Tidak Ada Daging, Ikan pun Jadi

Dua hari ini pedagang daging sapi di Bandung mogok berjualan. Pasalnya, harga daging sapi naik fantastis. Satu kilonya sudah mencapai Rp130.000-140.000. Sungguh mahal sekali, semenjak lebaran harga daging sapi tidak pernah turun-turun. Pemerintah gagal menyediakan kebutuhan daging sapi yang terjangkau bagi masyarakat. Entah di mana letak kesalahannya sehingga kondisi pasar memprihatinkan begini. Yang kasihan adalah pedagang makanan yang berbahan baku daging sapi seperti pedagang bakso, pedagang sup, pedagang soto dan coto, pedagang rawon, dan lain-lain. Sebagian mereka berhenti beroperasi karena tidak sanggup membeli daging yang mahal. Kalaupun tetap berdagang, berapa harga makanan harus dipatok, karena pembeli yang mayoritas masyarakat menengah ke bawah tentu enggan membeli jika harga makanan menjadi mahal.

Yang dikhawatirkan tidak hanya soal harga ini, tetapi lebih berat lagi yaitu masalah kehalalan. Biasanya di tengah kesempitan, ada saja sebagian pedagang yang memanfaatkan kesempatan. Ingat kasus bakso daging celeng beberapa waktu yang lalu? Daging sapi diganti dengan daging celeng yang harganya murah. Daging celeng (babi hutan) dioplos dengan daging sapi, lalu disiram dengan darah sapi segar supaya berbau sapi. Pembeli tertipu dua kali, ya tertipu dagingnya ya tertipu halalnya. Pedagang yang tidak peduli dengan masalah halal atau haram akan semakin menjadi-jadi beroperasi jika modusnya tidak ketahuan, yang penting bagi mereka dapat untung.

Saya pribadi tidak terlalu terpengaruh dengan kenaikan harga daging sapi. Harga daging sapi mahal tidak masalah buat saya, karena saya tidak terlalu suka makan daging.  Saya lebih suka makan ikan daripada daging sapi atau ayam, hanya sekali-sekali saja makan daging. Makan ikan menyehatkan dan bergizi tinggi, dan yang penting lagi tidak mengandung kolesterol. Bagi orang yang sudah berusia kepala empat lebih seperti saya, sebaiknya mengurangi konsumsi daging merah seperti daging sapi/kambing atau ayam, karena dapat meningkatkan kadar kolesterol di dalam darah. Kadar kolestrerol berlebihan menimnbulkan penyakit degeneratif seperti kanker, penyakit jantung, stroke, dan lain-lain.

Benar deh, saya lebih suka makan ikan daripada daging sapi atau ayam. Pada acara-acara jamuan makan yang menghadirkan aneka pilihan masakan, misalnya pada acara resepi pernikahan, syukuran, dan lain-lain, saya selalu mencari ada menu ikan apa tidak. Jika ada, saya lebih memilih ikan dan sayuran, ketimbang gepuk, rendang, ayam, rolade, telur, dan lain-lain.

Jika diundang pergi ke daerah, maka yang saya cari adalah ikan. Makanya saya suka sekali pergi ke kota-kota di Sulawesi karena di sana kaya dengan ikan segar dan masakan ikannya enak-enak. Jika pergi ke kota Manado setiap tahun, maka saya puas sekali makan aneka olahan ikan seperti woku ikan, sup ikan, ikan goropa bakar, dan lain-lain. Ketika pulang, saya selalu  mencari oleh-oleh masakan ikan.

Jadi, tidak ada yang sulit ketika daging sapi mahal seperti sekarang. Beralihlah ke ikan. Anak-anak akan menjadi cerdas jika sering makan ikan. Ibu yang sedang hamil maka anaknya akan pintar jika sering mengkonsumsi ikan selama kehamilan, terutama ikan laut. Ikan mengandug asam amino yang bagus buat otak anak. Makan ikan tidak membuat kita kegemukan, karena ikan  tidak mengandung banyak lemak. Lihatlah orang Jepang yang doyan makan ikan, badannya langsing-langsing karena makanannya sehat.

Negara kita dikelilingi oleh laut, Ikan berlimpah ruah di lautan, tetapi bangsanya tidak terlalu doyan makan ikan. Sapi harus diimpor, tetapi ikan cukup diambil dari laut kita saja. Beruntunglah Tuhan menganugerahi kita laut yang luas. Tidak ada daging, ikan pun jadi.

Pos ini dipublikasikan di Indonesiaku. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Tidak Ada Daging, Ikan pun Jadi

  1. Eko berkata:

    Pemberantasan mafia pangan perlu adanya virus penyebaran pengetahuan buat rakyat akan alternatif pangan lain yang sehat seperti Ikan dan hasil olahannya serta distribusinya bila perlu ciptakan startup penjualan pemangkas mafia melalui jalur online dan industri kretaif pengolah diperlukan, pemikir kreatif diperlukan saat ini untuk pertumbuhan ekonomi bangsa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s