fathers of computer), Sally Ride (astronot).
    Apakah kami terlalu bernafsu terhadap xxx? Sama saja seperti kalian yang straight. Banyak kaum gay yang monogami juga. Contoh, Ellen Degeneres (komedian), Tom Daily(athlete), Elton John (penyanyi).
    Dan perlu diingat bahwa ketertarikan/orientasi ini hanyalah salah satu bagian kecil dari kita. Selebihnya kita adalah manusia yang punya perasaan dan ingin juga dihargai sebagai sesama manusia. Apakah harkat martabat kami lebih rendah dibanding kalian hanya karena kami suka apel, sementara kalian suka jeruk?

    Mohon dipikirkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s