Bangkit dari Koma (Antara Hidup dan Mati)

Pembantu di rumah bercerita. Saudaranya mengalami peristiwa yang jarang terjadi, yaitu peristiwa antara hidup dan mati. Saudara pembantu saya ini, laki-laki, mengalami penyakit jantung. Jantungnya sudah bengkak dan kondisinya kritis. Dia dibawa ke rumah sakit oleh keluarganya. Di rumah sakit kondisinya semakin parah. Dia mengalami hilang kesadaran dan akhirnya koma. Badannya tidak bergerak sama sekali, tetapi jantungnya masih berdetak. Sanak saudaranya yang dari jauh sudah dipanggil untuk berkumpul mengelilinginya. Mereka sudah ikhlas jika sudaranya yang koma ini dipanggil oleh Ilahi.

Sebagian dari sanak saudaranya ada yang mengaji, sebagian lagi membisikkan ke telinganya kalimat tahuid, laa ilaa ha illallah. Setelah berjam-jam koma, tiba-tiba tangannya bergerak-gerak, pertanda dia bangkit dari komanya. Sanak saudaranya menangis terharu melihat dirinya tersadar dari koma.

Setelah agak lama, dia mulai bercerita peristiwa yang dialaminya selama koma. Di alam antara hidup dan mati, dia berada di suatu tempat seperti di sebuah hutan. Di sana dia bertemu dengan almarhum kedua orangtuanya serta pamannya yang sudah lama meninggal. Hmmm…biasanya orang yang akan mati sering diceritakan bertemu dengan orang-orang yang sudah meninggal.

Di alam itu dia berdialog dengan kedua alamrhum ayah ibunya. Ayah ibunya bertanya kepadanya, hendak kemana dia. Dia mengatakan akan pergi ke sana (mungkin maksudnya kampung akhirat). Namun kedua orangtuanya melarang dengan mengatakan bahwa dia tidak boleh pergi karena belum waktunya mati. Orangtuanya lantas menyuruh dia pulang kembali karena anak istrinya sudah menunggu. Tidak lupa mereka memberi nasehat kepada anaknya itu seperti jangan melalaikan sholat, selalu bersedekah, dsb. Ketika dia berbalik pulang, orangtuanya kembali mengingatkan untuk tidak salah mengambil jalan, sebab di sebelah sana ada jurang. Dia diminta berhati-hati berjalan supaya tidak jatuh ke dalam jurang. Ketika berjalan menyusuri jalan pulang itulah dia tersadar dan bangkit dari komanya.

Saya yang mendengar cerita pembantu tadi merasa takjub. Mungkin yang dialami saudaranya yang koma tadi sebuah ilusi atau mimpi, tapi mungkin juga nyata. Wallahualam, hanya Allah yang tahu. Mungkin ini tanda kebesaran Ilahi, sebab peristiwa yang dialaminya itu menjadi sebuah peringatan bagi kita yang masih hidup. Mungkin dia belum waktunya mati dan masih diberi kesempatan hidup untuk memperbaiki dirinya yang selama ini lalai menjalankan ibadah kepada Allah SWT.

Kita memang belum pernah mendengar cerita tentang orang yang kembali dari kampung akhirat (bangkit dari kematian), tetapi cerita orang yang bangkit dari koma yang mengalami peristiwa berada di alam antara hidup dan mati seperti kisah di atas, mungkin dapat menjadi ibrah bagi kita.

Pos ini dipublikasikan di Renunganku. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s