Perilaku Manusia dengan Gawainya

Saya mendapatkan gambar di bawah ini dari social media. Seorang ibu Asia dengan anaknya asyik bermain gawai (gadget) masing-masing di dalam sebuah MRT, sedangkan di sebelahnya seorang pria bule tetap asyik bercengkerama dengan anak-anaknya.

Ibu dan anak asyik dengan gadget-nya, sedangkan pria bule tetap mengasuh anaknya (Sumber: Facebook)

Ibu dan anak asyik dengan gawai, sedangkan pria bule tetap mengasuh anaknya (Sumber: Facebook)

Apa yang dilakukan ibu Asia dengan anaknya yang saling sibuk dengan gawai masing-masing itu memang  tidak mewakili perilaku  orang Asia zaman kini, tidak bisa dirampatkan (generalisasi) pula semuanya demikian. Begitu juga tidak berarti tidak ada keluarga bule yang asyik masyuk dengan gawainya juga. Foto tersebut mungkin kebetulan saja.

Namun sukar untuk dipungkiri bahwa kita banyak menemukan pemandangan seperti ini, baik di stasiun, di ruang tunggu bandara, di halte bis, di mal, maupun tempat-tempat umum lainnya. Hampir tidak ada orang yang sedang tidak ada aktivitas yang tidak bermain dengan gawainya. Daripada bete menunggu, ya main gawai saja. Apalagi sejak banyaknya aplikasi games dan social media di internet, bermain gawai semakin mengasyikkan saja.

Pemandangan orang yang sibuk dengan gawainya masing-masing tidak hanya di negara kita saja, pemandangan serupa saya lihat juga di luar negeri seperti di Kuala Lumpur, Singapura, Seoul, dan Tokyo. Perkecualian saya lihat di Mekkah dan Madinah saat umroh awal tahun ini, jarang saya lihat jamaah umrah asyik dengan gawai, ya jelas saja ke sana kan untuk beribadah, bukan untuk main gawai. Tapi entah ya bagi penduduk Saudi, saya tidak mengamati, mungkin sama saja seperti di negara lainnya.

Tapi gawai telah mengubah perilaku manusia. Orangtua bisa jadi kurang memperhatikan tugas mengasuh dan mendidik anak karena sibuk dengan gawai masing-masing. Anak pun tidak mau kalah, karena orangtuanya sibuk dengan gawai, maka anakpun mencontoh orangtuanya dengan sibuk bermain gawai juga. Jadilah pemandangan biasa di dalam rumah seperti ini: ayah/ibu asyik dengan gawainya di atas sofa atau di dalam kamar, sedangkan anak-anaknya asyik dengan gawainya di dalam kamar tidurnya. Semua tenggelam dengan gawainya masing-masing. Foto di atas mungkin bisa bercerita lebih banyak.

Gawai bisa membuat hubungan antar manusia (termasuk orangtua dengan anak) menjadi lebih hangat atau sebaliknya bisa menjadi jauh, bergantung bagaimana kita menggunakannya. Social media melalui gawai contohnya, telah mendekatkan banyak orang yang terpisah oleh ruang, jarak, dan waktu. Yang jauh menjadi dekat, yang sudah lama tidak bertemu menjadi bisa reuni kembali. Semua berkat gawai, semua berkat ada internet yang diakses dari gawai.

Namun, jika orang yang sudah dekat sekalipun (orangtua dan anak misalnya) masih tetap saling sibuk dengan gawainya masing-masing, dan meniadakan waktu untuk bercengkerama, maka itu pertanda penggunaan gawai sudah memasuki lampu kuning.

Semuanya kembali kepada kita dalam menggunakannya, kapan perlu menggunakannya dan kapan perlu menyimpannya. Hubungan fisik dan emosi antar manusia lebih mahal daripada harga gawai itu sendiri.

Pos ini dipublikasikan di Gado-gado. Tandai permalink.

4 Balasan ke Perilaku Manusia dengan Gawainya

  1. Febriyan Lukito berkata:

    Most of Asian ya mas. Including Indonesian. Hiksss. Sad but true.
    Mendekatkan banget kok mas. Pas lagi di Afrika berasa banget. Sosmed n aplikasi lainnya membantu banget.

  2. dee berkata:

    Begitulah, pada akhirnya teknologi mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat.
    Saya juga suka kesal kalau lagi sama orang dan dia malah asyik sama gawainya sendiri. Lha terus ngapain ketemu kalau tidak berinteraksi😦

  3. Daftar Isi berkata:

    Sayang sekali ya, padahal teknologi itu untuk dimanfaatkan dengan baik, bukan malah menjauhkan kita untuk bersosial dgn orang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s